Hiii... ngeRIBAnget...

Hiii... ngeRIBAnget...

v.gd/ngeRIBAnget


بسم الله الرحمن الرحيم

Mari berhati-hati dengan urusan riba, jangan coba-coba apalagi enjoy-enjoy saja. Mari kembali kepada Alloh dan RosulNya, denganya kita akan bahagia. Lupakan perkataan manusia yang suka berretorika, agar kita tidak terlena dan binasa.

Imam Syafi'i rahimahullah berkata:

أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ لم يحل له أن يَدَعَهَا لقول أحد.

"Kaum muslimin telah sepakat bahwa barangsiapa yang telah terang baginya Sunnah Rasulullah, maka tidak halal baginya untuk meninggalkan sunnah tersebut, hanya karena ingin mengikuti perkataan seseorang."

إذا صح الحديث؛ فهو مذهبي.

"Apabila hadits itu shahih, maka dia adalah mazhabku."

كل حديث عن النبي؛ فهو قولي، وإن لم تسمعوه مني.

"Setiap hadits dari Nabi, maka dia adalah pendapatku, walaupun kalian belum pernah mendengarnya dariku."

[Mukadimah Sifat Shalat Nabi]


Allah dan RasulNya Akan Memerangi, Mau?

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. [QS. Al Baqarah 278]

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَٰلِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. [QS. Al Baqarah 279]


Jauhilah Tu7u Dosa yang Membinasakan

عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ ‏"‏‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ ‏"‏ الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ"‏‏

Dari Nabi ﷺ bersabda; "Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan." Para sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apa saja tujuh dosa besar yang membinasakan itu? ' Nabi menjawab; "menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukmin baik-baik melakukan perzinahan. [HR. Bukhari 6857] [Muslim 262/89] [An Nasai 3671] [Abu Dawud 2874]


Rasulullah Melaknatnya, Semua Sama

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir radhiyallahu anhu ia berkata, "Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan (pemberi) riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama." [HR. Muslim 4093/1598] [Ibnu Majah 2277] [At Tirmidzi 1206] [Abu Dawud 3333] [An Nasai 1505]


Makan 1 Dirham Riba Seperti 36 Kali Berzina

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ زِنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” [HR. Ahmad, Daruqutni, Al Baihaqi]

عَنْ كَعْبٍ قَالَ لَأَنْ أَزْنِيَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ زَنْيَةً أَحَبُ إِلَيَّ مِنْ أَنْ آكُلَ دِرْهَمَ رِبًا يَعْلَمُ اللَّهُ أَنِّي أَكَلْتُهُ حِينَ أَكَلْتُهُ رِبًا

Dari Ka'ab, ia berkata, "Sungguh bila saya berzina tiga puluh tiga kali itu lebih aku sukai daripada memakan satu dirham hasil riba, dan Allah mengetahui saat aku memakannya itu hasil riba." [HR. Ahmad]


Dosa Riba Paling Ringan Seperti Zina dg Ibu Kandung

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ "‏ الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ ‏"‏

Rasulullah ﷺ bersabda: "Riba itu mempunyai tujuh puluh tingkatan, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibunya. [HR. Ibnu Majah 2274]

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” [HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya]


Menjadi Penghuni Neraka, Na'udzubillah min dzalik

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [QS. Al Baqarah 275]


Maraknya Riba Menghalalkan Azab Allah

إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” [HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi]


Siksa Yang Sangat Mengerikan

وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يَسْبَحُ فِي النَّهَرِ وَيُلْقَمُ الْحَجَرَ، فَإِنَّهُ آكِلُ الرِّبَا

Maka kami terus berangkat, dan kami mendatangi sebuah sungai." Dan setahuku Samurah mengatakan; 'sungai merah seperti darah-, "tak tahunya di sungai ada laki-laki yang berenang, sedang ditepi sungai ada orang yang mengumpulkan banyak bebatuan, apabila yang berenang tadi sampai ke tepian sungai, ke tempat orang yang mengumpulkan bebatuan, maka ia membuka mulutnya dan orang yang di tepi tadi memasukkan batu ke mulutnya, lantas ia berenang kemudian kembali lagi, setiap kali ia kembali ke tepi, mulutnya membuka dan orang yang di tepi menyuapinya dengan batu itu. Saya bertanya kepada dua orang yang membawaku; 'kenapa dua orang ini? '......

