GMO

GMO

#SehatDanHalal

Posted on Februari 1, 2014 by Marinki

Mengenalkan Produk GMO dan Efek Negatifnya Terhadap Manusia

Image

Apa itu GMO?

GMO singkatan dari Genetically Modified Organisms, yaitu mahluk hidup yang telah ditingkatkan kemampuan genetisnya melalui rekayasa genetis. Tanaman lain yang sudah jelas transgenik yang ada di Indonesia adalah jagung dan kedelai. Sedangkan tanaman lainnya yang juga termasuk GMO : kentang, tomat, alfalfa, daging, ayam, susu dari hewan yang diberi pakan non organik, beras (lihat keterangan di bawah ciri-ciri mengenali produk GMO).

Apa akibatnya untuk manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya jika mengonsumsi produk GMO dan hasil olahannya?

Menurut jurnal kesehatan, akibat makanan transgenik ini tidak begitu kelihatan jika dikonsumsi oleh manusia, oleh karena itu ahli biologi menguji cobakan terhadap tikus, dan hasilnya mencengangkan : tikus menjadi mandul, lemah, gerak lakunya lamban, terdapat sel kanker di otak dan saluran cernanya. Lantas apakah ini juga harus terjadi terhadap manusia? Belum ada yang menjelaskan di negara saya.

Apakah produk GMO juga sudah ada di swalayan, pasar tradisional, dan toko-toko makanan di Indonesia?

Tidak ada yang meneliti! dan tidak dipedulikan!

 Konsumen di Indonesia hanya fokus terhadap label “HALAL” yang dikeluarkan oleh MUI, dan pernyataan MUI pun katanya “belum pernah mengeluarkan izin halal bagi produk GMO” benarkah?

halal-ilustrasi-_120127154605-405


Simak artikel di bawah ini, yang dipostingkan oleh : GFI yang diterbitkan tanggal 9 Januari 2014, bersumber dari “storify.com”
Kedelai yang dikonsumsi di Indonesia sebagian besar adalah impor dari AS. Padahal kedelai AS hasil rekayasa genetik (GMO) dari Monsanto. GMO (Genetically Modified Organism) atau Makhluk Hidup hasil Rekayasa Genetik sangatlah berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit baru. Selain itu rekayasa genetik juga melanggar hukum Sunatullah (hukum dasar penciptaan) karena merusak susunan keseimbangan alam semesta.

Sudah banyak tragedi dalam sejarah manusia yg ditimbulkan oleh GMO, contohnya adalah penyakit Kanker, AIDS, dan berbagai virus flu. Saat ini 90% produk pertanian dan perternakan dunia dikendalikan oleh Monsanto yg merupakan hasil GMO yang berbahaya bagi manusia.

Saat ini 90% produk pertanian dan perternakan dunia dikendalikan oleh Monsanto yg merupakan hasil GMO yang berbahaya bagi manusia. Berikut ini adalah contoh ayam hasil dari rekayasa genetik (GMO) yang juga biasa dikonsumsi penduduk Indonesia:


Enam tahun lalu saya sudah memperingatkan kepada IPB (Institut Pertanian Bogor) tentang bahaya Monsanto & GMO tapi tidak dianggap serius.

Penjelasan lengkap tentang GMO atau Makhluk Hidup hasil Rekayasa Genetik bisa dilihat di gambar ini:


projek gmo

Sudah lebih dari 200.000 petani di seluruh dunia bunuh diri karena gagal panen. Bibit mereka adalah GMO yang diperoleh dari Monsanto. Juga produk pestisida yg mereka distribusikan sangat berbahaya bagi hewan dan manusia karena dapat menyebabkan kerusakan organ-organ tubuh.
Produk pestisida yang banyak digunakan pada pertanian saat ini sangat berbahaya bagi manusia:
Di Eropa dan Jepang, produk GMO (hasil rekayasa genetik) sudah dilarang dan mereka kembali pada produk organik. Bagaimana dgn Indonesia?

Mau aman dari produk GMO dan Monsanto? Tanam dan peliharalah makananmu sendiri, gunakan pupuk dan pestisida alami.

Oh iya, jangan lupa hindari makan makanan dari restauran siap saji dan produk instan. Bahan-bahannya dari GMO:

makanan gmo


Apakah produk GMO juga sudah ada di swalayan, pasar tradisional, dan toko-toko makanan di Indonesia?
Tidak ada yang meneliti! dan tidak dipedulikan!

Konsumen di Indonesia hanya fokus terhadap label “HALAL” yang dikeluarkan oleh MUI, yang lain? hmm kembali saya menarik nafas dalam-dalam..


