Penguasa absolute

Penguasa absolute

https://t.me/cerita_dewasaa

Bab 52

Penyelesaian​




“Waktu kita tidak banyak.” Ucap Naomi yang masih terpejam,

“kamu harus segera untuk menyelesaikan sisanya, sebelum mereka mulai bertindak yang diluar pemikiranmu” kembali naomi bersuara

“..ingaat, mereka adalah para pecahan roh iblis yang terlempar kedunia ini, mau tidak mau, suka tidak suka, pekerjaan lama kamu belumlah selesai...” naomi mempertegas


Naomi nampak berbicara dengan marco malam itu, malam ketika marco dan naomi sama sama sedang berada di living room kamar pribadinya. Nampak monitor besaar dengan ukuran 6x4 meter persegi menempel sempurna didinding, dengan siluet video dari keseluruhan unit bisnis milik M-corp.


Entah siapa yang memulai tiba tiba..




POV Marco


“CUUPPP......”


Bibir kami pun saling menempel dengan sangat pelan sekali.


Uhh. Gila, bibirnya Naomi ini sangat lembut dan menggemaskan sekali.


Lalu perlahan, bibir kami yang saling menempel ini mulai saling melumat.


“.....CUUPPP, CUUPPP, CUUPPP, MUACCHHH...”


Aku melumat bibir atas Naomi dan Naomi melumat bibir bawahku.


“.....CUUPPP, CUUPPP, CUUPPP, MUACCHHH...”


Ciuman kami makin memanas dan kedua tanganku mulai merambat kepantat Naomi yang semok itu.


“Hemm, Hemm, Hemm.” Desah Naomi disela lumatan kami, ketika aku mulai meremas kedua bongkahan pantatnya yang masih padat itu.


Tanganku pun semakin liar dan sekarang mulai menyusup kedalam celana hotspans ketat berbahan satin yang dipakai Naomi malam itu.


Gila. Padat, kencang dan telapak tanganku, sampai tidak cukup memegang semua bongkahan pantat Naomi. Kembali,


“...CUUPPP, CUUPPP, CUUPPP, MUACCHHH...”


Naomi lalu melepaskan lumatannya dan menatap mataku.


“...Beib, Kamu harus bisa memuaskan aku dalam waktu singkat tapi kamu harus terpuaskan juga, bisa?!!.” Ucap Naomi sambil meremas kemaluanku yang tegak berdiri, lalu mundur perlahan dan membalikkan tubuhnya.


Naomi lalu berjalan kearah meja, lalu kedua tangannya bertumpu pada ujung meja tempatnya menaruh keyboard dengan menghadap kelayar monitor yang sangat lebar. Naomi menungging dihadapanku dengan sangat seksinya. Bener bener ini...Gilaaa.


“Salah satu cara agar aku cepat terpuaskan, dengan posisi bercinta seperti ini.” ucap Naomi sambil membungkukan sedikit tubuhnya, dan membuat pantatnya semakin terlihat semok saja. Pantat yang halus mulus putih, tidak ada bekas jerawat, benar benar terawat sekali. Warbyasaah pokoke.


Aku yang sudah terkurung nafsuku ini, langsung mendekat kearah Naomi dan memegang kedua pantatnya, lalu meremasnya.


“Uhhhh. Ternyata kamu sudah bernafsu ya beib?!!.” Ucap Naomi setelah mendesah keenakan.


Naomi sempat memejamkan matanya pelan dan membukanya lagi, lalu menatapku dengan penuh gairah.


Aku lalu memeluknya dari belakang dan kedua tanganku, hinggap dikedua buah dada Naomi yang besar itu dari luar kaos ketatnya.


“..Gila. Besar, padat, kenyal dan telapak tanganku tidak bisa menjamah semua bagian buah dadanya ini. Dan yang pasti, nikmatnya terasa sangat luar biasa...” batinku.


Naomi lalu menyandarkan kepala belakangnya didadaku, lalu menoleh kearahku dan mengecup pipi kananku.


“....CUUPPP..”


