RAMADHAN

3 Golongan Manusia di Bulan Ramadhan
Ramadhan disebut bulan istimewa karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan yang tidak dimiliki bulan lain. Setidaknya ada 10 julukan untuk Ramadhan di antaranya disebut bulan beribadah (syahrul 'ibadah), bulan Al-Qur'an (Syahrul Qu'an), bulan penuh rahmat (Syahrul Rohmah), bulan keberkahan (Syahrul Mubarak), bulan ampunan (Syahrul Maghfirah), bulan pendidikan (Syahrul Tarbiyah), bulan kesabaran (Syahrul Shobr) dan lainnya.
Mengingat fadhillahnya yang begitu besar, hendaknya umat Islam bertekad menjadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya. Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dalam bukunya "Bekal Ramadhan dan Idul Fithri (1): Menyambut Ramadhan"
1. Kelompok Zhalim.
Mereka ini adalah orang-orang yang kurang sekali perhatiannya terhadap bulan Ramadhan. Bagi mereka kedatangan Ramadhan dianggap biasa-biasa saja dan dianggap sebagai beban. Kelompok ini menyamakan bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lainnya. Mereka berpuasa, tapi hanya sebagian saja, lalu sebagian lainnya mereka tinggalkan bukan karena alasan yang diperbolehkan. Sehingga kewajiban berpuasa tidak dijalankan dengan sempurna. Bisa jadi mereka berpuasa penuh selama satu bulan, namun hari-hari mereka meninggalkan salat fardhu, banyak tidur. Inilah kezhaliman mereka untuk diri masing-masing. Di akhirat kelak nasibnya akan menyedihkan, walaupun kita tetap berharap ampunan dan kasih sayang Allah. Orang-orang seperti ini harus diingatkan dan diajak dengan baik agar menyadari pentingnya beramal saleh di bulan Ramadhan.
2. Muqtashid (Pertengahan).
Mereka adalah orang-orang yang bergembira menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Rasa gembira itu semakin menjadi-jadi karena setelah itu bakal ada libur panjang. Ada kesadaran bergama bahwa di Ramadhan waktunya untuk menghapus dosa dan mengambil banyak pahala untuk bekal di akhirat kelak. Namun, padatnya aktivitas dan kurang mantapnya iman, membuat mereka lalai mengerjakan ibadah-ibadah sunnah. Kelompok pertengahan ini terkadang meninggalkan ibadah salat tarawih dan witir ataupun salat rawatib qabliyah dan badiyah. Dalam satu hari itu ada rasa malas untuk membaca Al-Qur'an, sehingga target bacaan Al-Qur'an tidak tercapai. Mereka juga full berpuasa, namun ada di antara mereka yang kesehariannya terlalu banyak tidur. Amalan-amalan sunnah Ramadhan tidak begitu diperhatikan.
3. Sabiqun Bil Khairat (Berpestasi).
Kelompok ketiga ini disebut dengan istilah orang-orang berprestasi karena memang mereka adalah orang-orang yang berusaha meninggalkan perkara haram dan makruh. Mereka juga meninggalkan sebagian perkara mubah demi kesempurnaan ibadah puasa yang mereka jalankan. Mereka ini sebenarnya bukan hanya berprestasi di bulan Ramadhan, namun di luar Ramadhan mereka adalah orang-orang berprestasi. Kerinduan mereka kepada Ramadhan membuat mereka selalu berdoa sepanjang bulan kepada Allah. Golongan manusia ini disifati oleh Allah dalam satu ayat: "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar." (QS. Adz-Dzariyat: 17-18). Kualitas ibadah mereka jangan ditanya. Salat malam tidak pernah ketinggalan. Ibadah sosial mereka juga sangat kuat. Mereka sangat dermawan di bulan Ramadhan. Seluruh anggota badan mereka berpuasa, mata berpuasa dari melihat hal-hal yang dilarang oleh Allah. Begitu juga dengan telinga, lidah, bibir, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh lainnya tidak bermaksiat kepada Allah.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Al-Bukhari Muslim)
Wallahu A'lam.

