Reportase Strategi Human Capital untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis

Reportase Strategi Human Capital untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis

denny jd

Telkom Landmark Tower, Graha Merah Putih, 3 Maret, 2018

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Maret 2018. Dilaksanakan di Graha Merah Putih, Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Acara dimulai pada pukul 9:30. Berperan sebagai moderator pada kegiatan ini adalah Bapak Benny Rachmadin (VP Human Capital di PT Home Credit Indonesia).

Beberapa peserta hadir sebelum pukul 9:30 dan melakukan registrasi ulang. Setelah registrasi ulang, mereka menikmati snack yang disediakan oleh Tim dari Bapak Dwi Heriyanto sambil ngobrol dan silaturahmi. Lokasi yang digunakan adalah salah satu ruangan dengan kapasitas up to 70 orang di lantai 6. Di lantai ini selain ada ruangan yang kami gunakan untuk melaksanakan acara Ruang Belajar Bersama, memiliki banyak ruang meeting dan ruang bekerja dengan konsep co-working space. Selain itu ada kursi pijat, ada game, dan yang pasti ada banyak sekali meja dan kursi kosong karena itu hari Sabtu.

Acara dibuka oleh saya sendiri untuk memperkenalkan sedikit mengenai Rumah MSDM dan mengajak para peserta untuk membuat tulisan dari materi yang akan dibawakan nanti. Kemudian saya mengundang Ibu Indria sebagai tim In Service yang membuat kegiatan ini terlaksana. Beliau menjelaskan waktu pelaksanaan kegiatan ini dan bagaimana ini bisa terlaksana, yaitu dengan kesediaan Pak Dwi Heriyanto yang sebagai pemateri, juga menyediakan tempat dan konsumsi.

Kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan moderator yaitu Pak Benny Rachmadin. Pak Benny menjelaskan mengenai aturan main, durasi pelaksanaan dan latar belakang pemateri. Sampai tiba saatnya Pak Dwi Heriyanto diundang oleh moderator untuk membawakan materinya.

Materi disampaikan dalam dua sesi:

  • Sesi pertama lebih membahas mengenai aspek akademis dari penelitian yang dilakukan oleh Pak Dwi sendiri. Penelitian tersebut dilakukan sebagai salah satu bahan pendidikan  Doktoral Pak Dwi Heriyanto.
  • Sesi kedua adalah sharing fit practice dari teori yang disampaikan oleh Pak Dwi Heriyanto. Sesi dua ini tidak dibagikan materinya karena ada beberapa data confidential yang disampaikan.

Keseluruhan materi yang disampaikan sangat berguna, ya minimal bagi saya. Setiap akhir sesi banyak peserta yang aktif berdiskusi dengan Pemateri. Pada sesi pertama, Pak Dwi Heriyanto menyampaikan teori, metode dan hasil penelitian yang dikerjakan saat ini dengan harapan ada challenge dari para peserta yang hadir. Dan ini adalah sebagai tahap konfirmatori dari penelitian beliau.

Berbagi materi.

Beberapa materi yang saya ingat dan bisa saya bagikan akan saya tuliskan di bawah ini. Tentunya karena ini berdasarkan ingatan dan catatan saya, maka hal ini akan saya konfirmasikan kepada pemateri dan tim terkait sebelum saya publish.

Pertama sekali disampaikan oleh Pak Dwi Heriyanto bahwa beliau belajar dari pak Arief Yahya (Direktur Utama PT Telkom Indonesia untuk periode 2012 - 2014) mengenai cara menyampaikan pendapat, yaitu:

  1. Bukunya mana? Dasar teorinya dari mana?
  2. Best practice nya mana?
  3. Best fit nya bagaimana dengan kondisi saat ini?