Kedua tangannya langsung kearah belakang kepalaku, sehingga membuat bibirku merapat kearah bibirnya. Posisi yang seperti ini, membuat buah dadanya semakin membusung dan semakin besar ditelapak tanganku.


Aku melumat bibir Naomi dan beliau membalasnya dengan sangat lembut sekali.


“........CUUPPP, CUUPPP, CUUPPP, MUACCHHH....”


Kedua telapak tanganku langsung menyelinap dibalik kaosnya dan meraba perutnya yang rata dan bukan hanya rata, tapi benar benar terlihat seksi itu.


“......CUUPPP, CUUPPP, CUUPPP, MUACCHHH...”

“Hem, hem. hem.” Desah Naomi, setelah kedua tanganku menyelinap masuk kedalam sport bra nya, yang sulit menampung besarnya ukuran buah dada Naomi itu.

“...Gila. Lembut banget. Remasan ini bukan hanya Naomi yang menikmatinya, tapi aku juga sangat menikmati besar dan kenyalnya yang terasa ditelapak tanganku ini...” batinku kembali

“Uhhhhh.” Naomi melepaskan ciumannya dan rangkulan dibelakang leherku.


Kedua tangannya memegang ujung meja lagi, sehingga membuat pantat semoknya menggesek selangkanganku. Naomi mendesah kenikmatan ketika aku memainkan kedua puntingnya, yang terasa mungil dikedua ujung jempol dan jari tengahku.


“Ahhhhh.” Desah Naomi lagi, ketika aku memelintir kedua puntingnya secara bersama – sama. Tubuhnya sampai membungkuk dan gesekan pantatnya diselangkanganku, makin terasa nikmat dibuatnya.

“...Woow. Beruntung banget aku....!” pikirku kembali membatin.

“beib, waktu kita kan tidak banyak. Kalau kamu pemanasan yang lebih lama, lain waktu saja ya...aku ingin dipuaskan dalam waktu yang singkat...pleasee..!!” Ucap Naomi sambil menahan kedua tanganku yang ada didalam sportbranya, dengan kedua tangannya dari luar kaosnya.

“Huuuu.” Desah panjang Naomi dan genggaman tangannya yang terlepas, membuatku menarik kedua tanganku dari dalam sportbranya.


Aku lalu mendorong pelan punggung Naomi sampai agak membungkuk lagi, setelah itu aku meremas bongkahan kedua pantatnya.


“beibb.... Uhhhh.” Naomi mengingatkan aku lagi.


Aku pun langsung memegang ujung celana hotpants Naomi dibagian pinggang, lalu menariknya kebawah, sampai sebatas paha bawahnya.


...bener bener gila memang. Naomi enggak pakai cangcut lage dan pantatnya yang putih serta mulus banget menyembul keluar dari hotpants yang telah aku plorotin..


Dengan gerakan tangan kilat , aku lalu membuka kedua bongkahan pantat yang padat itu, sampai belahan kemaluannya yang bersih dan tidak ada sehelaipun rambut yang terlihat.


Bener bener naomi, pasti kemaluan ini terawat banget...entah kapan waktu perawatannya yang jelas, hanya naomi yang tahu bagaimana merawatnya dengan baik.


Aku membungkukan tubuhku dan mendekatkan wajahku dibelahan kemaluan yang memerah itu, lalu menciumnya.


“...Heemmm....” Harum banget aroma kemaluan Naomi yang sudah sangat basah ini..


Aku lalu menyapu kemaluan yang bersih dan terawat itu, dengan lidahku sampai mendekati tepi lubang pantatnya.


“...Sllreepttptpp.”..

“Ahhhhhh.” Desah Naomi tertahan sambil memajukan pinggulnya, sehingga sapuan lidahku ini terlepas.

“Ayolah beib.. jangan buat aku menunggu lama..pleasee...” Ucap Naomi sambil menoleh kearahku yang masih membungkuk didekat bongkahan pantatnya.


Kelihatannya Naomi sudah sangat bernafsu sekali. Akupun lalu berdiri dan menurunkan celanaku, lalu memegang kemaluanku yang sudah sangat mengeras ini.


