config_hz is not refresh rate !

config_hz is not refresh rate !

zixine

🧠 Edukasi: CONFIG_HZ Bukanlah Refresh Rate!

Masih banyak pengguna kernel yang salah paham dan mengira bahwa varian 500Hz akan otomatis membuat layar HP mereka menjadi sehalus 120Hz. Mari kita luruskan mitos ini agar tidak ada lagi ekspektasi yang salah.

πŸ” Apa itu CONFIG_HZ? (Detak Jantung Sistem)

CONFIG_HZ adalah frekuensi Timer Interrupt atau detak jantung internal sistem operasi Linux/Android.

Fungsi Utama: Menentukan seberapa sering Kernel "bangun" dalam 1 detik untuk memeriksa tugas, mengelola proses (scheduling), dan menghitung waktu sistem.

Analogi: Jika Kernel disetel ke 500Hz, artinya Kernel memeriksa pekerjaan sebanyak 500 kali dalam 1 detik (setiap 2 milidetik).

Target: Software dan prosesor (CPU).

πŸ“Ί Apa itu Refresh Rate? (Kecepatan Layar)

Refresh Rate adalah kemampuan fisik panel layar (hardware) untuk memperbarui tampilan gambar dalam 1 detik.

fungsi Utama: Menentukan seberapa banyak frame gambar yang bisa ditampilkan ke mata manusia.

Analogi: Jika layar Anda 60Hz, maka hardware hanya mampu menampilkan 60 gambar per detik, tidak peduli seberapa cepat software di dalamnya.

Target: Hardware (Panel Layar).

πŸ’‘ Poin Perbedaan Utama

Tujuan Berbeda:

CONFIG_HZ bertujuan untuk Responsivitas (seberapa cepat sistem bereaksi).

Refresh Rate bertujuan untuk Kehalusan Visual (seberapa mulus animasi terlihat).

Dampak Penggunaan:

CONFIG_HZ tinggi (misal 500Hz) membuat Input Lag berkurang. Jeda antara sentuhan jari Anda dan reaksi sistem menjadi lebih instan.

Refresh Rate tinggi (misal 120Hz) membuat pergerakan scrolling dan animasi terlihat sangat halus di mata.

Batasan Hardware:

Mengubah Kernel ke 500Hz TIDAK AKAN mengubah layar 60Hz menjadi 120Hz. Layar tetap akan menampilkan 60 frame per detik, namun sistem di belakangnya bekerja lebih sigap.

πŸ”₯ Mengapa Gamers Memilih 500Hz?

Meskipun tidak menambah FPS atau kehalusan layar secara visual, 500Hz sangat penting untuk:

Low Input Latency: Sangat terasa saat bermain game kompetitif; tembakan atau gerakan karakter terasa lebih sinkron dengan sentuhan jari.

Better Scheduling: Kernel lebih cepat memindahkan tugas ke core CPU yang kosong, sehingga meminimalisir kejadian "stuttering" tiba-tiba saat beban berat.

⚠️ Efek Samping: Konsumsi Baterai

Karena CPU dipaksa untuk lebih sering "terbangun" (500 kali per detik dibanding 250 kali), maka konsumsi baterai pada varian 500Hz akan sedikit lebih boros.

Saran: - Gunakan 250Hz/300Hz jika Anda mengutamakan ketahanan baterai untuk penggunaan harian (Daily).

Gunakan 500Hz jika Anda mengutamakan performa mentah dan kecepatan reaksi saat bermain game.

Kesimpulan

Kernel 500Hz adalah tentang "Kecepatan Otak", sedangkan Layar 120Hz adalah tentang "Kehalusan Mata". Keduanya adalah hal yang berbeda namun saling melengkapi untuk performa Android yang maksimal.

Report Page