Takdir
Isna Asti N.C“Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." Mungkin kata-kata dari Umar Bin Khattab tersebut yang dapat menggambarkanku berada di instansi besar ini, BPJS Kesehatan. Mencoba menggali lagi memori indah awal perjalananku bisa berada disini. Pada bulan Mei dua tahun silam, 2021 salah satu temanku memberi tahu ada lowongan pekerjaan di BPJS Kesehatan, setelah itu langsung aku cek di official Instagram BPJS Kesehatan ternyata memang benar BPJS Kesehatan sedang membuka lowongan pekerjaan tidak tetap untuk posisi verifikator klaim covid, setelah stalking beberapa medsosnya aku bergagas mengumpulkan syarat-syarat yang harus dipenuhi karena memang harinya sudah mepet dengan deadline pendaftaran, yaapp aku mendafar di hari terakhir sebelum pendaftaran itu ditutup.
Dengan modal ijazah S1 yang aku dapatkan delapan bulan sebelumnya aku mendaftar sebagai verifikator klaim covid. Setelah proses pendafataran dan upload foto di Instagram aku lakukan, tiba saatnya aku mendapatkan email untuk mengikuti tes tertulis yang saat itu dilakukan secara online. Tanggal 18 Juni handphoneku berbunyi, ternyata apa yang aku tunggu tiba, notifikasi email dari BPJS, alhamdulillah aku masih bisa lanjut untuk mengikuti tes wawancara. Di tanggal 24 juni, dimana kami para kandidat dikumpulkan dalam zoom meeting dan melakukan wawancara dengan kantor pusat. Deg-degan? Sudah pasti. Namun mencoba untuk tetap tenang dan melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh. Dua minggu setelah wawancara ternyata aku kembali di hubungi via whatsapp oleh bagian SDM BPJS Kesehatan KC Surakarta diminta untuk datang ke kantor pada tanggal 5 juli 2021, dalam hati bertanya apakah ini tanda-tanda...*hiyaa akupun penasaran, yang jelas tetap mempersiapkan apapun yang terjadi, tetap optimis dan selalu menyiapakan ruang untuk kecewa, sebab tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapat.

Pagi-pagi ditemani motor yang sudah menemaniku sejak awal kuliah menuju perjalanan 36 km dari rumah aku bersiap berangkat. Sebelum berangkat tak lupa aku menikmati masakan dari tangan ajaib Ibu. Dengan iringan doa dan semangat dari orangtua, aku berangkat menuju kantor cabang BPJS Kesehatan Surakarta, sampai disana aku duduk dikursi dekat parkir sambil menunggu kandidat yang lain, setelah beberapa saat aku bertemu dengan ke empat kandidat yang akan mengikuti tes wawancara lanjutan dengan kepala cabang. Tidak lama kemudian bagian SDM datang dan kami satu persatu diberi arahan untuk masuk ke ruang rapat. Sedikit grogi, sambil berdoa aku masuk ke ruang rapat dan di sambut dengan ramah & suasana yang tidak menegangkan, di ruangan tersebuat ada Ibu Yesy yang saat itu masih menjadi kepala cabang, Pak Indra saat itu masih menjadi kepala bagian SDM KC Surakarta, dan Bu Tiwi case manager Penjamin Manfaat dan Utilisasi. Sapaan ramah dan sambutan hangat di awal mengurangi kegrogianku di dalam ruangan tersebut, setelah wawancara selesai aku keluar menuju ke tempat sebelum wawancara tadi. Setelah semua kandidat sudah melakukan wawancara tiba saatnya kami mendapat pengumuman dari SDM dimana hanya tiga dari lima orang tersebut yang dapat bergabung di BPJS Kesehatan KC Surakarta, dua orang telah dipanggil dan orang ketiga yang dipanggil bukan atas namaku, sebab memang saat itu aku masih menjadi mahasiswa aktif walaupun sudah ada ijazah S1. Setelah selesai bagian SDM mengumumkan hasil final yang diterima, aku pulang.
Lantas apa sampai disitu saja lalu aku berhenti? Tentu tidak, siang hari di minggu yang sama dengan pengumuman final BPJS Kesehatan, Allah memberi jalan untuk aku, saat aku sedang bermain sosmed muncul lowongan pekerjaan dari dinkes Jawa Tengah, recruitmen TPKD Provinsi, dimana di hari itu juga pukul 12.00 untuk terakhir pendaftarannya. Tidak ada kata nanti, aku langsung apply yang memang berkas-berkas dari BPJS masih aku simpan. Setelah menjalani proses pendafatran dan melakukan tes, alhamdulillah aku diterima. Bada ashar 11 Juli 2021 aku berangkat ke semarang membawa pakaian dan barang yang akan aku pakai selama disana, karena memang kami diberi tempat tinggal selama masa kontrak, di BAPELKES Semarang. Selama 2 bulan kerja di Semarang aku sering bolak balik solo-semarang karena saat itu memang masih sambil kuliah namun online jadi terkadang jika mengharuskan untuk datang ke kampus aku pulang ke solo. Terus gimana cara aku ngatur kuliah sambil kerja? Jadi pagi sampai sore aku tetap kerja, sedangkan tugas-tugas kuliah biasa aku kerjakan malam hari atau jika sudah deadline tapi tugas belum selesai, aku selesaikan pagi hari sebelum berangkat kerja dan alhamdulillah semua Allah permudah, tentunya tak terlepas dari doa orangtua.

Bulan November 2021, ada satu momen galau saat aku masih bekerja di TPKD Jateng. Saat itu aku dan beberapa temanku ada tugas untuk pertemuan TPKD Provinsi se-Indonesia di Jakarta selama 14 hari, dan ternyata dipertengahan tanggal tersebut bertepatan di hari wisudaku, bingung tapi sambil mulai putar otak mana yang harus dipilih. Namun alhamdulillah-nya Allah bantu lagi, aku bisa mengikuti semua agenda di Jakarta dan tentunya masih tetap bisa mengikuti wisuda secara offline di Solo.
Singkat cerita, bulan Desember telah terlewati dan tibalah hari itu, selasa tanggal 4 januari 2022 bada dzuhur handphoneku berdering, terpampang sederet angka muncul di layar, yang artinya nomer tersebut belum ada di kontak handphoneku, hatiku tergerak untuk mengangkat telefon itu, tak disangka dari SDM BPJS Kesehatan KC Surakarta memberi kabar untukku hari itu juga pukul 15.00 aku diminta untuk datang ke kantor. Kembali menginjakkan kaki di KC Surakarta masih dengan rasa yang sama, deg-degan, aku masuk ke dalam menemui SDM. Kabar yang aku harapkan beberapa bulan sebelumnya kini Allah jawab di waktu yang tepat, memang benar Allah adalah sebaik-baiknya perencana. Sudah tidak lagi berstatus mahasiswa dan tidak lagi berada dalam masa kontrak di TPKD kini aku bisa berada disini, menjadi bagian dari PMU KC Surakarta yang dimana aku bertemu dengan tim yang kompak dan hebat, lingkungan kerja yang nyaman, teman kerja yang sangat menyenangkan, dan atasan yang baik serta mangayomi. Memang benar kata pepatah, rezeki tidak melulu tentang uang, bisa bertemu dan diterima dengan sangat baik di lingkungan baru adalah rezeki tak ternilai. Alhamdulillah..
Sekian, terima kasih sudah berkenan membaca :)


