Pertemuan Tidak Disengaja
Hadimbaa
Sudah lebih dari 30 menit berlalu, gadis itu masih setia dengan aerphone yang senantiasa menempel pada kedua telinganya. lagu-lagu siapa lagi kalau bukan milik Nadin Amizah. oh iya, milik Pamungkas, Amigdala, juga Bunda Neira, yang tak kalah sahut menyahut sedari tadi. disini, di cafe yang tak terlalu ramai, gadis itu duduk sendirian, memainkan handphone nya sambil menghabiskan pesanan yang hampir tandas sebentar lagi. mungkin 2-5 suap lagi.
"Loh cepet banget udah jam segini," katanya bermonolog, lalu dengan segera ia menghabiskan makanannya dan langsung menuju lokasi konser. sebab ia tak ingin ketinggalan seperti hal nya tahun lalu. konser kali ini sangat meriah seperti biasanya. ya, siapa sih yang tidak mengenal Nadin Amizah? suaranya yang khas memiliki daya tarik tersendiri bagi pendengar lagunya, begitu pula dengan gadis ini, Hadimba.
Sesampainya di lokasi, untung saja masih ada 5 menit hingga konsernya dimulai. sembari menunggu, Hadimba bermaksud mencari tempat duduk untuk beristirahat sebentar.
"Eh, gue boleh duduk sini nggak?" tanyanya pada seorang pria dengan maksud ingin duduk disebelahnya. "Boleh, boleh. silahkan," ucap pria itu sembari tersenyum. "Eh btw, lu mau nonton konsernya juga? yang ada didepan itu," entah keberanian dari mana, Hadimba tiba-tiba bertanya. "Iyanih, lu juga?" jawab si pria. "Iya hehhe, nonton bareng, mungkin?" mungkin setelah ini ia akan merutuki kebodohonnya sebab sudah mengajak orang tidak dikenal untuk menonton bersama. "Boleh, ayo!" katanya antusias.
Tibalah waktunya, alunan lagu-lagu kesukaan orang-orang yang telah berkerumun, terdengar sangat meriah. hampir semuanya ikut bernyanyi, juga mengangkat tangan untuk memeriahkan konser. lagu Mendarah di nyanyikan untuk memulai konser kali ini. semuanya menikmati, sama hal nya dengan Hadimba dan seorang pria disampingnya.
90 menit berlalu, akhirnya konser kali ini selesai. ditutup dengan lagu Beranjak Dewasa. mungkin 5-8 lagu yang dibawakan tadi. ah sedikit lupa.
"Eh btw, lu pulang sendiri?" tanya tiba-tiba pria tadi. "Hah? eh, iyaa gue sendirian. lu sendiri gimana?" jawab Hadimba sedikit terkejut. "Iya gue sendiri. mau bareng? ah oh iya, kita belum kenalan. salam kenal, gue Baihaqi," ucapnya sembari menjulurkan tangan. "Hah? ohh iyaa, gue Hadimba. salam kenal, Bai." jawab Hadimba seraya menjabat tangannya. "Gimana, mau bareng? tapi gue laper, makan dulu mau?" sebenarnya, setelah bernyanyi tadi lumayan menguras tenaga, terima saja mungkin? toh juga sepertinya dia orang baik, pikirnya dan tanpa babibu langsung menganggukkan kepala tanda setuju.
Cafe yang sama seperti tadi, sebab hanya itu tempat makan yang terdekat. memesan pesanan masing-masing, lalu mencari tempat duduk yang kosong. "Kayaknya lu suka banget ya sama Nadin?" tanya tiba-tiba—lagi— pria itu. apakah dia emang suka tiba-tiba gini ya? bikin kaget dari tadi... batinnya. "Iya bener, gue suka sama lagu-lagu nya. baru-baru ini sih mulai sukanya, tapi kayaknya bakal gue denger terus deh. my music taste. Kalo lu sendiri gimana?" "Kebetulan aja si, tadi lagi di daerah sini, terus ada yang nawarin tiket ke gue. yaudah gue beli, yaa anggep aja refreshing hahah," jawab nya sedikit tertawa.
Lalu percakapan itu berlangsung hingga makanan mereka sampai dan tandas. entahlah bagaimana bisa tidak ada rasa canggung antara mereka. mungkin memang sama-sama mudah bergaul?
Setelah acara makan dan berbincang itu selesai, diantarnya Hadimba pulang. asumsi tentang merutuki kebodohonnya sebab sudah mengajak orang asing menonton konser bersama, lenyap seketika. ah siapa sangka, ternyata rumah mereka berada di daerah yang sama. hanya saja terpaut beberapa gang saja. pantas saja Hadimba tidak mengenali, karna memang Baihaqi yang baru saja pindah beberapa hari yang lalu.
Mungkin ini akan menjadi cerita tersendiri bagi Hadimba. mengajak orang asing menonton konser bersama. ralat, maksudnya teman satu komplek. hehehe... selamat datang Baihaqi!
perlu diketahui ini hanya fiksi semata... cerita bareng salah satu moots gue, Baihaqi Cakrawala Adtmaja. sebagai ucapan terimakasih juga untuk mengisi kekosongan channel Maze ehehehe.... Terimakasih kepada Bai sudah berpartisipasi juga kepada anda yang sudah membaca sampai ahir. #salamlopemembara