Penari Tiang- Namjin
875. Methaphon Jon(Warning mature content, kekerasan, kata kasar, penyiksaan, seks dll)
Suara musik DJ yang begitu keras mengiringi dengan tarian tiang yang seokjin bawakan. Tubuh ramping berbalut kain itu meliuk dengan indahnya bersamaan dengan riuh tepuk tangan penononton. Semua orang terkagum saat dengan lihainya seokjin menaiki tiang besi itu kemudian berputar seperti seorang dewi. Tubuhnya yang mulus tanpa cacat tampak lebih bersinar dibawah sorotan cahaya lampu.
"Berapa harganya?" SooRa menelan ludahnya susah payah. Gosip tentang sosok Kim Namjoon yang terkenal dingin dan to-the-point membuatnya harus ekstra berhati-hati terlebih ini menyangkut seokjin, kartu AS miliknya.
"Tetapi dia tidak-"
"Apa harus aku mengulang ucapanku juga Nona Kang SooRa?"
SooRa merapikan anak rambutnya, ia gelisah dengan tekanan yang Namjoon berikan saat ini.
"Hanya minum dan selebihnya kau tidak bisa lakukan apapun kepadany" itulah kata terakhir yang keluar dari mulut yeoja kang sebelum keluar dari ruang untuk memanggil seokjin.
— Ruangan ganti
Sementara itu, di ruang ganti, seokjin menegak rakus air mineral yang tersedia di atas meja. Ia baru saja selesai menukar pakaian dan berniat untuk pulang segera namun rancangannya gagal saat sooRa menarik lengannya kembali masuk ke dalam ruangan ganti
"Seokjin, bersiaplah, ada yang memesanmu di ruang VVIP" ucap sooRa cepat sambil mengeluarkan alat-alat makeup keatas meja sebelum tangannya dihentikan oleh pemuda manis itu.
"Aku berhenti"
Keadaan sejenak berubah sunyi, kedua orang itu terdiam untuk mencerna apa yang baru saja terlontarkan dari mulut seokjin.
"Noona, aku ingin berhenti, aku ingin kembali ke kehidupan ku sebelumnya, a-ku-"
Plakkk
"Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu setelah aku memberikan semuanya kepadamu! Apa yang kau inginkan hah!? Aku bahkan membiarkanmu untuk tidak melayani para penggila seks itu di ranjang, aku bahkan membiarkanmu menggunakan segala fasilitas club semaumu dan memberikan pakaian mahal supaya kau menetap disini dan sekarang kau ingin pergi begitu saja? Sial!" SooRa meluapkan kemarahannya, lelucon macam apa yang namja kim ini katakan! Cih!
"Noona, ku mohon, a-aku tidak mau bekerja di tempat seperti ini, a-aku ingin- akhh!"
SooRa menarik rambut seokjin dengan kuat, tidak lupa tangan lainnya dia mencari sebiji pil didalam sakunya. Dengan cepat sooRa memasukkan pil putih tersebut kedalam mulut seokjin membiarkan seokjin menelan pil tersebut.
"Aku tidak mau mendengar alasanmu kim! Cepat bergerak ke ruangan tersebut atau aku akan menghapus hak istimewamu dan melempar dirimu kepada pria hidung belang!" Kepala si Kim menggeleng di tengah jambakan SooRa meringis kesakitan. Badannya dilemparkan kepada para bodyguard yang sudah menunggu.
"Bawa tubuhnya ke ruang VVIP cepat! Sebelum aku yang menghabisi kalian" perintah sooRa sebelum dirinya melangkah keluar dari ruangan membiarkan namja Kim itu bergerak lincah atas efek obat yang diberikan.
🌑
Namjoon sedang menunggu dengan segelas wine ditangan. Sudah hampir satu jam setelah kepergian mucikari itu namun pesannya tidak tiba-tiba. Jika dalam 5 menit kedepan pesannya tetap tidak tiba dia akan pastikan club ini rata dengan tanah besok paginya.
Ceklekk
"Selamat malam tuan, kami-"
"Bawa dia kemari" ahh mungkin namjoon akan membatalkan rancangannya untuk meratakan club ini karna jalang manisnya sudah tiba. Tapi tunggu! Bukankah namja itu terlihat lebih menggoda daripada saat menari tadi? Wajah yang memerah, mata yang menatap namjoon dengan sayu, juga bibir cherry yang merah dan tebal menggodanya. Hell! Namjoon bahkan sudah tidak sabar untuk menikmati kudapan malamnya.