“Sebentar.” Ucap Naomi sambil menoleh kearahku, lalu tangannya kearah belakang dan menggeser pegangan tanganku dikemaluanku, lalu meremas kemaluanku.

“kok bisa yaa jadi besar banget...”

“.. Padahal sudah sering melakukannya,...”

“....pelan – pelan ya beib.” ucap Naomi sambil menatapku, lalu melepaskan pegangannya dibatangku dan memegang ujung meja lagi.


Aku memegang kemaluanku dengan tangan kanan, sementara tangan kiri membuka belahan pantat Naomi dengan menggunakan jempol dan jari tengahku.


Aku lalu menggesekkan kepala kemaluanku di belahan kemaluan Naomi yang sangat basah itu.


“Uhhh. Pelan – pelan beib.” Ucap Naomi sambil menjijitkan kedua kakinya dan aku langsung menahan kedua pinggulnya.


Kembali aku membuka bongkahannya dengan kedua telapak tanganku, lalu memasukan kepala kemaluanku perlahan.


“...Haaappp....ooogghhh... beib, pelan – pelan.” ucap Naomi sambil menoleh kearahku.

“Tadi bilangnya disuruh menuntaskan cepat, gimana sih ayangku ini.?” ucapku sambil membalas tatapan matanya.

“jadi bagaimana..??! Diterusin gak ini.?” Tanyaku.

“Iya beib terusiiin.., tapi jangan keburu – buru... ingin lama lama ditusuk....” Ucap Naomi dan aku langsung mengerutkan kedua alisku.

“buruan iiih....” Ucap Naomi lalu menarik nafasnya dalam – dalam.


Akupun langsung mengangguk pelan dan Naomi menghadap kearah depan lagi. Kembali aku menggesekkan kepala kemaluanku, lalu menekannya sedikit kedalam, sampai kepala kemaluanku tertanam di kemaluan Naomi.


“AHHHHH.” Desah Naomi dengan kedua kaki yang bergetar dan tubuh yang sedikit tegang.


Aku menahan gerakanku, sambil mengurut pinggang Naomi pelan dan membuatnya rileks sejenak.


Nampak baru kepala kemaluanku yang masuk, lubang kemaluan Naomi sudah penuh sesak dan sangat sempit sekali. Kelihatannya lubang kenikmatan ini memang benar benar dirawat dengan baik oleh naomi, rasanya seperti vagina yang sudah lama tidak pernah dijamah dan dijelajahi.


“Masukin lagi beib...” ucap Naomi pelan dan dia sudah terlihat agak tenang.

“.......ooogghhhh...” Kayak main sama perawan aja nih ceritanya.


Lelehen cairan dari lubang kenikmatan Naomi, mulai terasa dan keluar dari sela – sela kepala kemaluanku yang tertanam.


Aku mendorong lagi pinggulku pelan, sambil meremas pelan pinggul Naomi.


“UGGGHHHHHHHH.” Naomi mendesah, sambil mencodongkan tubuhnya kedepan dan aku menahan pinggulnya.


Pelan pelan bertahap, kemaluanku mulai masuk kedalam kemaluan yang sangat sempit ini. Aku menikmati setiap momen, saat kepala kemaluanku masuk dan menerobos lubang yang langsung mencengkram kemaluanku dengan kuatnya ini.


“...Sret, sret, sret, sret....”


Semakin dalam masuk kemaluanku, semakin kuat cengkraman dinding kemaluan Naomi. Dan satu yang membuatku semakin menikmati persetubuhan ini, dinding kemaluannya yang sangat sempit ini, seolah menyedot kemaluanku untuk lebih masuk kedalam sana.


“...Uhhhh....”

“AHHHH.” Desah kami barengan.

“Sebentar beib, tahan sebantar. Ugggh, ugggh, ugghhh,” Ucap Naomi, ketika kemaluanku sudah tertanam setengah.


Aku menghentikan gerakanku, lalu menarik tubuh Naomi merapat kearahku.


Aku mengangkat kaos Naomi dan Naomi membantu melepaskan sport branya. Aku lalu meremas buah dada Naomi ini dengan sangat lembutnya.


