Perihal Rasa, Bagian II

Perihal Rasa, Bagian II

Eleanor, A.

Ada berbagai macam orang di dunia ini dengan kepribadian yang berbeda-beda. Aku sudah berulang kali bertemu dengan orang yang berperangai buruk, sampai aku hampir tidak ingin percaya lagi kepada mereka yang disebut manusia. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu, sosok manusia yang bisa dibilang hampir mendekati kata sempurna bagiku.

Kamu adalah orang yang pada akhirnya berhasil membuatku kembali membuka hati yang telah lama tertutup rapat. Kamu dengan segala kehebatanmu yang berhasil membuatku terkagum-kagum dengan segala hal yang kamu lakukan, kamu orang yang menurutku paling mengerti aku bahkan melebihi diriku sendiri, kamu yang selalu sigap membantu dan ada disampingku. Kamu selalu berhasil membuatku terpana dengan pola pikirmu, kepintaranmu, caramu menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Kamu berhasil membuatku jatuh ke dalam pesonamu.

Sampai pada akhirnya, kamu berhasil membuatku sadar bahwa aku tidak bisa mencari kebahagiaan pada seorang manusia, sebaik apapun mereka, sehebat apapun, mereka tetap bisa membuat kita kecewa dan jatuh tersungkur ke dalam jurang kesedihan. Sama halnya dengan apa yang kamu lakukan pada akhirnya, kamu membuatku kembali kehilangan kepercayaan pada manusia, kamu berhasil menorehkan luka baru pada diriku.

Aku menyadari, bahwa kebahagian hanya bisa aku dapatkan dari diriku, bukan orang lain. Jadi, aku ingin berterima kasih padamu karena telah membuatku sadar, terima kasih juga karena dengan mengenalmu aku tahu bahwa ada orang sehebat kamu di dunia. Pada dasarnya memang tidak ada manusia yang sempurna, termasuk kamu, salahku karena terlalu menaruh ekspektasi tinggi terhadapmu. Namun, tetap saja aku sangat bersyukur pernah mengenalmu.

Report Page