Transmigrasi ; Ayas

Transmigrasi ; Ayas

by Jimmy


Kerja. Kerja. Kerja.


Hanya itu yang ada di pikiran gadis cantik berumur 20 tahun, dengan tubuh ramping dan otak yang cemerlang. Dia lah Ayas. Seorang gadis tegas yang memiliki puluhan perusahaan di berbagai penjuru dunia. Namun, apakah ia bahagia? Seseorang pernah menanyakan hal itu padanya. Ayas hanya diam dan memandang yang penanya dengan tatapan yang sulit dimengerti.


Hahh.. Entah kenapa, akhir akhir ini tubuhku terasa sangat berat. Apa aku sakit? atau hanya efek kelelahan? Mungkin opsi kedua adalah jawabannya. Jujur saja, sudah hampir 5 bulan aku tidak bisa beristirahat dengan benar. Selalu saja ada yang mengganggu tidur nyenyakku. Terutama adalah beberapa pengkhianatan yang banyak terjadi di perusahaanku akhir akhir ini. Aku benci mereka.


Pagi ini, seperti biasa aku berangkat ke kantor hanya dengan selembar roti untuk sarapan. Bukannya apa apa, tapi aku tidak sempat untuk memakan masakan yang sudah bibi siapkan. Selalu saja, ada rapat penting di pagi hari. Dan sebagai seorang bos yang teladan, aku juga harus berangkat pagi.


Macet. Hal ketiga yang aku benci setelah keluarga dan pengkhianat. Ada apa lagi ini? Batinku sambil berdecak cukup keras. Aku turun dari mobil dan mendekat ke arah polisi yang berjada disana.


"Permisi, ini ada apa ya pak?" tanyaku sopan.

"Oh, begini. Disana ada orang yang membawa pistol dan menembakkannya ke sembarang orang. Sudah ada beberapa korban disini. Kalau bisa, anda jangan disini, takutnya ada peluru yang malah diarahkan ke anda."


Setelah mendengar kata-kata itu, aku hanya mengangguk lalu mengucapkan terimakasih. Aku membalikkan tubuhku hendak kembali ke mobil. Namun, tiba tiba aku merasakan kepala belakangku terbakar dan rasanya sangat sakit. Aku terduduk di aspal, pandanganku perlahan buram, lalu hitam. Ya, aku mati.


Begitulah bagaimana aku bisa mati dan mengalami yang namanya transmigrasi. Iya, jiwaku berpindah ke tubuh orang lain. Mungkin kalian tidak akan percaya. Namun, aku mengalaminya sendiri. Saat bangun, seluruh tubuhku terasa nyeri dan setelah sadar, aku baru tahu bahwa aku sudah tidak berada di tubuh asliku.


Aku sudah hampir 2 minggu berada di tubuh dan dunia yang asing ini. Disini sangat berbeda dengan dunia asliku. Banyak orang yang memiliki semacam kekuatan super, termasuk aku. Aku memiliki kekuatan untuk mengendalikan angin. Mungkin dulu, karena nyatanya, sekarang aku tidak bisa mengendalikan kekuatan itu.


Selain itu, ternyata ada tujuanya aku di tempatkan di dunia ini. Yaitu, untuk membalaskan dendam sang pemilik tubuh yang asli. Sebenarnya itu sangat mudah bagiku. Karena di dunia yang dulu, aku memang cukup terkenal sebagai 'thorny roses' yang berarti, aku berbahaya dan tidak secantim kelihatannya.


Untuk sekarang, tahap pembalasan dendamku sudah berjalan setidaknya 80%. Iya, sudah hampir selesai dalam hanya dalam 2 minggu. Aku cukup bangga dalam hal itu. Yah, setidaknya aku diberi satu imbalan saat selesai membalaskan dendam. Yaitu bahwa aku boleh hidup di tubuh ini dengan sesuka hati, hingga ajal menjemputku untuk yang kedua kalinya. Hal ini juga menjadi keinginanku, semoga saja bisa benar benar terjadi.

Report Page