NOTA MUSAFIR

NOTA MUSAFIR


QS. Al-Baqarah Ayat 18

صُمٌّۢ بُكۡمٌ عُمۡىٌ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُوۡنَ ۙ‏

Summum bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun

Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.

Juz ke-1

Tafsir

Mereka seperti orang tuli, sebab mereka telah kehilangan fungsi pendengaran dengan tidak mengikuti kebenaran yang didengar. Mereka juga seperti orang bisu karena tidak mengucapkan kebenaran oleh sebab hati mereka tertutup, sehingga tidak tergerak melakukan itu. Dan mereka juga seperti orang buta, karena kehilangan fungsi penglihatan, baik melalui mata kepala (basar) ataupun mata hati (basirah), dengan tidak mengambil pelajaran dari hal-hal yang mereka lihat, sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat kembali dari kesesatan itu kepada kebenaran yang telah mereka jual dan tinggalkan.


Ayat ini menerangkan orang-orang munafik itu tidak hanya seperti orang yang kehilangan cahaya terang, tetapi juga seperti orang yang kehilangan beberapa indra yang pokok. Tidak dapat mendengar, bicara dan melihat. Orang yang seperti ini tentu akhirnya mengalami kebinasaan.


Mereka dikatakan tuli karena tidak mendengarkan nasihat dan petunjuk bahkan mereka tidak paham, meskipun mendengar. Dikatakan bisu, karena mereka tidak mau menanyakan hal-hal yang kabur bagi mereka, tidak meminta penjelasan dan petunjuk sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mengambil manfaat dari segala pelajaran dan ilmu pengetahuan yang dikemukakan rasul. Dikatakan buta, karena mereka kehilangan manfaat pengamatan dan manfaat pelajaran. Mereka tidak dapat mengambil pelajaran dari segala kejadian yang mereka alami, dan pengalaman bangsa-bangsa lain.


Mereka tidak dapat kembali ke jalan yang benar, karena sifat-sifat tersebut di atas dan mereka tetap membeku di tempatnya.

=============

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS


Zikir dan Doa Yang Afdhal


حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْ رَسُولَ اللَّنِ كَثِيرٍ الأَنْصَارِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: سَمِعْتُهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ


Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim bin Katsir al-Ansari berkata, Aku mendengar Talhah bin Hirasyh berkata: Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Zikir yang paling afdhal (utama) ialah, “Tidak ada Tuhan selain Allah,” dan doa paling afdhal ialah, “Segala puji bagi Allah.” (HR Tirmizi No: 3383) Status: Hadis Hasan


Pengajaran:


1. Zikrullah dan berdoa adalah suatu tuntutan dan keperluan kepada setiap Muslim


2. Zikir yang terbaik adalah kalimah:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ


3. Doa yang paling baik adalah kalimah:


الحَمْدُ لِلَّهِ


Segala pujian hanyalah untuk Allah


Kalimah Alhamdulillah adalah lafaz lisan yang diucapkan sebagai pujian dan bersyukur seseorang di atas segala nikmat yang Allah SWT berikan kepadanya.


4. Kalimah Alhamdulillah lebih baik dari harta yang dimiliki oleh seseorang walaupun sepenuh langit dan bumi.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا كُلَّهَا بِحَذَافِيرِهَا بِيَدِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي " ثُمَّ قَالَ : " الْحَمْدُ لِلَّهِ لَكَانَتِ الْحَمْدُ لِلَّهِ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ


Anas ra juga meriwayatkan , bahawa Nabi saw. Bersabda: seandainya dunia dan semua isinya berada ditangan seseorang dari ummatku kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah, nescaya kalimat (Alhamdulillah) yang ucapkan itu lebih baik dari dunia dan isinya (Dailami 3/359 No: 5083)


Marilah kita memperbanyakkan lafaz zikir dan doa terafdhal.


