Mahakarya Tuhanku.
J.Ada semacam pemandangan yang tenang dalam caramu menerima cahaya, Menangkap emas sore hari dan mengubahnya menjadi putih, Desain yang langka dan sederhana yang menenangkan indra, seolah-olah alam semesta sendiri telah membentukmu sesuai kehendaknya.
Matamu bagaikan samudra tempat bintang-bintang berjatuhan untuk bermain, Menampung gelombang tengah malam dan siang yang dalam dan misterius. Dan saat kau tersenyum, kehangatan yang tiba-tiba itu seperti hembusan angin musim panas. Itu mengusir bayangan dari pikiranku dan memerdekakan jiwaku. Ada puisi yang tertulis dalam lengkungan pelukanmu, Dalam setiap garis lembut dan terencana yang membentuk kontur wajah manismu.
Bukan hanya simetri dan bentuk yang menarik perhatian, Inilah bagaimana pancaran batinmu terpancar dalam tampilan yang megah—Keanggunan yang bersinar dan lembut yang meresap ke dalam segala hal, Kedalaman yang menakjubkan dan menakjubkan, yang membuat musim dingin terasa begitu indah. Dan aku hanya bisa takjub, sekadar mengamati dan menyaksikan. Bagaimana sesuatu yang begitu mustahil dan ilahi Ini milikku.