4 Golongan yang Tidak Diampuni Apabila Masuk Ramadhan
Bulan suci Ramadhan tinggal hitungan hari. Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan Allah Ta'ala melebihi bulan lainnya. Dai lulusan Al-Azhar Mesir, Al-Habib Geys bin Abdurrahman Assegaf mengajak kaum muslimin mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
"Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kemuliaan ibadah ditentukan seberapa mulia tempat dan waktu ibadah tersebut dilakukan. "Inilah kaidah penting yang perlu kita catat. Karena waktu dan rukunnya beda memiliki pahala yang berbeda," kata Habib Geys saat kajian "Fiqih Puasa" di Masjid An-Nashr, Bintaro Jaya Sektor 5, Tangerang Selatan belum lama ini.
Misalnya, salat orang di rumah beda dengan orang salat di masjid. Orang yang salat di bulan Ramadhan berbeda dengan orang yang salat di bulan biasa. Jadi, keberadaan waktu akan menentukan kemuliaan ibadah.
Habib Geys mengemukakan, ada 4 golongan orang yang dosanya tidak diampuni Allah Ta'ala apabila masuk bulan Ramadhan meski dia beribadah:
1. Orang yang Kecanduan (Gemar) Minum Khamr.
Pagi minum khamr, siang minum khamr, malam minum kamr. Meskipun dia bersedekah dosanya tidak akan diampuni, kecuali ia bertobat. Kalau ada saudara atau teman semacam itu, bujuklah supaya kembali ke jalan yang benar sehingga ia mendapat berkah dan ampunan di bulan Ramadhan.
2. Orang yang Durhaka kepada Orang Tuanya.
Sebelum masuk bulan Ramadhan kita biasanya sungkeman. Apabila orangtua kita telah tiada, maka ziarahilah kuburnya. Jangan sampai kita durhaka kepada orangtua. Apakah itu perbuatan syirik? Jelas tidak, syirik itu mengambil suatu benda dan dijadikan seperti Tuhan.
Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya dulu aku melarang kalian dari berziarah kubur, maka sekarang ziarahilah kubur, sesungguhnya pada ziarah kubur itu ada pelajaran (bagi yang hidup)." (HR Ahmad). Jadi, kalau ada orang ziarah kubur itu disunnahkan. Kemudian minta maaf sama orang yang hidup sebelum masuk bulan Ramadhan.
3. Orang yang Memutus Tali Silaturrahim.
Yang dimaksud memutus tali silaturrahim bukan menjauhi pertemanan, tetapi memutuskan hubungan persaudaraan. Allah dan Rasul-Nya membenci permusuhan. Namun perlu dipahami, kalau menjauhi teman yang buruk atau gemar bermaksiat itu tidak disebut memutuskan silaturrahim.
4. Orang yang Dengki Terhadap Orang Beriman.
Dulu ada sahabat Nabi yang ibadahnya biasa saja, tapi kata Rasulullah SAW dia adalah ahli surga. Ketika sahabat Nabi ikut ke rumah ahli surga itu ibadahnya biasa aja. Ternyata kemuliaannya adalah tidak pernah menyimpan perasaan dengki sedikitpun terhadap orang lain.
Habib Geys mengingatkan jangan sampai seperti orang yang suka memberi tetapi tidak pernah salat. Atau ketika bulan Ramadhan ia tidak berpuasa. "Orang semacam ini adalah orang yang kebablasan mengamalkan amalan zahir dan batin. Kita bisa sampai kepada Allah Ta'aalaa jika kita mengamalkan ibadah batin dan maupun zahir," jelasnya.
Semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari empat golongan di atas. Ada baiknya sebelum memasuki Ramadhan kita bersihkan hati, jauhi maksiat, sambung silaturrahim, perbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah. Semoga Allah Ta'ala mempetemukan kita dengan bulan agung Ramadhan.
Wallahu A'lam Bish-showab