Negara Rahmah Ummah Sejahtera

=============

Firman Allah SWT:

 

﷽


أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ [يونس : 66]


Ertinya: "Ingatlah! Sesungguhnya bagi Allah jualah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan bahawa mereka yang menyembah sesuatu yang lain Allah sebagai sekutuNya, mereka tidak menurut (sesuatu keyakinan), mereka hanya menurut sangkaan semata-mata, dan mereka hanyalah orang-orang yang sentiasa berdusta." (Surah Yunus: 66)


🌼 Keterangan Ayat:


1. Allah SWT menegaskan bahawa Dia lah yang memiliki segala ciptaan yang ada di langit dan di bumi!


2. Mereka yang menyembah tuhan-tuhan selain dari Allah sebenarnya menyembah sesuatu yang tiada memiliki apa-apa!


3. Mereka hanya mengikut sangkaan semata-mata! Mereka hanyalah orang-orang yang sentiasa berdusta!


Rujukan tafsir: At-Tabari, Al-Qurtubi, Ibn Kathir dll.


🌼 Antara Petunjuk Ayat:


1. Islam menyeru semua manusia supaya tunduk dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa! Pencipta alam semesta!


2. Islam menolak kepercayaan kepada tuhan-tuhan selain dari Allah! Tiada siapa yang layak disembah selain Pencipta kita!


3. Orang yang menyembah tuhan selain dari Allah adalah orang yang berdusta! Mereka hanya mengikut sangkaan semata-mata!


🌼 Kaedah Beramal:


1. Hendaklah kita menyeru semua manusia supaya tunduk dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa yang mencipta alam semesta!


2. Hendaklah kita menolak kepercayaan kepada tuhan-tuhan selain dari Allah! Jangan sembah selain dari Pencipta kita!


3. Hendaklah kita menjadi orang yang hanya menyembah Allah! Jangan jadi orang yang berdusta dan mengikut sangkaan semata-mata!


Ya Allah jadikanlah kami orang yang tunduk dan patuh hanya kepadaMu, jauhkanlah kami dari sifat orang yang berdusta dan mengikut sangkaan semata-mata. Aamiin.

=============

Ada kalanya kesusahan hidup menimpa kita dengan tiba-tiba tanpa kita duga. Kita langsung tidak bersedia, kita tercengang, buntu dan tidak tahu untuk berbuat apa.

Tariklah nafas sedalam-dalamnya dan lepaskan perlahan-lahan. Yakinlah di saat ini kita tidak berseorangan kerana Allah sedang ‘melihat’ dan mengetahui apa yang kita rasakan.

Bukankah Allah itu paling dekat dengan hamba-hambanya, dan paling memahami diri kita lebih daripada kita memahami diri sendiri.

Setiap yang berlaku tidak sia-sia. Lambat-laun kita akan mengetahui hikmah yang tersimpan di sebaliknya.

Di saat ini, sebutlah doa ini perlahan-lahan…

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ

(Ya Hayyu, Ya Qoyyum)

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri tanpa memerlukan segala sesuatu,

بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

(Birahmatika astaghiis)

Dengan rahmatmu aku minta pertolongan,

وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ

(Wa aslihli sya’ni kullahu)

Perbaikilah segala urusanku,

وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

(Wa la takilni ila nafsi thorfata ‘ainin abadan)

Dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun walau sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.

Ia doa yang pernah diajarkan oleh Nabi SAW kepada anak baginda, Fatimah dan disunatkan membacanya pada setiap pagi dan petang.

Atau boleh juga dibaca doa yang ringkas daripada Al-Quran ini,

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّـهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

(Wa ufawwidhu amri ilallah. Innallaha basiirum bil ‘ibaad)


“…Dan aku sentiasa menyerahkan urusanku bulat-bulat kepada Allah (untuk memeliharaku); sesungguhnya Allah Maha Melihat akan keadaan hamba-hambaNya”.(Surah Al-Ghafir 40:44)

Di dalamnya ada pengharapan sebenar-benarnya kepada Allah Yang Maha Menguruskan setiap nyawa yang ada di muka bumi ini. Mungkin saat ini Allah hanya mahu menguji tentang iman dan rasa percaya yang kerap kita sebutkan saat kita dalam keadaan senang dan gembira.

Dunia boleh berbuat sewenang-wenangnya, namun tidak dapat mencabar kekuasaan dan kebesaran Allah. Manusia boleh membenci dan menganiaya, namun besar lagi perlindungan yang mampu Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Kita mungkin sedang jatuh dalam kesedihan yang sangat dalam, namun Allah jualah yang berkuasa menarik kembali kita kepada cahaya. Justeru, teruslah yakin dan percaya.



Report Page