Adapun laki-laki yang berenang dalam sungai dan disuapi batu besar, mereka adalah pemakan riba. [HR. Bukhari 7048]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " أَتَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ بُطُونُهُمْ كَالْبُيُوتِ فِيهَا الْحَيَّاتُ تُرَى مِنْ خَارِجِ بُطُونِهِمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرَائِيلُ قَالَ هَؤُلاَءِ أَكَلَةُ الرِّبَا " .

"Rasulullah ﷺ berkata: "Pada malam Isra mi'raj aku mendatangi suatu kaum, perut mereka seperti rumah-rumah yang dihuni oleh ular dan dapat dilihat dari luar perut-perut mereka. Aku pun bertanya: "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?" ia menjawab, "Mereka adalah pemakan riba." [HR. Ibnu Majah 2273, DHAIF]

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. [QS. Al Baqarah 275]


Harta Riba Tidak Akan Bertambah

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. [QS. Al Baqarah 276]

عَنِ النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏ "‏ مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

Dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Tidaklah seseorang yang memperbanyak riba, melainkan akhir perkaranya akan merugi." [HR. Ibnu Majah 2279]

الرِّبَا وَإِنْ كَثُرَ فَإِنَّ عَاقِبَتَهُ تَصِيرُ إِلَى قُلٍّ

Harta riba meskipun banyak pada akhirnya akan menjadi sedikit. [HR. Ahmad]


Jangan Menceburkan diri dan Nyaman di Dalamnya

عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Dari Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh pasti akan datang suatu jaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang didapatnya apakah dari barang halal ataukah haram. [HR. Bukhari 2083]

عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِيَ أَدَقُّ فِي أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الْمُوبِقَاتِ

Dari Anas radhilayyahu 'anhu mengatakan; "Sungguh kalian mengerjakan beberapa amalan yang menurut kalian lebih remeh temeh daripada seutas rambut, padahal kami dahulu semasa Nabimenganggapnya diantara dosa-dosa besar." [HR. Bukhari 6492] [Ahmad]

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ ". فَقَالَ بِهِ هَكَذَا

"Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seperti ia duduk di pangkal gunung, ia khawatir gunung itu akan menimpanya, sedangkan orang fajir (selalu berbuat dosa) melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menempel di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang." [HR. Bukhari 6308] [Ahmad] [At Tirmidzi]

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [QS. Al Maidah 2]


Kalaupun Kita Terkena Debunya, Menjauhlah, Jangan Bermain Dengannya

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى أَحَدٌ إِلاَّ أَكَلَ الرِّبَا فَإِنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ بُخَارِهِ. قَالَ ابْنُ عِيسَى: أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

Sungguh akan datang satu zaman di tengah umat manusia, tidak ada satupun orang kecuali dia akan makan riba. Jika dia memakannya, dia akan terkena asapnya.

Ibnu Isa mengatakan, “Dia akan terkena debunya.” [HR. Abu Dawud, Dhaif]

Yakinlah, Allah akan melihat dan mencatat seberapa besar usaha kita dalam berlari menjauhi riba.


Dosa Riba Zuper Duper Besarnya

Zina adalah dosa besar. Tambah besar zina dengan tetangga. Lebih besar lagi zina dengan kerabat keluarga. Super besar dosanya jika zina dengan ibu kandung sendiri. Dan itu dosa Riba yang ringan. Kalau yang berat?


