What I Felt.
Kais.ㅤㅤSesuai tanggal; 26 November 2025.
ㅤBeberapa hari setelah kamu ulang tahun dan setelah kita sempat berinteraksi, aku udah duga itu akan menjadi salah satu interaksi kita yang lumayan panjang, tapi aku enggak pernah duga bakal sekangen ini dengan interaksi kita.
ㅤTemen-temen aku udah pada kesel, heran kenapa aku masih kangen sama kamu, kangen interaksi kecil kita, pokoknya masih berusaha ada didekat kamu padahal berapa bulan yang lalu kamu pernah tolak aku, jujur kalau kamu lagi dekat sama yang lain.
ㅤAku akui aku bodoh, kayak orang yang baru pertama kali jatuh cinta. Nyatanya, mungkin karena ada rasa nyaman yang aku rasain setiap interaksi sama kamu. Tapi aku juga tau, kamu friendly, dan aku enggak bisa menghindari fakta tersebut.
ㅤAku juga enggak ada hak untuk ikut campur masalahmu, ikut campur kehidupanmu. Sebenarnya yang lalu juga sama, aku enggak ada hak sama sekali, karena fakta yang sebenarnya kita temenan, temen tapi mesra? hubungan tanpa status? hanya temen saja? atau cuman orang asing yang punya kenangan?
ㅤAku ngungkapin apa yang ada dihatiku sekarang, apa yang ada diotakku sekarang. Aku enggak bisa bohong kalau aku kangen, tapi kalau kamu ngeh ataupun sadar, aku bahkan enggak berani ngobrol sama kamu secara langsung seperti biasanya, aku cuman bisa natep kamu yang bahkan bisa aku bilang itu bukan natep, tapi ngelirik kamu doang. Tingkah aku yang lalu itu enggak bisa dimaafin dengan alasan kalau aku denial, trust issue karena masa lalu yang bahkan enggak mau aku bilang masa lalu karena jelek banget kisahnya???
ㅤMasih banyak yang mengganjal di aku, enggak di kita karena menurut aku kita udah clear dari lama, cuman karena aku yang overreacting dan overthinking yang membuat aku berpikir kita masih ada yang harus diselesaikan. Menurut aku. Aku sendiri bahkan enggak tau apa isi otakmu ataupun hatimu, rasanya tertutup banget. Mungkin ada banyak hal yang kamu tau tentang aku, tapi enggak dengan aku tentang kamu.