“Hem..” desah Naomi dan kembali aku mendorong pinggulku kedepan, sambil memainkan kedua punting Naomi.

“.....Sret, sret, sret, sret....”

“Ahhh. Ahhh. Ahhh.” Desah Naomi ketika batangku mulai menerobos masuk kedalam kemaluannya lagi.


Gerakanku terhenti ketika kemaluanku sudah masuk seutuhnya, dan selangkanganku menempel dipantat semok Naomi.


“...Uggghhh.....” Nikmat banget ...

“AKKKHHHH....”

“...beib. Ini nikmat banget dan ini pasti membuatku ketagihan.” Ucap Naomi sambil menempelkan kepala belakangnya didadaku, lalu menoleh kearahku.

“...CUUPPP...SLUURRPPPPMMMHHH”..


Aku mengecup bibir Naomi pelan sambil menghisapnya.


“Aku goyang ya Beib.?” Tanyaku dan Naomi langsung mengangguk pelan.


Aku lalu melepas remasanku dan mendorong tubuh sexy Naomi supaya memegang ujung meja lagi. Aku lalu menundukan tubuh Naomi sedikit, lalu merenggangkan kedua pahanya, lalu memegang kedua pinggulnya lagi.


“Cepat beib, lebih cepat sodokannya.” Ucap Naomi dan membuatku langsung terkejut.


Aku yang mendapat tantangan harus menuntaskan dalam waktu yang singkay, tapi apa bisa kalau diburu seperti ini.? berhubungan badan harus santai dan rileks. Bodo aaah, lebih baik aku coba aja dulu. Dan ketika aku akan menarik pinggulku kebelakang,


“Tapi ingat beib, uuughhh... boleh cepat sodokannya tapi jangan kasar goyangnya ya.” ucap Naomi lagi dan aku menganggukkan kepalaku pelan

“Uhhhh.” Desah Naomi ketika aku mencabut setengah kemaluanku, lalu aku tekan kedalam lagi sepenuhnya.

“AHHHH.” Rintih kenikmatan Naomi, setelah aku menarik kebelakang pinggulku dan meninggalkan kepala kemaluanku didalam sana.

“AAAAHHHH.” Desah kami bersahut – sahutan, ketika aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kemaluanku pun, keluar masuk didalam lubang kenikmatan yang sangat sempit itu.


Selain sempit dan menggigit, kemaluan Naomi juga berkedut, sehingga batangku serasa dipijit didalam sana. Bener bener kenikmatan warbyasaah.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Bunyi selangkanganku ketika bertemu pantat Naomi yang padat itu.


“..CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Goyanganku yang pelan, perlahan mulai meningkat tempo kecepatannya.


“Ahhhh.. Ahhhh.. Ahhhh..” Desah Naomi yang sangat menikmati goyanganku ini, sambil menunduk dan menggelengkan kepalanya.

“Ahhhh.. Uhhhh.. Ahhhh.. Uhhhh.. Enak beib, enak banget..beib..ini... Ahhhhh.” Suara manja Naomi keluar disela desahannya.


Aku terus menggoyang dan kemaluanku tampak mengkilat, oleh cairan kenikmatan Naomi yang keluar.


Cairan kenikmatan itu semakin membuat mudah, kemaluanku keluar masuk dikemaluan Naomi.


“...CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“...CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Kedua tanganku yang ada dipinggulnya, sekarang naik ke keduah buah dadanya yang menggantung dan melambai. Aku meremasnya dan aku buat pegangan untuk menggoyang pinggulku yang semakin cepat ini.


“...CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“Beib.., beib. ....Sayaaaaang. Uhhhh.” Desah manja Naomi yang semakin menggila.


Tubuh kami berdua dipenuhi keringat, dan perasaan AC diliving room ini sudah diset up 16 (enam belas) derajat deh...bener bener pertempuran yang sangat bergairah ini berarti.


“Uh, uh, uh, uh, uh,” Nafas Naomi terdengar cepat dan memburu.

“Ha, ha, ha, ha, ha.” Nafasku juga memburu, disertai goyangan yang semakin cepat.

