MUQADDIMAH

MUQADDIMAH

AN MU'ASASAH

Atas berkah Nya dan Rahmat Nya kami memohon kepada Allah agar memberikan petunjuk dan ilmu yang bermanfaat, dan Kami berlindung kepada Allah agar dihindarkan dari Ilmu yang menyimpang nan menyesatkan.

Jaman kian meningkat menjadi sangat menghawatirkan, banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang keluar dari mulut dan berlebihan dalam tingkah laku hingga banyak yang terjerumus dalam kesesatan. Segolongan dari kaum muslimin yang khilaf mereka orang-orang Kafir justru menyalahkan Allah yang Maha Mulia dan Maha Suci dengan cara mengejek Nya, bahkan ada yang berani mengajak berkelahi dengan Nya. Inilah negeri yang konon negri bermayoritaskan muslim. Bila kita menelisik kembali kepada Al Qur'an tidak ada suatu kaum pun dari terdahulu yang berani menghina Allah dan rasul-Nya. Mulai dari Kaum Nuh hingga Musyrikin Makkah. Justru bila kita nilai, jaman sekarang ini adalah jaman yang jenis kekufurannya jauh lebih parah dibandingkan dengan kaum-kaum terdahulu. Inilah "hebatnya" penduduk 62.

Dari Imam Bukhari bahwasanya Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zubair bin 'Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik راضي الله عنه, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang ulah para jamaah haji. Maka dia menjawab; 'Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalalni suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari Nabi kalian ﷺ.'

Dan inilah jamannya, juga kaum muslimin pun kini terbagi-bagi, bahkan ada yang menjadikan mereka para Musuh-musuh Allah rekannya. Segolongan kaum muslimin itu seakan-akan tidak tahu apa yang terjadi di alam sadar ini.

Menurut keterangan Al Qur'an dan Sunnah, justru dalam kondisi seperti ini, adalah masa penyaringan kaum muslimin, agar kaum muslimin yang lurus dijalan Hanif nya tahu mana yang muslim sungguhan dan mana yang muslim bohongan (Musyrikin).

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim" (Āli imran 140)

Dan semoga masa-masa seperti ini adalah masa-masa tersulit bagi kaum muslimin, dan tidak ada masa sulit lagi setelahnya. Karena yang kita rasakan, fenomena ini sudah begitu pahit dan berat, pasalnya bukan hanya kaum muslimin di Indonesia, kejadian ini pun terjadi di belahan dunia lainnya. Ditambah lagi dengan para Ulama-ulama fenomenal justru bertawaliy kepada musuh-musuh Allah tersebut.

Dalam keadaan seperti ini, semakin jelaslah bahwa pertolongan Allah itu semakin dekat. Sang Khalifah akhir jaman pun kian didambakan oleh setiap kaum muslimin yang berjalan pada ke-Hanifa-nnya.

Maka dari itu, sebelum masa-masa itu datang, yang tentunya Allah akan memilih dari hamba-hamba-Nya yang beriman dan terbaik akan menjadi Hawariyunnya jaman ini, kaum muslimin harus meluruskan kembali Shaf nya, kita gunakan masa-masa seperti ini bagai menyelam sambil minum air. Kita kembali kepada Tauhid, mempelajari ilmunya, karena hanya Tauhid lah yang sudah sunatullah membantu orang-orang yang beriman dimasa-masa kesulitan seperti ini.

AN Mu'asasah akan memberikan sedikit pencerahan tentang Tauhid, yang bersumber dari kitab-kitab Ulama terdahulu, namun dikemas dengan bahasa yang ringan juga tegas, karena sesungguhnya kaum muslimin Allah beri gelar dengan sebutan Singa.

Lebih dan kurangnya kami hanya manusia, terimalah bila benar, dan tolak bila salah. Sekelas apapun itu Syaikhul Muslim, tetap kebenaran itu adalah dari Allah bahkan Allah yang punya.

Semoga Allah membangkitkan kaum muslimin dan menghinakan orang-orang Kafir itu. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari malapetaka ini, malapetaka kezaliman, fitnah sesama Kaum muslimin, malapetaka fitnah dunia yang semakin parah ini.

Barakallaahu fiikum

Walhamdulillāh Washolātu wassalāmu'alā Rasūlillāh

Penulis : Abu Naba Al Indunisy

Media pendukung : An Mu'asasah, iQaamtulHujjah (Independent foundation)

Report Page