Perihal Senja.

Perihal Senja.

Eleanor, A.

Guratan indah yang terlukis pada langit luas, dengan warna indahnya menandakan hari sedikit lagi akan berubah menjadi gelap. Orang-orang selalu menyukai bagaimana indahnya langit senja dengan guratan merah bercampur dengan sedikit jingga, juga merah muda serta sedikit kekuningan. Senja memang indah bagi beberapa orang, tapi tidak baginya. Senja selalu membawanya kembali pada kenangan pahit yang pernah terjadi di masa lalu.

Leenina selalu dikenal sebagai seorang gadis ceria dan disukai oleh banyak orang. Perangainya yang baik serta tutur kata sopannya seringkali membuat banyak orang terkagum-kagum akan sosoknya. Orang-orang tidak pernah tau bahwa dia menyimpan berbagai macam hal dalam dirinya, hal yang tidak bisa ia ungkapkan kepada siapapun dan selalu ia simpan sendirian. Sampai akhirnya, dia menemukan dunianya. Dunia yang membuatnya dapat menumpahkan segala hal yang ada dalam pikirannya, segala resah, suka, bahkan duka. Dunianya adalah Benjamin, seorang pria yang berada satu tingkat diatasnya, seorang senior di kampusnya. Seorang yang tidak banyak dikenal orang, seseorang yang cukup tertutup, pendiam, dan terbiasa menyimak dibandingkan berbicara. Mungkin jika di deskripsikan menggunakan karya indah milik Nadin Amizah, Benjamin merupakan manusia dengan sedikit kata seperti apa yang Nadin tuliskan dalam karyanya yang bertajuk Sorai.

Pertemuan keduanya mungkin terasa klise, cerita klasik yang mungkin orang-orang sudah bosan dalam membacanya. Jadi, sepertinya tidak perlu pula diceritakan dengan panjang lebar bagaimana mereka saling bertemu sampai akhirnya menjadi dekat, sedekat nadi. Hubungan mereka selalu terlihat indah bahkan jika dilihat oleh orang-orang yang tidak pernah mengenal mereka. Segalanya terlihat menyenangkan sampai-sampai mereka berhasil membuat banyak kerabat dekat merasa iri. Mereka berhasil, berhasil dalam hal saling melengkapi, saling memahami, dan saling menghargai satu sama lain. Bahagia bisa di dapatkan dari hal-hal sederhana, sesederhana hujan-hujanan bersama di sore hari ketika tengah mengendarai motor di tengah hiruk pikuk ibukota, atau sesederhana menyantap es krim vanila satu cup berdua di kedai es krim legendaris ragusa, mungkin juga sesederhana meluangkan waktu untuk pergi ke perpustakaan nasional dengan embel-embel menyelesaikan tugas akhir yang tidak ada ujungnya.

Segalanya berjalan dengan indah, bagaikan melodi yang keluar dari kotak musik kecil hadiah dari nenek. Bulan demi bulan, tahun demi tahun dilalui bersama, sampai pada suatu sore. Sore yang indah sama seperti sore-sore sebelumnya, guratan merah menghiasi langit ibukota. Ternyata, kabar yang didapatkan tidak seindah guratan merah sore itu, Leenina mendapatkan panggilan yang menyatakan bahwa dunianya telah berakhir. Benjamin selama ini memang mempunyai penyakit bawaan sejak kecil, yang mengharuskannya untuk melakukan pemeriksaan setiap bulan, dan ternyata hari itu penyakitnya memburuk dan menyebabkan komplikasi yang tidak lagi bisa ditangani oleh dokter terhebat sekalipun. Hari itu, dia pergi, pergi untuk selamanya, pergi ketempat yang tentunya jauh lebih baik. Leenina tidak pernah menyangka dunianya akan berakhir secepat kedipan mata, namun ia hanya bisa berserah diri pada Yang Maha Kuasa. "There'll never be anyone that can replace you, Ben" She said.


15 Februari 2022


Hi, Ben? is it good up there? just wanna say that I'm doing good down here.
Hari-hari memang sebenarnya terasa berat tanpa adanya hadirmu, atau mungkin ini semua hanya karena aku terlalu biasa bersamamu sampai lupa rasanya bagaimana tanpamu. Maaf ya kalau aku masih sering nangisin kamu di malam-malamku, tapi semoga sedihku tidak menjadi bebanmu disana ya? Kamu inget gak, ada banyak hal di bucket list kita yang belum berhasil kita wujudin bareng-bareng, tapi kayanya sekarang aku harus wujudin sendirian ya? tapi gak apa apa, It's always fun to do the things that you love, karena kita berbagi kesukaan dan hobi yang sama, bahkan selera humor kita juga berada dalam frekuensi yang sama. Terima kasih karena kamu udah berhasil bertahan sampai hari terakhir kamu ya? it must be so hard for you too, dan sekarang udah gak sakit lagi kan?

Masih inget gak? satu hari sebelum kamu pergi, kita sempet pesen tiket konser sal priadi yang akan digelar dibulan september. Aku bakal tetep dateng kesana dan nyanyi dengan sepenuh hati karena sal priadi salah satu orang yang kamu kagumi kan? Sama kaya lirik di salah satu karya beliau, "Koleksi suasana asyik, perasaan-perasaan yang baik, cintanya besar-besaran", aku akan lakuin itu selalu. Makasih ya, udah kenalin aku ke orang sekeren Sal Priadi.

Makasih ya, Ben. Kamu selalu ngelakuin yang terbaik buat aku. Maaf kalau aku dulu sering nyusahin kamu karena cengengnya aku, makasih juga karena udah selalu sabar pas lagi sama aku. Sekarang, kamu udah gak capek lagi.

Selamat istirahat, sayang. Terima kasih sudah selalu menjadi besar bestari dan manfaat untuk semua orang termasuk aku sampai akhir.

Report Page