“Aku mau keluar b-bbbeeeeibbb, aku mau keluar. AHHHHH.” Ucap Naomi dan diakhiri dengan desahan yang panjang.

“...CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“...CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“AAAHHHHHHH.” Tubuh Naomi mengejang dan pinggulnya maju kedepan.


Aku langsung mencabut kemaluanku dan Naomi langsung memajukan tubuhnya, lalu tertelungkup diatas meja, dengan kedua kakinya menjijit dilantai dan bergetar.


“...Seerrrr.seerrrrr...creeetttt...”


Cairan yang agak mengental, keluar dari kemaluan Naomi dan beliau langsung mencengkram bagian ujung meja diatas kepalanya, dengan wajah sampingnya menempel dimeja.


“AAAAAAHHHHHH..” Desah Naomi dengan kedua kakinya bergetar, serta cairan yang terus keluar dari kemaluannya.


Cairan itu menetes dan mengenai celana hotspannya yang terturun dibagian bawah pahanya.


Melihat posisi Naomi yang berdiri dan menungging dihadapanku saat ini, kemaluanku semakin tegak berdiri. Apalagi ketika melihat kemaluannya berkedut dan mengeluarkan cairan kenikmatan itu, semakin membakar nafsuku saja jadinya.


“Uh, uh, uh, uh, uh.” Nafas Naomi yang terdengar cepat, dan kedua buah dadanya tergencet diatas meja.

“beib..., sekarang giliranmu.” Ucap Naomi dengan posisi yang masih tertelungkup dan menungging dimeja kerjanya kala itu.

“Enggak usah Beib, aku enggak bisa jika diburu, pasti aku susah kalau mau mengeluarkannya.” Ucapku dengan nada setenang mungkin. Karena bagiku, kepuasan naomi adalah segalanya.

“Kamu jangan meremehkan aku ya beib. kamu kira aku enggak bisa membuatmu keluar dalam lima menit.?” Ucap Naomi sambil melihat kearah wajahku yang terlihat penuh dengan keringat sebesar biji jagung.

“..Hiuufftt. Huuuu...”


Aku menarik nafas panjangku, lalu mendekat kearah bongkahan pantat Naomi. Kemaluanku yang masih tegak berdiri ini, aku gesekkan pelan dibelahan kemaluannya, lalu menekannya kedalam.


Kemaluanku pun agak mudah masuk dikemaluan yang sempit itu, karena cairan kenikmatan Naomi yang keluar tadi.


“Uhhhhh..” Desah Naomi sambil memajukan pinggulnya dan tubuhnya masih tertelungkup dimeja.


Aku menahan pinggulnya dan kemaluanku sudah masuk seutuhnya kedalam sana.


“Uhhhh. Tahan sebentar yaa beib,please... jangan digoyang dulu.” Ucap Naomi lalu mengangkat tubuhnya sedikit dan sekarang dia bertumpu pada kedua sikutnya yang berada diatas meja.

“...ddduhh. Mau apalagi Naomi ini.?..”

“..katanya pingin gerak cepat , tapi dia melarangku untuk menggoyangkan pinggulku...” batinku.


Dan perlahan, kemaluanku yang berada didalam lobang sempit miliknya, serasa dicengkram dengan eratnya. Dinding – dinding vagina Naomi, seperti meremas dengan keras kemaluanku. Dan dari arah dalam, kemaluanku seperti dihisap dan dilumat dengan sangat kuatnya. Mirip kemaluan yang dimasukkan vacum cleaner 200Hp..beeeuuuh...


kenikmatan yang sangat luar biasa dan baru kali ini aku merasakannya. Belum pernah kemaluanku mendapatkan himpitan dan sedotan yang begitu nikmatnya, mana bersamaan lagi. Dan yang membuatku takjub, kemaluanku seperti sedang dioral, lalu dihisap sampai kedalam tenggorokannya.


Pokoknya nikmat banget dan aku gak sanggup mengungkapkan kenikmatan yang aku rasakan saat ini, dengan kata – kata yang terindah sekalipun.


“AHHHHH.” Desahku sambil mendongakan kepalaku keatas dan kedua tanganku mencengkram pinggul Naomi.

