SAAT BAHASA MEMBUKA DUNIA
Muhlis AmiruddinSAAT BAHASA MEMBUKA DUNIA

Matahari pagi masih malu-malu menyapa. Sabtu itu, saya harus Kembali terbang ke Jakarta.
Sebut saja namanya Intan (bukan nama sebenarnya), yang duduk di sebalah seat saya di pesawat Garuda hari itu. Kami berkenalan dan bercerita apa yang kami kerjakan sehari-hari. Intan bekerja di sebuah NGO di Jakarta yang bergerak dalam bidang Kesehatan. Dia sudah bekerja di sana belasan tahun.
**
Yang menarik, saat ada banyak orang yang mungkin malas (atau kelihatan tidak bersemangat) menceritakan pekerjaannya. Intan begitu bersemangat, matanya berbinar, senyumnya mengembang, saat dia menceritakan apa yang dia alami. That’s interesting.
May be this is the dream of every company. To have a talent like Intan to work in your company. Dengan passion, semangat, dan motivasi yang begitu tinggi. Wajar kalau Intan bekerja di situ sudah belasan tahun (sementara banyak star performer) yang meninggalkan perusahaan (resign) setelah beberapa tahun. Jleb! First learning, hire people based on their passion, not only the competences.
**
Kemudian saya bertanya pada Intan,”What brought you to this job?”
Intan tadinya adalah mahasiswa kedokteran, tetapi karena dia aktif sebagai atlit basket, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari fakultas kedokteran, kemudian putar Haluan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sekarang dia bersyukur sekali bahwa dia berputar haluan. Bahwa akhirnya dia melakukan pekerjaan yang dia suka (sesuai passion-nya). Dan tentu saja sekarang dia perform well in the company she works well now.
What can we learn? There is no more PLAN in your life. Life is full of uncertainty. (Kehidupan penuh dengan ketidakpastian). Yang kita bisa buat adalah FLAN (Flexible Plan). Seperti Intan yang tadinya bercita-cita menjadi dokter, kemudian berganti haluan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan ternyata malah di sini, dia mempunyai karier yang cemerlang.
**
Terus, “Bagaimana Intan mendapatkan pekerjaan ini?,” tanya saya.
Intan tersenyum tipis dan menjawab,”Kebetulan saya hobby berbahasa Inggris.”
Jadi saya memang mempunyai network yang cukup banyak dalam dunia Kesehatan, terutama dengan NGO yang banyak sekali didanai oleh negara lain. NGO membutuhkan banyak staff yang fluent berbahasa Inggris dan mempunyai background pendidikan dalam bidang Kesehatan.
Kembali di sini kita melihat bahwa Bahasa membuka dunia, Bahasa membuka peluang, dan Bahasa membuka kesempatan. Saya masih terheran heran dengan mereka yang hanya menguasai satu atau dua Bahasa. Padahal begitu banyak opportunity akan terbuka, saat kita menguasai banyak Bahasa.
Ada banyak cara mendapatkan kesuksesan. Bahasa adalah salah satunya. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.
**
Jose Morinho adalah asisten dan penterjemah pelatih FC. Porto (Bobby Robson), Selama bertahun-tahun dia menjadi penterjemah , katrena pelatihnya berbahasa Inggris, dan pemain-pemainnya berbahasa Portugis. Ternyata Morinho bukan hanya penterjemah, dia banyak belajar ilmu strategi sepakbola, dan ilmu melatih dalam hubungannya dengan Bobby Robson. Sekarang Morinho menjadi salah satu pelatih bola termahal di dunia. Morinho mendapatkan opportunity-nya dari sepakbola.
**
Waktu saya baru pulang dari Perancis (setelah menyelesaikan kuliah saya dalam bidang Informatika,) , tiba-tiba seorang kenalan menelpon saya.
“Pam, kita memerlukan penterjemah Perancis Inggris. “Ada konferensi human development dari UNESCO. Ada seorang Menteri dari Afrika yang Cuma bisa berbahasa Perancis, padahal konferesnsinya berbahasa Inggris.”
Waktu itu ijazah saya Informatika, dan saya gak mengerti apa-apa tentang human development.
