My soul's delight
K.As u can see, aku gabisa romantis-romantis banget :b
Kamu, aku bertemu denganmu disaat sedang hilang arah. Tidak ada sebarang petunjuk untukku lanjut berkelana. Jujur, sedari awal aku tak pernah sekalipun memikirkan bahwa nantinya kamu dan aku akan sedekat ini.
“Apakah ini nyata?”
Terlihat seperti mimpi..
Saint Levrán. Itu namamu, nama yang seringkali muncul di benakku. Mungkin kamu adalah hadiah natal yang ku pinta tahun lalu.
Aku bukanlah manusia yang sempurna, bukan juga orang yang berharga. Namun jika bersama mu.. aku merasa bahwa sekarang, aku bertemu dengan seseorang yang dapat ku cintai dengan segenap jiwa raga.
Di dalam mata kamu, aku melihat setitis harapan yang belum benar-benar hilang. Disaat pertama kali bertemu denganmu, tak banyak hal yang dapat ku ucapkan. Mungkin,
Caramu memandang dunia, caramu menikmati segala luka, caramu berinteraksi dengan sesama manusia, dan caramu mengungkapkan rasa yang ada.
Jujur, aku mengagumi itu.
“Ah.. Mungkin dia sama sepertiku. Mungkin kita dapat berteman dengan lebih lama.”
Nyatanya.. sekarang kamu seperti lebih dari teman.
Elthair's—
Once in a lifetime, aku ngerasa nyaman di deket kamu. And I don't know why. Just like what I told u earlier, kamu orang pertama yang ga butuh waktu berbulan-bulan buat aku jadi diri sendiri without being afraid about my flaws.
Kalo boleh jujur, aku masih takut. Takut buat jatuh dan gabisa bangun lagi. Kita berdua tau segila apa kita dulunya ke orang sebelum ini. Kita berdua juga ngerasain patah hati yang bahkan gabisa dijelasin pake kata-kata.
“But there's something in u, that changed my mind.”
‘I'm so scared to fall in love but if it's you then I'll try.’
Urs unofficially,
Elthair.