Shalat...
v.gd/sholat • v.gd/shalatبسم الله الرحمن الرحيم
Jagalah Shalat
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mengerjakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberikan rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Thoha 132]
مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ
Barangsiapa yang lupa mengerjakan suatu shalat, maka hendaknya dia mengerjakannya ketika dia ingat, tidak ada kafarat baginya kecuali demikian. [HR. Abu Dawud 442, Bukhari 597, Muslim 684]
* Perintahkan Keluargamu Mendirikan Shalat
* Kedudukan Shalat Dalam Islam
Jangan Tinggalkan Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat. [HR. Muslim 82]
بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
(Pemisah) antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat. [HR. At Tirmidzi 2620, Abu Dawud 4678, An Nasai 464, Ibnu Majah 1078]
بَيْنَ الْكُفْرِ وَالإِيمَانِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
(Pemisah) antara kekufuran dan iman adalah meninggalkan shalat. [HR. At Tirmidzi 2618]
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya ia telah kafir. [HR. Ibnu Majah 1079, An Nasai 463, At Tirmidzi 2621]
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ
Dahulu para sahabat Muhammad ﷺ tidak berpendapat sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat. [HR. At Tirmidzi 2622]
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At Tahrim 6]
Bahaya Meninggalkan Shalat
* Bagian 3 - Perkataan Sahabat Nabi
* Bagian 4 - Perkataan Tabi'in
Cara Shalat
Nabi ﷺ bersabda,
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” [HR. Bukhari 6008]
Website
Cara Sholat.Com / Bekal Shalat UFA
Youtube
Wudhu dan Shalat / Cara Shalat.com / Cara Shalat, Yufid / Cara Tayamum / Tata Cara Shalat
Audio MP3
Tata Cara Sholat / Bekal Sholat / Sifat Shalat Sunnah
Belajar wudhu, belajar shalat bukan hanya tugas santri TPA saja, tapi tugas kita semua sepanjang hayat sepanjang jiwa belum berpisah dengan badan. Juga ilmu agama yang lainnya.
Shalat Berjamaah
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang rukuk.” [QS. Al-Baqarah 43]
Keutamaan dan Kewajiban Shalat Berjamaah
* Bagian 4 Dalil Shalat Berjamaah
Banyak orang tidak semangat menghadiri shalat berjamaah. Padahal mereka tidak memiliki alasan sebanyak dan seserius ‘Abdullah bin Ummi Maktum رضي الله عنه Beliau memiliki enam udzur:
1) Penglihatannya sudah tidak berfungsi, 2) Tidak ada penuntun ke masjid, 3) Rumah jauh dari masjid, 4) Banyak pepohonan antara masjid dan rumah, 5) Banyak serangga dan binatang buas, 6) Sudah tua dan badannya lemah.
Namun ketika ia meminta keringanan kepada Nabi ﷺ untuk tidak shalat di masjid, ternyata Nabi ﷺ tetap mewajibkan untuk shalat berjama’ah di masjid, tidak cukup dengan shalat di rumah. [Baca Shalat Berjamaah]
Lalu bagaimana dengan kita yang alasannya sangat sepele? Tentu lebih tidak diterima.
Shalat Sunnah
Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ.
“Pada hari kiamat pertama kali yang akan Allah hisab atas amalan seorang hamba adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka ia akan beruntung dan selamat, jika shalatnya rusak maka ia akan rugi dan tidak beruntung. Jika pada amalan fardhunya ada yang kurang maka Rabb ‘azza wajalla berfirman: “Periksalah, apakah hamba-Ku mempunyai ibadah sunnah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang?” lalu setiap amal akan diperlakukan seperti itu.” [HR. Tirmidzi 413, Abu Dawud 864]
Baca buku
Jadwal Shalat
Jadwal Sholat.org / Jadwal dari Google.com