Setelah menghantarkan seokjin, kedua bodyguard tersebut itupun keluar. Namjoon memberikan keduanya bonus sebelum meminta kedua bodyguard itu menjaga dihadapan pintu ruangan.
"Kau terlihat menggoda manis" namjoon menarik dagu yang lebih muda. Seokjin sendiri terduduk tak berdaya diatas pangkuan namjoon. Tubuhnya bereaksi saat namjoon menyentuhnya dan semakin sensitif saat tangan besar namjoon menelusup di balik kemeja putihnya
"Nnnghhhh.."
Shit!
Namjoon sudah tidak bisa menahan gairahnya. Dengan penuh nafsu bibir cherry nan tebal itu diraup kasar oleh namjoon. Sangat manis dan menggairahkan, namjoon dapat mengecap rasa vanilla di mulut seokjin yang sudah terbuka, memberikan akses lidah namjoon untuk menjelajah di dalam sana.
Lidah basah namjoon menjelajah bebas mengabsen setiap setiap gigi namja manis itu. Namjoon tau seokjin sedang dibawah pengaruh obat dan akan lebih menggairah jika dosisnya ditambah bukan?
Tangan bebas namjoon meraih botol kecil didalam sakunya, memgeluarkan satu tablet berukuran kecil sebelum memasukkan kedalam mulut seokjin. Namja kim itu sempat tersedak namun namjoon sudah lebih dahulu membungkam mulutnya dengan ciuman yang lebih panas dan lebih menuntut.
"Aghhh..nnghhhh.."
Seokjin merasakan geli di area lehernya saat sosok yang tidak ia kenal menjamah di titik itu. Kesadarannya sudah benar benar hilang dan digantikan oleh gelora panas di sekujur tubuhnya. Katakan saja bahawa sekarang seokjin menginginkan lebih dari ini. Lubangnya bahkan sudah terasa panas dan butuh dimasukin dengan sesuatu yang besar dan mengeras. Seokjin sadari ia malah menggesekkan bokongnya di panggukan namjoon. Jelas itu semakjn memperburukkan keadaan karna setelahnya namjoon menggeram merasakan miliknya mengeras dibawah sana.
"Panggil aku daddy, jalang"Namjoon berucap seduktif dihadapan bibir merah nan tebal milik seokjin. Bahkan benang saliva masih menjuntai menunjukkan betapa menggairahnya sosok seokjin bagi namjoon.
"Daddyhhhn..ahhhhhh."
Seokjin meremat sensual rambut sosok dihadapannya saat sesuatu yang hanyat menyapa putingnya. Namjoon terus melancarkan aksinya, tangannya bergerak di tubuh mulus itu. Pakaian yang dipakaikan namja kim itu sudah terjatuh kebawah tanpa ia sadari. Namjoon begitu gencar mencetak kissmark disana sini.
"Ahhhhh.. daddhh-nghhh...d-disanaaahh.." seokjin meracau hebat saat satu jari namjoon menelesak masuk kedalam hole miliknya dan mengobrak-abrik holenya yang terasa gatal. Sensasi yang tak pernah ia rasakan sekarang begitu memabukkan hingga menimbulkan ribuan kupu-kupu didalam perutnya.
"Shhhh.. kau benar benar nikmat, jalang" namjoon menggendong tubuh jalang manisnya yang telah sepenuhnya naked. Menghempaskan tubuh itu diatas ranjang sebelum mengukungnya dengan sorot mata kelaparan. Semuanya terlihat kabur bahkan seokjin tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang berada diatasnya.
Seokjin meliukkan badannya setelah merasakan tangan hangat sosok diatasnya ini meraih penisnya yang sudah menegang sepenuhnya. Mendesah meminta lebih, mendesah meminta supaya sosok diatasnya ini memasuki dirinya. Itu semua hanya pengarush obat.
"Sialan, kau akan menjadi jalangku, kim seokjin!"
Namjoon melepaskan semua pakaiannya, memompa sesaat penisnya yang mengeras atas desahan seokjin yang sangat menggairahkan. Mengancungkan penisnya ke hole milik seokjin lalu memasukkannya secara paksa dengan sekali hentakkan.
"Akkhhh!! Ff-uck daddhhh.."
