Politik Kantor

Politik Kantor

Firman Elhakim

Solusi kantor
99 gejolak politik kantor dan solusinya

Kutipan dari halaman 82-83

Sulit Menyesuaikan
Asim, Manajer Pemasaran, sudah dua bulan ini menjadi atasan saya. Ia ditarik dari perusahaan cabang di Semarang. Sejak kendali pimpinan Divisi Pemasaran dipegang Asim, wah, kami dibuat kesal dan stres. Soalnya sifatnya keras, temperamental, disiplin, tak pernah basa-basi, sok main perintah, tak suka dibantah dan selalu mengagung-agung kan dirinya sebagai 'manajer lapangan' berpengalaman. Ini yang mengakibatkan suasana kerja ibarat 'kamp konsentrasi . Tak ada senyum, tak ada gelak tawa. Ngeri, kan?

Bagaimana seharusnya kami menghadapi semua itu? Haruskah kami diam saja dan membiarkan Asim begitu terus? Sungguh, kami sudah tak tahan nih!
Irma, Pondok Labu, Jakarta

Sebagai bawahan, kita tak bisa memilih atasa. Pilihannya bukan hanya menerima atau menolak atasan, tapi ada pilihan ketiga, yaitu: me-manage bos. Bukan bawahan saja yang harus di-manage tetapi juga atasan. Intisari dari managing boss antara lain:

1. Bukan membuat bos senang tapi bagaimana membuat bos sukses (sudah sering saya singgung). Bila bos sukses, bawahan pun akan turut menikmatinya. Semangat ini harus ditimbulkan dari dalam diri kita dan akan terpancar dalam perilaku kita di kantor. Buat diri kita terampil, kompeten, sumber informasi, kawan bagi bos untuk mengambil keputusan. Akhirnya bos akan makin 'tergantung' dengan kelebihan yang ada pada diri kita. Terciptalah hubungan yang interdependensi (saling ketergantungan dan saling membutuhkan).

2. Untuk bos macam ini, ada sebutan khusus, yaitu: Crispy Outside, Milky Inside. Dari luar tampak keras, tapi sebenarnya hatinya lembut. Sehingga berlakulah pepatah Cina kuno; memadamkan api bukanlah dengan api, tetapi dengan air yang dingin. Setiap kemarahan dan kekerasan akan larut dalam dinginnya kata dan perbuatan. Namun bila disiram minyak, ia akan merajalela dan menguasai situasi. Dalam budaya kita, biasanya Winning his mind akan lebih mudah tercapai bila mampu melakukan winning his heart.

Report Page