Kemudian juga yang menarik adalah pak Dwi Heriyanto menyampaikan mengenai metode penelitian yang dilakukan. Disampaikan singkat karena memang waktu yang terbatas, dan saya akan coba tampilkan dalam gambar berikut:

Metode Penelitian

Jadi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menyelesaikan fonemena yang muncul dari mempertemukan teori dan pengalaman dengan menggunakan Scientific Research. Scientific research adalah gabungan antara (memperhatikan hal-hal) research, metode, inductive thinking, dan deductive thinking.

Sebelum lebih jauh lagi saya berbagi konten yang saya pelajari, mohon dimaafkan kalau yang saya sampaikan tidak sebaik sumbernya. Kalau mau dapat yang valid, jelas dan clear, silakan datang ke acara Ruang Belajar Bersama lain kali.

Mari kita lanjutkan.

Dijelaskan oleh Pak Dwi Hariyanto mengenai latar belakang penelitian sebagai berikut:

  • Turbulensi lingkungan industri Telekomunikasi dunia yang mengalami penurunan revenue di voice, sms yang menyebabkan Growth revenue kecil bahkan minus
  • Trend global Telco Company menjadi Digital Telco Company
  • Kepemimpinan Strategis Industri Telekomunikasi yang bergeser menjadi Digital Leadership. Kalau diperhatikan saat ini para pemimpin digital company fokus pada sharing. Budaya organisasi yang berdampak pada Kinerja Unit Bisnis. Perusahaan dengan culture yang bagus akan mengkontribusikan 4x revenue (Corporate Culture and Performance, Kotter & Heskett)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepemimpinan Strategis:

  • Envisioning
  • Engaging
  • Governing
  • Technology Leadership
  • Disruptive Innovation

Realita masalah yang dihadapi saat ini:

  • Kinerja unit bisnis telekomunikasi menurun, khususnya revenue voice dan sms.
  • Turbulensi lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.
  • Belum ada strategi Human Capital yang komprehensif untuk dapat mengantisipasi terjadinya perubahan.

Disampaikan juga mengenai realita empirikal, yang semuanya berupa data dan ada sumbernya.

Dari ini munculah fenomena-fenomena:

  • Fenomena masalah turbulensi lingkungan
  • Fenomena masalah kepemimpinan strategis
  • Fenomena masalah budaya organisasi
  • Fenomena masalah Strategi Human Capital

Sehingga jika digambarkan seperti metode penelitian di atas adalah sebagai berikut:

Sumber gambar: Slide presentasi Bapak Dwi Heriyanto

Dijelaskan juga mengenai Batasan Masalah, Rumusan Masalah (yang terdiri dari beberapa pertanyaan “bagaimana” dan “hal apa saja”), dan Tujuan Penelitian.

Berikut adalah kegunaan penelitian yang disampaikan oleh Pak Dwi:

  • Kegunaan Teoritis (Pengembangan Ilmu): Memperkaya khasanah ilmu manajemen, khususnya manajemen stratejik, yang berkaitan dengan turbulensi lingkungan, kepemimpinan strategis, budaya organisasi, strategi human capital dan kinerja unit bisnis. Penelitian ini juga diharapkan menjadi dasar penelitian selanjutnya, menjadi sumber informasi dan referensi yang berguna serta menjadi motivasi untuk penelitian lebih lanjut
  • Kegunaan Praktis: Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola human capital unit bisnis operator telekomunikasi Indonesia serta berguna bagi pihak yang melakukan pengelolaan human capital dalam bisnis praktis yang terkait dalam pengaruh turbulensi lingkungan, kepemimpinan strategis dan budaya organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja unit bisnis.

Dengan menggunakan perhitungan mengenai turbulensi lingkungan, kepemimpinan strategis, budaya organisasi, strategi human capital dan akibatnya terhadap kinerja unit bisnis. Yang pada saat itu dijelaskan singkat oleh Pak Dwi, karena memang sangat akademis. Menggunakan uji kesesuaian model juga (goodness fit).

