Sekte Quraniyah, pernahkah kamu mendengarnya?
Quraniyah, atau Quranisme, adalah sekte Islam yang menolak Hadis dan menjadikan Alquran saja sebagai sumber agama. Penganut sekte ini percaya bahwa Alquran jelas, lengkap, dan dapat sepenuhnya dipahami tanpa bantuan Hadis. Ini juga didukung sejarah bahwa penggunaan Hadis secara masif sebagai rujukan agama bukanlah hal yang lazim dilakukan sampai Imam Syafii (kurang lebih 200 tahun setelah kematian Muhammad) mempopulerkannya.
Walaupun begitu, sekte ini sepertinya baru muncul di zaman modern. Ini dapat dilihat dari sejarah yang menunjukkan tidak adanya tokoh-tokoh Islam yang diketahui secara pokok mengamalkan pemahaman sekte ini. Tokoh Islam yang memiliki pemahaman mendekati Quraniyah adalah Dirar bin Amr (kurang lebih 200 tahun setelah kematian Muhammad), itu pun dia dikucilkan oleh tokoh-tokoh Islam lain saat itu. Dirar sendiri memiliki pendapat yang bisa dibilang asing di kalangan Islam mainstream, seperti menolak keberadaan siksa kubur, dajal, dan syafaat.
Salah satu faktor berkembangnya sekte ini di zaman modern adalah buruknya citra Islam yang digambarkan dalam Hadis. Hal-hal seperti Muhammad menikahi anak 6 tahun; anjuran menjadikan kencing unta sebagai obat; dan perintah untuk memuja Muhammad lebih dari orang tua maupun nabi-nabi lain itu tidak ada di dalam Alquran.
Selain itu, pada masa setelah Imam Syafii memopulerkan penggunaan Hadis, banyak sekali Hadis-Hadis palsu bermunculan, yang dibuat demi kepentingan para pembuatnya saat itu, misalnya seorang petani jeruk yang menyampaikan hadis anjuran makan jeruk agar jeruknya laku. Bahkan, bisa jadi, sebagian besar Hadis yang ada saat ini sebenarnya hanyalah Hadis palsu.
Karena para penganut Quraniyah tidak menggunakan Hadis, cara mereka mengamalkan Islam sangat asing dan berbeda satu sama lain. Misalnya, seorang Quranis ada yang salatnya duduk saja dan hanya 3 kali dalam sehari. Ini disebabkan tidak adanya tuntunan salat di dalam Alquran secara pasti, dan hal itu memberikan ruang interpretasi yang sangat luas bagi seorang Quranis. Adapun cara salat yang detail, yang umumnya kita lihat saat ini, dapat ditemukan di Hadis.
Seorang Quranis juga mungkin menganggap anjing halal dimakan. Ini karena di Alquran hanya mengharamkan 3 hal untuk dikonsumsi, yaitu babi, darah yang mengalir, serta khamr.
Bagaimana pendapatmu tentang sekte Quraniyah?