White and Beautiful.

White and Beautiful.


Langit biru itu tampak penuh dengan titik putih; berjatuhan di surai putih seorang laki-laki yang tengah asyik berlarian di atas salju. Tawanya lepas saat ia melempar bola-bola salju ke arah teman-temannya.

“Heyy, terima ini!” teriaknya—melempar bola salju berukuran lumayan dengan tenaga penuh hingga…

“HEI!”

Laki-laki itu—Lulhain—terdiam. Salah arah.

Bola salju tersebut tanpa sengaja melesat masuk ke sebuah rumah melalui jendela yang terbuka tanpa tirai. Lulhain segera berlari dan bersembunyi di balik boneka salju yang sempat ia buat sebelumnya.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki bertubuh besar keluar dari rumah itu dengan alis berkerut. Matanya menyapu halaman, lalu berhenti pada rambut putih yang menyembul dari balik boneka salju—senyum tipis terukir, penuh kemenangan.

“Siapa pun yang lempar bola salju ini,” ucapnya datar, “kalau kamu keluar—free es krim.”

Belum sempat kalimat itu selesai, Lulhain sudah meloncat ke arahnya.

“Aku! Aku yang lempar, Mr. Sukuna!”








Report Page