Renungan : “Makanlah makanan yang baik dan diizinkan”

Kedengarannya sederhana, “makanlah makanan yang baik dan diizinkan”, benarkah sesederhana itu? Dalam menjalani kehidupan di dunia ini manusia diatur oleh agama untuk menjalaninya agar bisa menentukan pilihan hidupnya, toh banyak orang bijak mengatakan “hidup itu pilihan”. Pilihan yang dimaksudkan adalah tentu yang akan berakhir di Surga, bukan di Neraka. Coba renungkan adakah orang bejat, orang penuh dusta, orang jahat, suka menipu, suka mencuri, suka ‘ngemplang’ utang, suka bohong, manipulatif, berhianat, dan suka suka lainnya yang tidak terpuji itu mengatakan bahwa tujuan akhir hidupnya adalah ingin di Neraka? Jawabannya pasti TIDAK! Lalu mereka ‘ngeles’ bahwa hidup di dunia hanya sekali, maka nikmatilah! Hmmmm…


Isu adanya “Dunia Baru” sudah seringkali saya dengar dan saya baca, baik di buku yang dijual bebas, mau pun di media elektronik, bahwa kelak penduduk dunia ini hanya tinggal sedikit saja, istilah lainnya adalah “misi pengurangan penduduk bumi” dan pemimpin dunia baru ini adalah “mereka” yang membuat peraturan untuk semua penduduk dunia. Caranya? membuat orang sakit, dan cepat atau lambat mati atau dimatikan saja. Siapa kira-kira yang akan mengalami hidup dipendekkan di dunia dengan sengaja ini? Saya tidak mau berspekulasi, dan tidak mau mengungkapkan, masih menunggu bukti? Hidup saya hanya untuk ZATyang menciptakan saya, tapi tenaga saya di dunia adalah untuk orang-orang di sekitar saya, membutuhkan atau tidak, tetap saya akan berusaha berbuat terbaik yang bisa dilakukan dengan segala keterbatasan. Masih pertanyaan : Mengapa Monsanto membuka agen di Indonesia, sehingga para petani diharuskan membeli bibit GMO? Sejak saya kecil sampai sekarang, makanan yang saya sukai adalah tempe, tahu, dan jagung. Saya pikir hampir semua penduduk Indonesia ini mengonsumsinya. Mengapa jagung dan kedelai adalah dari bibit GMO? Mengapa sekarang jarang sekali di swalayan ada jagung organik, tapi selalu jagung transgenik yang manis? RRC negara sejuta produk menolak mentah-mentah jagung GMO, dan negara ini “perang” melawan transgenik yang diekspor oleh AS. Indonesia bagaimana? adakah yang peduli? mengapa rakyat Indonesia harus sakit dan berpenyakitan?

Sakit adalah tanda.

Mengapa orang sakit? Ah.. tentu saja semua juga bisa menjawabnya…

Umumnya dan paling banyak menjawab : karena kurang makan, makanannya tidak cukup bergizi, terlalu banyak kerja jadi sering lupa, tidak olah raga, karena merokok dan minuman keras, kecelakaan, telat makan, pola hidupnya tidak baik, sakit turunan, ketularan sakit…

Tapi hanya sedikit sekali yang menjawab: “makan apa saja selama ini?”

“Hak kita untuk memakan makanan yang baik”

Bagi orang yang sangat mendalami masalah agama, tentu orang sakit akan dikaitkan dengan “dosa”, dan ini adalah bisa berarti “hukuman” atau “teguran”. OK, saya bukan ulama yang berkompeten masalah ini, tapi saya hanyalah manusia biasa yang mencoba mengukur tanda-tanda datangnya orang menjadi sakit saja. Jadi instruksi atau nasihat “makanlah makanan yang halalan dan thoyiban” itu adalah penuh makna, jangan menganggap enteng masalah ini… Ini yang saya jalankan agar saya terhindar dari sakit. Bukan berarti saya tidak pernah sakit, pasti setiap orang pernah mengalaminya. Sakit di sini adalah sakit yang dibuat sendiri akibat perbuatan kita yang salah, bisa salah karena ketidak-tahuan, ketidak-pedulian, dan tidak ada orang di sekitarnya yang mengingatkan atau di lingkungannya dia berada sama tidak tahu, sama tidak pedulinya. Kalau ada satu orang yang peduli dan menyebarkan informasi ini, mereka pun hanya mencibir, dan mengatakan “ah kau sok tahu” buktinya apa? Orang juga pada makan tuh! Lihat! Ini makanan ada label halal dari MUI, ada Izin edarnya, ada keterangan BPOM segala. Masa iya sih Pemerintah ini akan menjerumuskan rakyatnya? masa iya sih MUI membolehkan umatnya kalau memang ini makanan tidak baik? Berat ya kalau jadi orang terlalu banyak tahu? =D saya juga tidak ingin mendiamkan saja ada sesuatu yang dianggap tidak beres di tempat di mana saya menjalani kehidupan ini. Saya merasa beruntung atas informasi yang bisa saya dapatkan dengan hanya “klik” dan semua pengetahuan terbuka untuk kita. Kewajiban saya adalah memberitahukannya lagi kepada semuanya. Ini sama dengan informasi berantai, tidak sembunyi dan tidak menggunakan cara intel, memata-matai gerak laku dengan tujuan tertentu. Ini adalah forum bebas berpendapat dengan santun dan beretika.


Kesimpulan : Jangan membiasakan diri membeli produk impor dan produk domestik kalau tidak cukup tahu bahaya dan manfaatnya, meski pun Anda cukup uang untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Tingkatkan wawasan pengetahuan belanja Anda. 

Ini penting untuk menjaga keberlangsungan hidup sehat keluarga Indonesia