Aaa

Aaa


Sebagai seorang yang tak pandai dalam pelajaran Bahasa Indonesia, cukuplah saya pusing dalam memaknai 2 kalimat ini :

1. " Teman menyerupai setan "

2. " Setan menyerupai teman "


Kalimat pertama saya artikan sebagai " Teman berwujud setan", sedang kalimat kedua berarti sebaliknya " Setan berwujud teman"


Anggaplah setan dan teman ini berwujud dan kasat mata, bukankah sedari kecil kita sudah mafhum bila setan identik dengan keburukan. Akan sangat manusiawi jika pada akhirnya saya akan memilih yang kedua karena yang tertangkap dari indra penglihatan saya adalah perwujudan teman.


Oleh sebab itu wahai engkau anak manusia berprasangka baiklah tatkala engkau ditahbiskan sebagai " Teman yang menyerupai setan" karena sejatinya hanya wujudmu yang mereka perkarakan, janganlah engkau putuskan silaturahim hanya karena lisan yang tak terjaga, bukankah sudah sepantasnya seorang teman saling mengingatkan atas kesalahan, menutup aib serta keburukan, berbagi kebahagian dan hal-hal baik.


Maafkan saya jika terlampau kekinian dengan latah menukil salah satu hadist