Rencana Allah Selalu Luar Biasa

Rencana Allah Selalu Luar Biasa

Asharizky 🌻

Masih ingat betul kejadian yang terjadi pada tanggal 29 Maret 2019 kurang lebih pukul 13.00 WIB. Beberapa bulan menjelang kelulusan dalam mendapatkan gelar sarjana Pendidikan dari Universitas Sebelas Maret, Allah memberikan “hadiah” special. Saat hendak berangkat ke kampus menemui dosen pembimbing untuk konsultasi skripsi. Naasnya, saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 2 tulang pada kaki kiri patah, HP dan motor rusak tapi bersyukur karena laptop beserta data skripsi aman.

Satu bulan pertama terasa begitu berat karena harus berjalan dengan bantuan 2 tongkat, sedangkan saat itu selain disibukkan dengan skripsi, saya aktif menjabat sebagai duta genre dan guru privat. Long story short, skripsi tetap saya kerjakan dan selesai tepat waktu dengan hasil cumlaude meskipun banyak asam garam dalam pengerjaannya.

Bulan Oktober 2019, kampus mengadakan Job Fair dan jiwa muda saya yang dulu sangat antusias untuk mendaftar di bank. Karena dalam bayangan saya, kalau kerja di bank itu keren. Meskipun orang tua selalu melarang dengan alasan agama.

Proses seleksi berjalan dengan sangat baik, team FGD yang saya pimpin berhasil menjadi team terbaik dan teman-teman saya lolos mengikuti proses selanjutnya yakni, MT (Management Trainee). Hanya saya yang gagal lolos dikarenakan saat sesi wawancara, saya masih menggunakan 1 tongkat untuk menopang tubuh saya. Saya sudah menjelaskan kepada pewawancara bahwa bulan depan saya akan melepas tongkat usai konsul dengan dokter tapi, tetap saja beliau kekeh menolak dan menjelaskan saya tidak dapat mengikuti ke program selanjutnya.

Bersedih hati itu pasti, selain karena ini pengalaman pertama saya melamar kerja saya merasa gagal untuk segera meringankan beban keluarga. Saya memutuskan pulang dengan memesan layanan online, grab. Sepanjang perjalanan saya hanya diam dan melamun, tiba-tiba abang grab bilang “mba jangan sedih, rejeki itu sudah di atur sama Allah. Pasti akan diganti dengan jauh yang lebih baik dari ini.” Saya masih diam, tapi pikiran dan hat saya selalu percaya bahwa setiap kejadian tak lepas dari campur tangan Allah SWT, tentu ucapan dari abang grab ini adalah sentilan yang Allah berikan ke saya melaluinya.

Selagi menunggu info lowongan pekerjaan yang lain, saya memutuskan untuk mengambil tawaran training di Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor sebagai admin. Belum genap dua bulan, saya melihat ada loker di BPJS Kesehatan. Senang sekali begitu tahu bahwa loker ini terbuka untuk seluruh jurusan.

Desember 2019 saya pergi ke semarang naik bus sendirian untuk mengikuti seleksi. Selama proses test tidak banyak kendala yang saya alami karena saya sudah melakukan hal terbaik yg bisa saya lakukan

Menjelang pengumuman, orang-orang bergerombol mendekati beberapa lembar kertas yang ditempelkan pada madding. Karena saya tidak cukup tinggi, saya memilih menunggu antrian mereda. Saya sedih karena tidak mendapati nama saya pada ratusan nama yang tertulis. Tapi entah kenapa saat itu saya tidak langsung pulang, saya coba menunggu barangkali ada berita susulan atau kabar baik lain. Benar saja, tidak lama menunggu, saya dikabari teman saya bahwa saya lolos ke tahap selanjutnya.

Hal ini bisa terjadi karena pengumuman ditempelkan pada 2 gedung yang berbeda :’) Angkatan 2020 kepwil jateng-DIY pasti tau ceritanya. Fun fact, ada teman saya yang lolos tapi dia pulang karena belum membaca pengumuman di gedung sebelah. Hiks.. Setelah melewati wawancara psikolog dan user, alhamdulillah saya dinyatakan lolos dan dapat mulai bekerja di BPJS Kesehatan Cabang Surakarta TMT 01-01-2020 sebagai PTT Frontliner.

Tahun pertama bekerja di sini, saya harus operasi ambil pen pada kaki kiri saya karna sedikit menganggu aktivitas harian. Saat itu di Indonesia sudah mulai covid, saya diharuskan menggunakan tongkat selama +- 1 bulan. Selama proses recovery ini saya masih aktif bekerja di kantor. Yang awalnya duduk di meja depan sebagai frontliner, saya bertukar posisi menggantikan teman saya yang di back office.

foto diambil saat masa recovery dgn bantuan 1 tongkat

Pada tahun itu saya juga masih aktif menjabat sebagai Duta Generasi Berencana sehingga, diluar jam kantor saya juga masih disibukkan dengan kegiatan lain dan juga aktif membuat konten mengenai BPJS Kesehatan di media sosial yang saya punya.

foto saat lomba dengan kondisi masih menggunakan alat bantu 2 tongkat
beberapa konten yang ada di media sosial instagram tentang BPJS

Saya tidak pernah menganggap patah kaki adalah bencana karena ternyata dengan kejadian tersebut, Allah menuntun saya untuk bekerja di BPJS Kesehatan.

Orang tua saya juga sangat bahagia dengan diterimanya saya bekerja di BPJS Kesehatan, beliau selalu mengajarkan kepada saya untuk terus menjadi orang baik yang berguna bagi orang lain. Saya setuju, dengan keberadaan saya di BPJS Kesehatan ini tidak sekedar untuk bekerja tapi, juga saya niatkan untuk membantu orang lain. Karena pengalaman hidup saya saat mendapatkan “hadiah” dari Allah SWT banyak sekali kemudahan yang saya rasakan. Ada rasa bahagia yang memenuhi hati setiap kali ada tetangga maupun orang asing yang minta tolong dan kita dapat membantunya.

percayalah bahwa cerita hidupmu sudah ditulis oleh Penulis Skenario terbaik ♡

Salam Sehat.

Report Page