Tapi saya coba juga. Ternyata 3 hari conference itu menari, saya belajar banyak, dan honornya lumayan besar 😊. Tetapi sejak saat itu saya tertarik belajar tentang human development. Lama-lama bagi saya itu lebih menarik daripada Informatika. Sekarang saya berkarier sebagai HR Director (saya pernah menjadi HR Director di lima perusahaan ternama di Indonesia).
Again, what did I learn?
- Bahwa kita tetap harus flexible (Flan: Flexible Plan)
- Bahwa kita harus menemukan passion kita, agar kita perform lebih baik
- Dan bahwa Bahasa memang membuka dunia, membuka lebih banyak peluang, kesempatan dan opportunity!
**
Jadi ingat, dengan dunia yang berkembang begitu pesat, memang kita harus banyak belajar.
Saya selalu menganut konsep 80-20. 80% waktu kita adalah mengerjakan tugas kita dengan maksimal.
20% waktu kita (di luar jam kerja) adalah waktu kita untuk mempelajari kompetensi baru,agar kita terus dibutuhkan di masa depan. Dan Bahasa termasuk salah satu hal yang akan membuat kita mempunyai banyak peluang.
Tentu saja semakin banyak bahasa yang kita pelajari, semakin banyak peluang.
Jangan hanya bangga dengan bahasa Inggris, sudah banyak yang menguasainya. Pelajari bahasa asing lain dong.
**
Terus bagaimana anda mempelajari sebuah Bahasa asing yang baru?
Ini ada beberapa tips…
""
a) Belajarlah sendiri
Mulailah dengan belajar sendiri, baik dari YouTube, Internet, Buku, atau apapun yang anda bisa
**
b) Mulailah dengan consistency
Segala sesuatu, pasti kuncinya ada di consistency.
Siapkan waktu, apakah 1 jam setiap 2 hari, apakah ½ jam setiap hari, atau 2 jam setiap 3 hari. Atau apapun. Belajarlah untuk berdisiplin.
**
c) Cari teman, cari komunitas
Setelah mulai belajar beberapa bulan, dan mulai menguasai beberapa percakapan, dan cukup banyak kata. Carilah komunitas. Mulailah mempraktekkan bersama, dengan cara berdiskusi bersama, main game (dalam Bahasa itu bersama). Make it fun to learn.
**
d) Tuliskan apa yang anda pelajari.
Menulis akan membuat belajar anda lebih efektif. Buatlah cerita singkat (meskipun hanya lima kalimat). Simpanlah buat anda sendiri. Kalau percaya diri mulai naik, share di social media anda.
**
e) Latihan secara oral.
Sering-seringlah berlatih lisan. Latihan sendiri (presentasi singkat 1 menit), berlatih di depan cermin, berlatih di depan smart phone (video camera recording). Lihat lagi, evaluasi diri anda sendiri dan improve. Atau Latihan conversation dengan teman anda.
**
f) Perlancar dengan banyak melihat film atau documentary dalam bahasa tersebut, dengan subtitle dalam bahasa tersebut.
Jadi anda melihat film atau documentary berbahasa Perancis dengan subtitle Bahasa Perancis. Atau anda melihat film atau documentary berbahasa Spanyol dengan subtitle Bahasa Spanyol, etc..
Okay, selamat berlatih.
Bahasa Perancis, Arab, Spanyol, Jerman, Belanda, Korea, Jepang, Mandarin … atau apapun. Asal kita mempelajari kompetensi baru, melatih otak kita, melatih agility kita.
Seorang Accountant yang jago accounting itu bagus, tetapi mungkin suatu saat bisa diganti oleh computer. Akan lebih relevant kalau jadi accountant yang juga mahir berbahasa Inggris dan Korea, misalnya.
Seorang programmer yang canggih menguasai Bahasa-bahasa pemrograman computer itu bagus. Akan lebih bagus lagi, kalau dia selain menguasai programming , juga menguasai Bahasa Mandarin dan Jerman, misalnya.
Karena Bahasa membuka dunia, membuka kesempatan, membuka peluang, membuka opportunity di masa depan.
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto