Makanan Khas Aceh
By Aceh TravelAceh, sebuah provinsi di Indonesia, yang terletak di ujung barat laut pulau Sumatra, telah lama dikaitkan dengan beberapa hal, seperti: Tsunami yang dahsyat, hukum Syariah Islam, masjid agung, berbagai peluang menyelam di pulau vulkanik Weh dan kekayaan Gayo kopi. Namun kartu andalan provinsi ini terletak pada masakannya dan seseorang tidak dapat mengucapkan selamat tinggal pada tempat ini tanpa menikmati kelezatan kulinernya.
Aceh, sebuah daerah istimewa di ujung barat Pulau Sumatera, selalu sulit dibedakan dengan hal-hal berikut ini – tsunami, hukum syariah, tempat menyelam yang menakjubkan di Pulau We, masjid, dan kopi Gayo. Namun, permata ini adalah rumah bagi beragam makanan khas Aceh yang kaya rasa dan menggugah selera. Sesampainya di Aceh, jangan lupa untuk mencoba 11 makanan lokal yang luar biasa ini untuk mendapatkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis.
Sie Kameng (kari daging kambing) atau yang lebih terkenal dengan sebutan ‘Gulai Kambing’ oleh masyarakat nusantara merupakan makanan khas Aceh yang rasanya gurih. Sering dimasak dalam kuali tradisional, daging dalam masakan ini sangat empuk dan berpedoman pada bumbu yang kaya dan kuat serta kebaikan daun temurui dan adas bintang, dan memang sangat populer di kalangan penduduk lokal dan wisatawan.
Lihat Pula: Senjata Tradisional Aceh
Sie Kameng yang terkenal dengan sebutan Gulai Kambing (dalam bahasa Indonesia) atau kari daging kambing memiliki rasa dan kepedasan yang sangat jernih. Dibandingkan dengan hidangan kari khas Asia lainnya, hidangan khas Aceh yang menduduki peringkat teratas ini jelas menonjolkan tekstur daging dan kuahnya yang cerah. Selain itu, proses memasak yang unik menggunakan kuali di atas api besar dan bumbu seperti adas bintang dan daun temurui menjadikannya begitu spektakuler.
Kunjungan ke Aceh tidak akan lengkap tanpa hidangan utama tradisional, ‘Mie Aceh’, hidangan mie pedas yang merupakan makanan khas masyarakat Aceh. Mie autentik buatan sendiri berwarna kuning kental, dipadukan dengan campuran bumbu bumbu lada hitam, jinten, kapulaga, kunyit dll, disajikan dengan irisan daging sapi, domba atau seafood dan ditaburi bawang goreng, jeruk nipis, dan irisan mentimun. Ada 2 jenis variasi yang bisa dipilih, Mie Goreng (goreng dan kering) atau Mie Aceh Kuah (kuah). Tapi apa pun yang Anda pilih, Anda tidak akan menyesali pilihan Anda pada salah satu dari keduanya.
Ingin makan mie tradisional? Jangan lewatkan untuk menyeruput lezatnya Mie Aceh. Mie kuningnya yang kental sangat cocok dipadukan dengan kuah kaldu sapi, irisan daging domba, dan tauge. Ada dua jenis penyajian – gaya goreng dan sup. Rasa kuatnya didapat dari kunyit, kapulaga, jintan, dan merica. Hidangannya selalu ditemani bawang goreng, emping, jeruk nipis, dan irisan timun.