Secretly, i love you Rayn.

Secretly, i love you Rayn.

Paris.

Dia Rayn, dan gua Damian. Kami berdua kakak beradik, dan gua harus menerima kenyataan pahit bahwa adik gua adalah tunawicara.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak pikiran gua untuk mendapatkan adik tunawicara seperti Rayn. Satu tahun setelah gua tau Rayn ini seorang tunawicara .. gua down, benar benar terpuruk. Bagaimana tidak? ekspektasi gua mendapatkan adik lucu, ceria, penyayang itu hilang seketika.

Gua harus belajar bahasa isyarat, demi Rayn. Mulai dari menonton video tutorial, membeli buku bahasa isyarat, dan masih banyak lagi. Dulu, saat kami sekeluarga tidak tahu jika Rayn harus menggunakan bahasa isyarat, kami menggunakan buku tulis. Hasilnya nihil, kami tidak bisa sepenuhnya paham apa yang dibicarakan oleh Rayn, baru setelah itu kami mempelajari bahasa isyarat.

Gua duduk di bangku kelas 11, dan Rayn berada di bangku kelas 9. Sudah 9 tahun Rayn hanya bisa duduk dibangku meja belajar dan mendengarkan penjelasan guru privatnya. Ya, dia Homeschooling.

Ketakukan terbesar gua adalah, Rayn bakal dibully. Itu aja, dan gua harus bisa mengendalikan Rayn, karena orangtua gua perlahan mulai membebankan tanggung jawab Rayn ke gua.

Tuk - tuk! jari mungil Rayn menepuk pada bahu tegap milik Damian. "Lo mau apa?" Senyum Rayn melebar, dan ia mulai berbicara dengan bahasa isyarat. "Huruf p, e, l, u, k? Oh lo mau peluk" Rayn mengangguk cepat.

Damian yang tengah duduk diruang tamu itu mengangkat tubuh Rayn, menggendongnya, dan mendaratkan tubuh Rayn pada pangkuannya. Sret! tangan panjang Damian melingkar pada pinggang Rayn, lalu ia memeluk erat adiknya itu. Rayn membalas pelukan abangnya tersebut dengan hangat, mengusap punggung Damian, dan mengecup dadanya.

"Lo kenapa gapake hp lo itu? Gua juga jadinya gampang ngertiin lo" Ujar Damian pada adiknya yang masih berada dalam pelukan hangatnya. Namun Rayn hanya membalas anggukan pelan.

Malam harinya, orangtua kakak beradik itu pulang.

continued.


Report Page