Sesungguhnya Telah Jelas Perkaranya dan Terang Benderang

الْحَلاَلُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِيِنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ‏.‏ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ

Rasulullah ﷺ bersabda: "Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. [HR. Bukhari 52] [Muslim 4094/1599] [Ibnu Majah 3984] [Abu Dawud 3329] [An Nasai 4453]


Jauhi HUTANG, apalagi utang riba, ia adalah KEHINAAN dan KESENGSARAAN...

Umar bin Abdul Aziz berkata,

ﻭﺃﻭﺻﻴﻜﻢ ﺃﻥ ﻻ ﺗُﺪﺍﻳﻨﻮﺍ ﻭﻟﻮ ﻟﺒﺴﺘﻢ ﺍﻟﻌﺒﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺪّﻳﻦ ﺫُﻝُّ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻫﻢ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ، ﻓﺪﻋﻮﻩ ﺗﺴﻠﻢ ﻟﻜﻢ ﺃﻗﺪﺍﺭﻛﻢ ﻭﺃﻋﺮﺍﺿﻜﻢ ﻭﺗﺒﻖ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺎ ﺑﻘﻴﺘﻢ

“Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berhutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya hutang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup.” [Umar bin Abdul Aziz Ma’alim Al Ishlah wa At Tajdid, 2/71]

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Nabi ﷺ beliau bersabda: "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kaya hati. [HR. Bukhari 6446] [Muslim 2420/1051] [Ibnu Majah 4137] [At Tirmidzi 2373]

👉 Selebihnya...


Bekerja di Lembaga Ribawi, Apapun Posisinya

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [QS. Al Maidah 2]

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir radhiyallahu anhu ia berkata, "Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan (pemberi) riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama." [HR. Muslim 4093/1598] [Ibnu Majah 2277] [At Tirmidzi 1206] [Abu Dawud 3333] [An Nasai 1505]

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” [HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866]


Ini hadiah loh... Kalau bunga hutang? Kurang yakin?

Tak semua produk bank mengandung riba, contohnya diatas. Pinjaman berbunga, kartu kredit, dan bunga tabungan jelas ribanya.

Sayangnya Bank gak boleh jualan. Seandainya boleh jualan rumah, jualan mobil, motor atau lainnya, tentu aman sentosa. Namun Si aBank menjadi pihak ke-3 diantara Penjual dan Pembeli dengan menghutangi dan berbunga... :(


Apa pelajaran kisah di atas? Pinjam meminjam itu ranahnya sosial, untuk saling membantu meringankan beban sesama, bukan menyusahkan.

Kita utang kas RT 10.000 lalu harus dikembalikan 10.500 maka kenalah RIBA. Janganlah mudah2an utang riba, jangan mudah2an berurusan dengan riba hanya karena alasan gaji kita aja masih ditransfer via bank. Beda urusan ya... Kalau ada jalan berlubang, kita pasti cari jalan yang lain, tidak menabrak lubangnya...

Akal sehat kita bisa membedakan mana yang sengaja menjerumuskan diri, mana yang hati-hati menjaga diri... Dan Allah Maha Mengetahui isi hati...

Trus kalau ada yang nanyak, itu kan kaitannya dengan tambahan hutang. Kan bunga tabungan beda...? Tanya aja balik, emang darimana bank dapat uang untuk kasih bunga? Jualan es tebu ijo kah, trus bagi hasil? :)

Semua tahu, Bank meminjamkan uang tabungan nasabah, nasabah yang hutang mengembalikan dengan bunga sekian, lalu "dibagi-bagi"... :)


Alloh Maha Kaya, Alloh Sang Maha Pemberi Rejeki. Tanpa riba kita tak akan mati. Tanpa riba kita bisa hidup bahagia.


وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ 

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. [QS. At Thalaq 2-4]


إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” [HR. Ahmad]


Bacaan...

👉 Fatwa MUI tentang Riba

👉 Riba adalah...