Maka kemudian saya fokus pada hasil penelitian, sebagai berikut:

Sumber gambar: Slide presentasi Bapak Dwi Heriyanto

Tambahan keterangan: Y = Kinerja Unit Bisnis

Yang menarik di sini yang menjadi catatan saya dan ditanyakan oleh beberapa peserta adalah:

  1. Kepemimpinan strategis hanya mempengaruhi strategi human capital sebesar 2%.
  2. Turbulensi lingkungan malah tidak berpengaruh terhadap strategi human capital.
  3. Budaya organisasi 75% mempengaruhi strategi human capital.
  4. Kepemimpinan strategis, turbulensi lingkungan, dan budaya organisasi mempengaruhi kinerja unit bisnis sebesar 11% melalui strategi human capital.

Penjelasan yang saya dapat catat dari Pak Dwi adalah:

“Saat budaya organisasi sudah bagus, kemudian datang pemimpin baru maka pemimpin yang akan follow budaya organisasi. Maka pengaruh kepemimpinan strategis terhadap kinerja unit bisinis langsung cukup besar (60%) ini karena diperlukan penggerak eksekusi sekalipun budaya organisasi sudah baik.”

Demikian saya cuplik dari penjelasan Pak Dwi Heriyanto.

Selanjutnya dijelaskan juga lebih detail mengenai penelitian ini. Beberapa bagian memang dipercepat oleh Pak Dwi (mungkin karena beliau tau kalau saya enggak mudeng).

Hal selanjutnya yang menjadi perhatian saya adalah Model Strategy Human Capital yang disebut DWI Model, sebagai berikut:

Sumber gambar: Slide presentasi Bapak Dwi Heriyanto

Selain ini semua, Pak Dwi juga menjelaskan mengenai :

  • Confirmatory yang sudah pernah dilakukan
  • Temuan penelitian
  • Novelty
  • Kesimpulan dan Saran (saran akademik dan saran praktis)

Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi sebelum kami break untuk lanjut ke sesi dua. Dalam diskusi ini ada beberapa pertanyaan dan ada beberapa saran. Semua dicatat oleh tim Pak Dwi Heriyanto.

Seperti sudah saya sampaikan di atas bahwa sesi dua banyak data confidential maka tidak ada yang bisa saya bagikan di sini selain bahwa sesi dua juga tidak kalah menariknya dengan sesi sebelumnya. Di sesi dua, fokus sharing adalah bagaimana merumuskan Strategi Human Capital yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Bagaimana implementasi dari Strategi Human Capital itu sendiri. Serta bagaimana menentukan prioritas untuk program-program Human Capital yang akan dijalankan.

Diberikan beberapa contoh program yang sedang dijalankan di Telkom. Dan banyak lagi. Sesi yang mahal.

Acara kemudian diakhiri oleh moderator dan dikembalikan ke Tim In Service yang diwakili Ibu Indria. Ibu Indria memberitahukan bahwa sudah disediakan makan siang oleh Tim Pak Dwi Heriyanto dan masing-masing peserta akan mendapatkan buku, “Strongest by Best People: The Telkomsel Way & Transformasi Human Capital” karya Pak Herdy Harman (Direktur Human Capital PT Telkom Indonesia).

Overall, saya banyak sekali belajar. Dan dengan tulisan ini saya ingin bagikan kepada yang lain apa yang saya pelajari. Keterbatasan yang ada semoga tidak menghalangi keinginan berbagi ini. Sampai jumpa di acara Ruang Belajar Bersama selanjutnya, oleh Rumah MSDM.

Terakhir, Bapak Dwi Heriyanto saat ini adalah Vice President Human Capital Strategic Management PT Telkom Indonesia (Persero).

Semoga berguna.

Dibuat di Surabaya, 6 Maret, 2018

Beberapa dokumentasi acara:

Dokumentasi Acara 1-10 @edwinsofyanl


Dokumentasi Acara 11-20 oleh @edwinsofyanl