“Gimana beib.? Enak gak.?” Ucap Naomi menggodaku dan aku langsung melihat kearahnya.


Dia menatapku sambil menggigit bibir bawahnya, disertai kemaluannya yang berkedut – kedut meremas kemaluanku.


“Uhhhhh....”

“..Nikmat banget Beib. AHHHHH.” Ucapku lalu mendesah dan aku langsung menggoyangkan pinggulku dengan semangatnya.

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“Ahhhh.. Ahhhh.. Ahhhh..” Desah Naomi sambil melihat kearahku, dengan tatapan yang begitu menikmati goyanganku.

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Aku terus menggoyang dengan posisi Naomi tetap menungging diatas meja dan tatapan mata kami bertemu.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“Uhhh.. Ahhh.. Uhhh.. Ahhh..” Desah kami bersahut – sahutan.

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Dan cairan kenikmatanku, perlahan mulai mendesak dan siap tertumpah diujung kemaluanku.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“Au mau keluar lagi ini beib.... aku mau keluar lagi.” Ucap Naomi sambil terus menatapku dan kepalanya mengangguk mengikuti ayunan goyangan pinggulku.


Aku menggoyangkan pinggulku ini, seperti sedang mengendarai kuda liar yang aku taklukkan.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


“Sabar Beib. Aku juga mau keluar. Hu, hu, hu, hu.” Ucapku dengan nafas yang memburu dan goyangan yang makin aku percepat.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


“Kita barengan aja keluarnya. Hu, hu, hu, hu.” Ucapku lagi dengan semangatnya.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


“Huuuem, heuuuum, huuuuem, heuuuum, huuuuem.” ucap Naomi lalu menghadap kedepan lagi, lalu menunduk dan menggelengkan kepalanya.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


“AAHHHHH..” desah panjangku.

“UUHHHHH.” Sahut Naomi sambil memajukan sedikit pinggulnya, sampai terlepas dari kemaluanku. dan


“Seerrrr...Creeet.. Creett.. Creettt..”


Nampak cairan keluar lagi dari kemaluan Naomi, dan sekarang seperti air yang sangat deras mengalir.


“AHHHHHHHH.” Desah Naomi, dengan kaki yang menjinjit dan membasahi celana hotpantsnya.


“.....Serrrr...creeet.. creett.. creettt..”


“UHHHHHH.” Desah Naomi sambil memajukan pinggulnya.


Dan setelah kedua kakinya menapak lantai lagi,.


Aku memasukan lagi kemaluanku dan aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


“beib,!!!”

“... Ahhhhhhhh.” Desah Naomi sambil menggelengkan kepalanya, lalu tubuhnya tertelungkup diatas meja lagi.


“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”

“.....CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK.. CLOKKK..”


Aku lalu menekan kedalam kemaluanku sedalam – dalamnya, didalam kemaluan Naomi sambil mencengkram pinggulnya, lalu.


Crooot....crooot.. croooot...


Tubuhku mengejang sambil menekan batangku kedalam kemaluan Naomi, yang juga lagi menegang. Kepala Naomi sampai terdanga, menerima muntahan cairan kenikmatanku didalam kemaluannya.


“AHHHHHH.” kami berdua sama – sama menikmati orgasme yang sangat indah ini..

“.....Huuuft.. huuuft.. huuu.. huuu.. huuu..haap...haaap..”

“........Huuu.. huuu.. huuu.. huuu.. huuu..”


Aku membiarkan kemaluan didalam kemaluan Naomi, dan beliau kembali tertelungkup dengan nafas yang cepat dan memburu.


“....Fiuuuuh...huuuuu...”

“..Huuu.. huuu.. huuu.. huuu.. huuu..”


Kami berdua mengatur nafas kami yang cepat ini. Nafas yang layaknya berlari sejauh 20 (dua puluh) kilometer jauhnya dengan kecepatan rata rata 10km/jam.


Naomi nampak melihat jam digitalnya yang menempel dipergelangannya.


“...waaah.. beib... tiga puluh menit...”


Ucapnya begitu gembira.