"Shhhh Damnnnhh, you are virgin"
Terlihat darah yang mengalir turun dari hole milik seokjin. Namjoon jelas tidak peduli. Dia menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang cepat membuatkan jalang manis dibawahnya ini mendesah hebat. Alunan musik yang indah baginya
"Aghhhhh s-sakiithhh shhh...k-ku mohonnhh nnghh.." namjoon gencar mendorong penisnya lebih dalam sehingga bertemu dengan prostat seokjin. Jelas itu membuat seokjin mendongak nikmat mendesah tak keruan karna sensasi nikmat yang dia dapatnya dari sosok diatasnya ini.
"Shhhhh... sialan kau sempithh jalangg, ahhh..." Pinggul namjoon memompa dengan kuat hingga tubuh seokjin terlonjak mengikuti tempo si dominan, jari-jari lentik seokjin mencengkram kuat bahu namjoon yang tidak terbalut dengan apa-apa itu. Gerakan namjoon terlampau cepat dan dalam hingga seokjin merasakan tubuhnya seperti dihantam permukaan yang keras.
"Shhhhh pelanhhh.. pelanhhhh ahnghhh nghhh fuckkkhh!.."
"Ahh kau melupakanhhh.. panggilann mu babyh.."
"Dadhhhh-nghh dadddyyhh pelannhhh akkhhh.."
Seakan tuli dengan rengekan seokjin, namjoon malah semakin mempercepatkan gerakannya, bahkan seokjin sudah mencapai klimaksnya berkali-kali namun tidak dengan namjoon.
Tempo namjoon mulai memelan dengan lidahnya yang kembali bermain di area sensitifnya dan juga tangan sialannya yang bermain di penis seokjin. Menghiraukan bahawa penis jalang manisnya itu sensitif karna habis saja klimaks.
"S-sialanhhh ahhhh nghhhh!..." Aroma manis yang menguar dari tubuh seokjin membuat gairah namjoon bertambah terbukti dengan gerakannya yang kian bertambah cepat. Beberapa kali hole seokjin merapat membuat penisnya terjepit dibawah sana. Namjoon mengeram nikmat merasakan jepitan itu
"Kauuhh benar benar nikmat kim.. ahhhhh.."
"F-fuckkkhh me more daddyhh...breakinghh my hole..."
Dengan satu gerakan cepat, tubuh seokjin telah dibalikkan oleh namjoon menjadi posisi menungging. Dengan penuh nafsu, namjoon kembali menggempur pusat namja manis itu menghasilkan lenguhan silih berganti dari keduanya.
"Dammnhh daddyhhh nghhhh fuckkkh your dickh is fuckingghh goodhh"
Seokjin benar-benar merasakan nikmat yang diberikan namjoon, bahkan kini kedua tangannya menggenggam erat selimut yang berada dibawahnya. Badannya sepenuhnya milik sosok yang kini menggempur hole nya dengan sangat dalam dan cepat. Benar benar menggairahkan
"tubuhmuu tidak akan pernah dijamah oleh orang lain selain diriku jalanghh"
Namjoon menelesakkan kepalanya di perpotongan leher seokjin. Menggigit gemas titik itu hingga meninggalkan bercak kemerahan. Tangan namjoon bergerak ke bawah menutup akses keluar seokjin hingga membuat namja kim itu bergerak gelisah saat tidak bisa melepaskan putihnya.
"Dadddyhhh... D-donn'tchh... Shhhnghh.."
"Shit!! Kau benar-benar nikmat jalang!!" Namjoon memukul kedua bongkahan kenyal itu berkali-kali melepaskan rasa nikmatnya lubang jalang manisnya yang memijat penisnya dibawah. Berkali kali mengeram, memompa lebih dalam menghiraukan teriakan dan rengekam dari namja kim itu. Hanya dengan beberapa gerakan pinggulnya yang menggempur hole milik namja kim itu, kini namjoon klimaks. Mengeluarkan putihnya di dalam hole seokjin.
"Fuckhh.. i-its so hot nghhh.."
"Hahhh.. shit! Benar benar nikmat"
Kini tubuh keduanya ambruk, ambruk karna malam itu terlalu panas dan menggairahkan keduanya. Seokjin bahkan sadar sosok diatasnya itu mengeluarkan spermanya kedalam hole miliknya.
Kini keduanya ketiduran, masih dengan penis namjoon yang berada di dalam lubang milik seokjin. Seokjin yang tertidur pulas akibat kelelahan dan diikuti juga dengan namjoon
The end