"My First Experience"
VinaaHai, perkenalkan saya Vina.
Alhamdulillah saya diberikan kesempatan bergabung dengan BPJS Kesehatan KC Kisaran sebagai PTT Frontliner.
Sebagai lulusan baru atau sering dikatakan freshgraduate.
Dunia pekerjaan adalah suatu hal baru yang harus saya hadapi dalam perjalanan hidup saya. Sebuah pembelajaran dan tantangan pasti membuat saya khawatir, takut dan gelisah. Apalagi untuk pertama kalinya saya merasakan kota perantauan.
Bersyukur dan beruntungnya saya dipertemukan dengan rekan kerja di bagian mutu layanan kepesertaan atau sering saya sebut Kakak yanser yang dengan sabar dalam membimbing saya dan sering membagikan ilmunya kepada saya.
Kakak yanser sering membantu saya jika saya dalam keadaan kesulitan bahkan saya tidak pernah merasakan sendirian. Benar-benar saling tolong-menolong.
Kakak yanser mengajarkan saya untuk saling merangkul satu sama lain dan peduli terhadap sesama. Rasa kekeluargaan sangat didapatkan dilingkungan pekerjaan saya saat ini. Untuk itu sebuah kalimat saya tuliskan untuk kakak yanser yaitu :
"Jika bisa bersama mengapa harus sendiri ?"
Postingan ini saya appresiasi untuk kakak yanser, yakni: Kak Erni, Bang Ridho, Kak Berti, dan Kak Dwi.
Terima kasih telah menjadi keluarga baru bagi saya dan merasakan pengalaman kerja pertama kali dengan lingkungan kerja yang nyaman dan saling support.

Selain itu, saya juga bersyukur bertemu dengan TAD (driver BPJS Keliling) yang saya panggil Bang Fikar, yang tak pernah lelah mengantarkan saya walau harus menelurusi desa desa yang tidak tahu dimana lokasinya, mengikuti google maps sampai nyasar bahkan pernah mobil tidak bisa bergerak karena jalanan rusak dan hujan. Semangat bang fikar dan besungguh-sungguh dalam bekerja mengajarkan saya agar bekerja dengan hati dan Ikhlas.
Bang fikar sering menasihati saya untuk terus belajar dan bekerja agar nantinya bisa sukses. Untuk itu tulisan ini juga saya apresiasikan untuk driver BPJS Keliling yang selalu penuh semangat dengan kalimat “Bekerjalah dengan sungguh jika bisa dikejar dengan berlari mengapa kita harus berjalan ?”
