Pesanku
Maena Loressie SchuettLoressie | @oRalatㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤUntuk Amena,
ㅤㅤㅤㅤKalau dipikir-pikir, lucu juga ya. Kita pernah jadi dua orang asing yang kebetulan saling menemukan. Lalu jadi dua orang yang cukup dekat sampai akhirnya aku memilih jujur soal perasaanku. Waktu itu aku pikir, setelah bilangnya, semuanya akan menjadi lebih jelas. Ternyata tidak. Yang datang justru jarak. Aku sempat kecewa, tapi engga pernah benar-benar marah. Aku tahu kamu mengambil keputusan yang menurutmu paling baik saat itu. Mungkin kalau dipaksakan, gak akan jadi sebaik ini.
ㅤㅤㅤㅤSetelah itu hidup berjalan seperti biasa. Kamu punya cerita baru, aku juga. Kita sama-sama mencoba bahagia dengan orang lain. Kadang aku melihat story-mu, kadang mungkin kamu juga melihat story-ku. Tidak pernah ada percakapan, tapi rasanya kita sama-sama tahu kalau satu sama lain masih ada. Dan pastinya kita tetap harus menghargai apa yang ada pada kita waktu itu.
ㅤㅤㅤㅤLima bulan kemudian, semuanya berubah lagi. Entah karena kebetulan atau memang waktunya sudah tepat. Kita kembali mengobrol tanpa membawa masa lalu sebagai beban. Rasanya lebih ringan, lebih dewasa, dan jauh lebih sederhana.
ㅤㅤㅤㅤYang paling aku syukuri bukan karena akhirnya kita bersama. Yang paling aku syukuri adalah kita diberi kesempatan untuk saling mengenal lagi, tanpa ekspektasi yang berlebihan dan tanpa memaksa sesuatu yang belum waktunya. Sekarang aku sadar, ternyata penolakanmu waktu itu bukan akhir dari cerita kita. Itu hanya jeda, supaya saat kita bertemu lagi, kita sama-sama sudah menjadi versi yang lebih siap.
ㅤㅤㅤㅤTerima kasih karena pernah jujur. Terima kasih karena akhirnya kembali. Dan terima kasih karena hari ini, saat aku melihat hari-hari ku lagi, orang yang ada di sana adalah kamu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ— Maena