Naomi lantas memeluk tubuhku dan bergelayut manja. Aku paling paham jika sudah begini artinya naomi ingin digendong dan ditempatkan ditempat tidur untuk terlelap.


Kupandangi raut wajahnya yang telah mendapatkan orgasmenya entah berapa kali dalam waktu yang sangat singkat. Entah apa yang ada dibenaknya, sehingga meminta sex dengan tempo yang sangat singkat.


Setelah meletakkan tubuh polosnya, membentangkan menutupi tubuhnya, ku gerakkan kaki menuju living room, memunguti semua pakaian kami. Tidak menunggu lama, aku melakukan rutinitas untuk berendam air hangat dimalam hari.


“..keliatannya ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, benar kata naomi, aku harus segera menyelesaikan sisa kelompok naga dunia yang lainnya, sebelum mereka beraksi, aksi yang mungkin dapat merusak jalan bisnisku dikemudian hari..!”


Kolam kecil yang disebut jacuzzi ini hanya memiliki ukuran yang kecil dan kedalaman yang sedang. Fungsi utama dari kolam ini adalah untuk berendam dan berelaksasi. Air yang digunakan dalam kolam ini pun berupa air hangat, sehingga akan sangat nyaman dan mampu merelaksasi siapapun yang berendam di dalamnya.


Pada kolam jacuzzi, terkadang juga ditambahkan air yang menyembur dan menghasilkan gelembung-gelembung, sehingga suasana menjadi lebih merelaksasi pikiran. Penerapan kolam ini juga sering digunakan untuk menghilangkan stress.


Aerator yang menghasilkan gelembung-gelembung juga seakan memberikan pijatan pada telapak kaki, sehingga terasa sangat nyaman. Tidak jarang orang menyebut kolam ini sebagai kolam spa. Sebab, memang fungsinya hampir sama dengan spa.


Banyak orang yang telah membangun kolam jacuzzi di area kolam renangnya. Penggunaan kolam ini bisa pada kapan saja, baik pada musim pengujan maupun musim kemarau. Bagi rumah dengan lahan yang terbatas, kolam ini sangat cocok diterapkan, sehingga meskipun sempit, area ini bisa menjadi tempat yang sangat nyaman untuk berelaksasi.


Dengan ukuranya yang minimalis, kolam ini bisa diterapkan di area halaman dalam rumah. Bentuk kolam bisa dibuat bulat, kotak, maupun bentuk lainnya, sehingga bisa menyesuaikan ruangan yang ada di rumah Anda.


Jakuzzi yang memberikan tekanan air hangat yang pas ketubuhku membuat nyaman diriku yang berendam didalamnya. Selama berendam, terdengar suara alunan nada nada frequency 432 Hz. Seluruh benda dan peristiwa di alam semesta ini tak lebih dari getaran yang memiliki frekuensi. Benda kecil maupun besar, peristiwa dekat maupun jauh semuanya adalah manifestasi dari getaran. Maka, dalam sudut pandang ini, seluruh peristiwa yang terjadi di sekitar kita adalah manifestasi dari komposisi getaran belaka.


Seluruh pancaindra dan kinerja otak kita pun bekerja berdasar getaran tersebut. Mata adalah indera yang bekerja pada getaran cahaya tampak (sekitar 10^14 Hz), telinga bekerja pada gelombang suara (20-20.000 Hz), demikian pula penciuman, peraba dan perasa, adalah indra yang bekerja secara gelombang atau getaran pada ujung-ujung saraf pengindraan yang diteruskan secara elektromagnetik ke pusat pengindraan di otak kita.


Karena frequency 432 Hz ini berasal dari alam semesta, suara deburan ombak, suara ringkihan kuda, suara gemercik air terjun didepan lorong gua, suara kicauan burung ditengah hutan belantara dan lain lain. Dan dijaman sekarang para ahli quantum berlomba lomba untuk menangkap frequency tersebut, untuk dipergunakan sebagai restart alam bawah sadar kita, namun tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk restorasi alam bawah sadar dengan nilai jasa yang tidaklah kecil.




BERSAMBUNG

Report Page