Siapakah Komunis Itu ……. ?
Publisher
1. Mereka adalah Ateis Anti Allah
- Ajaran komunisme didasarkan pada pemikiran Karl Marx. Di antara pemikiran Karl Marx adalah agama merupakan “opium” alias candu masyarakat. Menurutnya, karena agama, masyarakat menjadi tidak maju dan tidak bersikap rasional (tidak masuk akal). Baginya, agama yang mengajarkan adanya Tuhan atau pencipta yang serba bisa hanya menipu dan menyesatkan masyarakat. Agama juga akan menjadi penghalang manusia untuk menyangkal dan memperbaiki hidupnya yang sedang ditindas.
- Masih menurut Karl Marx, seandainya tuhan tidak ada, maka manusia bisa hidup bebas dan bermartabat.
- Dalam komunis agama dianggap sebagai candu karena mengurangi etos kerja. Menurut mereka, secara licik agama menciptakan kelas-kelas untuk menenangkan rakyat tertindas. Semakin mengonsumsi agama, manusia akan semakin gila atau bahkan ia sudah lebih gila sebelumnya.
- Paham anti-Tuhan Karl Marx diikuti oleh filosof keblinger lainnya, seperti Bebel yang dalam bukunya, ‘Die Frau’ mengatakan, “Bukan Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang menciptakan Tuhan dalam otaknya sendiri.”
- Iosif (Josef) Vissarionovich Stalin (18 Desember 1878 –5 Maret 1953) adalah pemimpin Uni Soviet yang merupakan tokoh komunis, Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama setelah membaca buku karya Charles Darwin (teori yang menyebutkan bahwa asal usul manusia dari binatang).
2. Mereka Materialistis (Segala Sesuatu Diukur dengan Harta)
- Menurut Marx manusia bekerja, maka dia ada (hidup). Hakikat manusia menurutnya, bahwa ia adalah makhluk pekerja (homo laborans). Bagi komunis materialis, materi dijadikan sebagai tolok ukur kebenaran.
- Menurut Marx, manusia tidak memperdulikan perihal-perihal materi yang sudah tentu hadir dalam kehidupan nyata. Manusia hanya terlena dengan khayalan-khayalan mereka tentang agama dan kehidupan akhirat.
- Menurut mereka tidak ada tuhan dan hidup adalah materi. Artinya segala sesuatunya diukur dengan materi.
3. Mereka Menentang Kelas dalam Kemasyarakatan
- Dalam komunisme, sejarah umat manusia diartikan sebagai pertarungan antara kaum borjuis (menengah ke atas) dan kaum proletar (rakyat jelata).
- Kaum komunis menganggap bahwa selama ini kaum borjuis menindas kaum proletar. Sehingga menurut mereka tidak boleh ada perbedaan kelas di masyarakat.
- Di Indonesia, para komunis membuat provokasi bahwa haji-haji adalah kaum borjuis. Karena tidak ada orang yang bisa haji kecuali orang yang kaya. Dengan provokasi inilah banyak tokoh agama yang diburu oleh kaum komunis.
- “Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas”, demikian kalimat pembuka dari buku Manifesto Komunis karya Karl Heinrich Marx (tokoh komunis).
4. Mereka Mengingkari Hak Milik Pribadi
- Jargon sama rasa dan sama rata mejadi yang paling populer dari komunisme. Dengan kata lain hak milik pribadi diingkari. Menurut mereka jika ada yang lebih kaya maka hartanya harus diambil dan dibagi rata dengan yang lain.
- Menurut mereka dalam masyarakat tidak boleh ada perbedaan. Jadi tidak ada yang lebih atau paling kaya.
5. Mereka menghalalkan segala cara
- Bagi komunis semua serba boleh, karena lepas dari keyakinan dan agama.
- Aturan-aturan yang terkonsep dalam agama dianggap sebagai penghalang untuk mendapatkan materi.
- Josep Stalin pernah suatu kali diperingatkan tentang perbuatannya oleh istrinya sendiri, namun istrinya malah dibunuh.
6. Mereka pemberontak yang kejam dan bengis
- Lenin (salah satu tokoh komunis dunia) berucap: “Hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi masalah. Sebab, yang terpenting ialah sisanya, yang seperempat, menjadi komunis.”
- Di Kamboja, gerakan komunis Khmer Merah membunuh jutaan penduduk yang tidak sepaham denagan mereka.
- Josep Stalin, tokoh komunis Rusia terkenal bengis, kejam, sadis, diktator dan keras kepala. Dalam menyingkirkan lawan-lawannya, Stalin melakukan pembantaian, pembunuhan dan pembuangan. Diperkirakan ia telah memerintah pembunuhan sekitar 30 juta penduduk Rusia dan sekitarnya.
- Mao Zedong (tokoh komunis China) dalam percakapannya dengan DN Aidit mengatakan:
Mao : “Habisi jenderal-jenderal reaksioner dalam satu kali pukul mereka akan menjadi seekor naga tanpa kepala yang tunduk pada perintahmu.”
Aidit : “Berarti kami harus membunuh banyak jenderal?”
Mao : “Di Shensi Utara saya bunuh 20 ribu pembangkang dalam satu kali pukul.”
- Di Indonesia tercatat dua pemberontakan terjadi, pertama di Madiun tahun 1948 dipimpin oleh Muso dan tahun 1956 pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dipimpin oleh DN Aidit berujung pembunuhan terhadap 6 jendral tinggi.
7. Mereka adalah pendusta besar
- Kaum komunis berdusta tentang jargon sama rasa sama ratanya. Di negara-negara komunis petinggi partai komunis di Uni Soviet. Mereka memiliki kehidupan jauh lebih baik dibandingkan rakyat jelata. Makin tinggi posisinya makin banyak kenikmatan yang diperoleh.
- Di Yugoslavia. Pemimpin komunis Yugoslavia, Josip Broz Tito, memiliki kapar pesiar raksasa yang mewah. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan jargon sama rasa sama rata yang mereka dengung-dengungkan.
- DN Aidit di Indonesia. Ia memiliki alat-alat elektronik mewah yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya di masa itu. Padahal, kaum buruh dan petani miskin Indonesia di masa itu dalam keadaan memprihatinkan.
- Janji kaum komunis agar tidak ada penindasan terhadap rakyat kecil merupakan kedustaan yang nyata. Dahulu di Uni Soviet, berani buka suara melawan komunis, berarti siap dibuang ke kamp kerja paksa di Siberia. Di Korea Utara pun demikian. Para anti Komunis digelandang ke kamp konsentrasi di Kaechon.
- Tokoh-tokoh komunis Indonesia masa kini pun juga demikian, mereka berdusta dengan mencoba memutar balikkan fakta tragedi G-30 S yang seakan-akan menjadikan mereka sebagai korban.
Sumber:
- http://mahad-assalafy.com/komunis-kaum-pemberontak/
- http://mahad-assalafy.com/siapakah-komunis-bagian-2/
Disunting tanpa mengurangi maknanya.