PTS

PTS

Muhammad Hasrul
Muhammad Hasrul (1840303045) Lokal A2

Jawaban

1. Filosofis adalah landasan yang memiliki makna atau hubungan dengan ilmu pendidikan. Dimana pendidikan dalam agama islam diajarkan menurut kaidah yang berlaku.

Sedangkan teologis adalah landasan yang nilai nilainya telah ditetapkan dalam alquran dan menjadi pedoman dikehidupan peeguruan maupun diluar perguruan tinggi agar masyarakat menjadi mengerti bahwa alquran adalah pedoman yang sangat baik untuk manusia.

2.karakteristik dan urgensi spiritualitas adalah melakukan sesuatu dengan menggunakan prinsip prinsip yang mendasari spiritualitas dan menjadikan karakter manusia menjadi lebih baik agar manusia selalu berada dijalannya Allah SWT.

3. Konsep agar manusia selalu berada dijalan Allah adalah dengan tidak berkhianat dari Allah dan selalu menjalankan perintahnya. Maka kita akan selalu berada di jalannya

4. Munurut pemikiran saya. Cara untuk mengintergrasikan iman. Islam. Dan ihsan adalah dengan cara berdakwah kepada Allah SWT. Dimana kita memulai langkah dengan mengajarkan kepada orang orang apa itu Islam dan membimbing orang orang tersebut supaya imannya menjadi lebih baik.

5. a. Historis, Dalam sejarah peradaban Islam ada suatu masa yang disebut masa keemasan Islam. Disebut masa keemasan Islam karena umat Islam berada dalam puncak kemajuan dalam pelbagai aspek kehidupannya: ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertahanan dan keamanan

b. Filosofis,

Para sahabat menjadikan Rasulullah sebagai panutan, figur,
dan pemimpin. Setiap perbuatan yang Rasulullah kerjakan, maka
mereka pun melaksanakannya dan setiap larangan yang Rasululullah
tinggalkan, maka mereka pun meninggalkannya. Para sahabat
merupakan generasi terbaik dalam kacamata Islam sebab mereka hidup langsung di bawah bimbingan Rasulullah saw

c. Psikologis, Toshihiko Izutsu mencoba meneliti konsep-konsep etika religius dalam Al-Quran. Hasil penelitiannya menetapkan ada lima nilai etik yang perlu dikembangkan manusia yaitu: 1) murah hati, 2) keberanian, 3) kesetiaan, 4) kejujuran, dan 5) kesabaran.
Berikutnya Izutsu menuangkan konsep kemunafikan religius serta membahas konsep baik dan buruk secara mendalam

4. Sosiologis, Selain masyarakat muslim menjadikan Al-Quran sebagai
paradigma dalam berbagai aspek kehidupan, faktor penyebab
kemajuan pada zaman keemasan Islam adalah sikap umat Islam yang
mencintai dan mementingkan penguasaan Iptek. Tidak mungkin
kemajuan dicapai tanpa menguasai Iptek. Sejarah membuktikan para
khalifah baik dari Dinasti Umayyah maupun Dinasti Abbasiyah, semisal Khalifah Al-Mansur, Al-Ma‟mun, Harun Ar-Rasyid, mendorong masyarakat untuk menguasai dan mengembangkan Iptek. Al-Mansur telah memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Demikian juga, Harun Ar-Rasyid melakukan hal yang sama dengan khalifah yang sebelumnya. Harun memerintahkan Yuhana, seorang dokter istana, untuk menerjemahkan buku-buku kuno mengenai kedokteran. Pada masa itu juga diterjemahkan karya-karya dalam bidang astronomi, seperti Sidhanta, sebuah risalah India yang diterjemahkan oleh Muhammad
Bin Ibrahim Al-Fazari

e. Pedagogis, Pada abad berikutnya sekitar pertengahan abad ke-10 muncul
dua orang penerjemah yang sangat penting dan produktif yaitu Yahya bin Adi dan Abu Ali Isa Ibnu Ishaq bin Zera. Yahya banyak memperbaiki terjemahan dan menulis komentar mengenai
karya-karya Aristoteles seperti Categories, Sophist, Poetics,
metaphiysics, dan karya Plato seperti Timaesus dan Laws. Yahya juga
dikenal sebagai ahli logika dan menerjemahkan The Prolegomena of
Ammocius dan sebuah kata pengantar untuk Isagoge-nya Pophyrius. Sikap penguasa yang mendukung kemajuan
Iptek selain diwujudkan dengan membangun pusat-pusat pendidikan
tinggi dan riset semisal Bait al-Hikmah di Bagdad, juga para khalifah
selalu mengapresiasi setiap ilmuwan yang dapat menuliskan karya