VOL. III | ABOUT GERVASO COMUNITY | 1998` exaggerated

VOL. III | ABOUT GERVASO COMUNITY | 1998` exaggerated

Elgard Gahar Verhauvent

Cafe BYT, Chigaco-toronto


" Alasan lu bikin geng geng an gituan apa deh? Kagak ada gunanya, mending kerja dah, kan lu punya banyak duit juga " Ucap Ammar dengan tatapan heran


Gahar mengendikkan bahunya " Jangan coba bikin arus baru buat hidup gua, gua ga suka banyak tekanan, lebih suka kerja penuh kebebasan, kalau lu ngajak gua kesini cuman buat ngobrolin ginian, mending gua pulang " Ucap Gahar tidak tertarik dengan pembahasan maupun topik yang dibahas kakaknya.


Ammar menghela nafasnya pelan, ia paham betul dengan tabiat saudara kembarnya yang selalu menolak perihal rencananya, karena memang tidak akan bisa mengatur kemauan adiknya itu, apalagi perihal pekerjaan, karena ia tau sendiri, faktanya adiknya sangat mencintai pekerjaannya.


" Duduk dulu har " Ucap Ammar sambil menahan tangan adiknya, yang bersiap pergi dari hadapannya.


" Gua basa basi aja, gua baru tau soal kerjaan lu, karna (.) bilanh ke gua kalau selama ini kerjaan lu itu, lu selalu bilang pekerjaan lu gak itu dan begonya gua, percaya percaya aja, alasan lu kerja itu apa? Lu taukan resikonya? " Ucap Ammar sambil menatap adiknya khawatir


" Jadi agant rahasia dibalik ketua geng aja lebih seru dari pengusaha. " Ucap Gahar santai, sambil menyeruput kopi yang dipesankan oleh kakaknya


Ammar kembali menghela nafas kasar karena jawaban yang terlontar bebas dari mulut adiknya, mengusap kasar frustasi wajahnya, ia khawatir namun yang ia lawan jelas bukan orang yang bisa diatur dengan mudah.


" Baiklah, tapi apa yang mendasari ada komunitas ini? Bukannya komunitas berbanding terbalik sama pekerjaan lu sekarang? " Tanya Ammar lagi


Gahar melipat kedua tangannya didada, dan menatap kakanya dengan senyuman yang tampak misterius bagi Ammar " Kata siapa berbanding terbalik? Bukankah di negara kita banyak koruptor? Penghianat dan penjilat? Memberantas mereka adalah perbuatan paling baik, dan juga, geng gua cuman membasmi hama sampah masyarakat aja, jadi kalau lu ngerasa gua jahat karna bunuh banyak koruptor dan tikus2 negara, lu bisa apa buat negara lu? Budak korporat gabakal paham bahasa gua " Kekehan diakhir membuat Ammar tersulut emosinya.


Gahar melihat jelas tatapan tajam dan rahang yang mulai mengeras dari orang yang berada dihadapannya, Ammar diam, ia meminum, minuman yang sudah ia pesan sampai terlihat kosong, Gahar dengan tenang, masih menunggu jawaban yang akan diberikan.


" Gua pulang. " Ucap Ammar sambil berlalu begitu saja


Gahar tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, begitu mudah untuk membuat kakaknya bungkam " Kayanya si () yang ngasih tau " Gumam pelan Gahar sambil beranjak pergi dari cafe tempatnya bertemu dengan kakaknya.

Report Page