👉 Seluk beluk riba

👉 Riba Haram

👉 Fatwa Ulama Tentang Riba di Bank

👉 13 Hal yang Menunjukkan Riba itu

👉 Memakan 1 Dirham Hasil Riba

👉 Pinjaman Online

👉 Komunitas XBank

👉 Dosa dan Bahaya Riba

👉 Bahaya Makan Harta Riba

👉 Riba, Dosa Besar yg Menghancurkan

👉 Menabung di Bank dg Aneka Niat

👉 Subhat Boleh 1 - Subhat 2

👉 Muamalah Ribawi - Dua - Tiga

👉 Akal akalan Melegalkan

👉 Riba Pengusaha Muslim 📑

👉 MPM Adakah Riba Bank Syariah

👉 MPM Bersihkan Riba Bank Syariah

👉 MPM Hijrah dari Riba Bank Syariah

👉 Ingin Kerja di Bank

👉 Melamar Kerja di Bank

👉 Sebagai Tukang Taman di Bank


Kisah Mereka

👉 Rela Keluar Dari Bank Syariah

👉 Testimoni Nasabah Bank Syariah

👉 Keluar dr Bank Syariah yg Tak Syar'i

👉 Takut Dosa, Mereka Resign

👉 Resign dari Bank yang Mak Jleb

👉 Kisah Resign Founder XBank

👉 Sebelas Kartu Kredit

👉 Galau Tukang Nego Pinjaman Bank


Video

👉 Kisah mantan bankir yang gosong

👉 Sengsara bersama riba

👉 Solusi keluar dari riba

👉


Tanah dan pasir bertumpuk-tumpuk jadi gunung, kalau gunung ditumpuk? Yakiiin, masih meremehkan urusan riba?

RIBA... dosa BESAR yang diremehkan...


Note:

👉 Riba tidak hanya di Bank loh, ada juga di X Finance, Leasing, Koperasi, Kas RT, dll. Kalau ada koperasi yg punya usaha, jual beli misalnya tapi juga melayani utang piutang maka bisakah membedakan Sisa Hasil Usaha dan Sisa Hasil Utang-utangan? Sisa hasil usaha silakan dinikmati, sisa hasil utang2an dosanya dibawa mati.

👉 Sebagian manusia bilang, banyak yang sibuk membahas masalah yang sudah lama dibahas ulama, masalah khilafiyah, atau masalah laen yang sepele menurutnya. Itu saudara kita di Palestina dst... Nanti jika ditanya Allah apa yang sudah kau lakukan untuk saudaramu di sana. BLA BLA BLA dst.

Padahal memang banyak yang menganggap sepele dosa dan maksiat. Banyak yang tidak peduli dengan apa yang dia makan, darimana uang untuk beli pakaian, dst. Bagaimana doa kita akan dikabulkan. Banyak dari kita yang tidak mengenal agamanya sehingga ibadahnya juga hanya ikut-ikutan. Banyak dari kita tidak menjalankan perintah Alloh dan malah mengerjakan larangannya. Kita tidak mau menjaga Alloh, bagaimana Alloh menjaga kita.

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.  [HR. At Tirmidzi]

Maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hak-Nya, serta menjaga perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya dengan mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan. Demikian pula, dengan mempelajari agama-Nya sehingga dengannya engkau dapat beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan bermuamalah dengan manusia serta mendakwahkannya di jalan Allah.


Liang kubur tertukar. Saat dibuka mau dipindahkan, ternyata sudah gosong.
Emang bikin sengsara? ngeRIBAnget...
Lalu solusinya apa?

Ngomong doank, kasih solusi donk!! ☝️


Rumah kurang bagus, hutang riba. Kendaraan kalah bagus, hutang riba. Apakah demi wow di dunia kita pertaruhkan akhirat kita?

Kalo gak ngutang mana bisa beli ini beli itu. Itu semua kembali ke hati kita... 😁

Kita semua punya dosa. Maka seberapa besar usaha kita menghapus dan lari darinya adalah kuncinya, sehingga kita bisa mati dengan enak dan bahagia. Selamat merenung...


Sampai jajan aja rela nantang perang


والله اعلم...

Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita dan menjaga kita, keluarga dan keturunan kita dari riba. Aamiin...


s.id/bekalterbaik - s.id/belajarbaek


Report Page