MENCARI CUAN VIA TEKNOLOGI KARBON!

MENCARI CUAN VIA TEKNOLOGI KARBON!

Rizal Pahlevi | Revolusi Design Thinking™
Mari bersinergi untuk membentuk cuan berkelanjutan dan halal via kemitraan program inovasi tingkat tinggi! CP.082110788002.

Saat pandemi ini mari kita selalu berinovasi!

Untuk bisa berinovasi kita harus ada motivasi!

Optimis tingkat tinggi perlu dibangun untuk hal ini!

Kali ini kita bahas bagaimana menghasilkan cuan dengan skema mengurangi emisi karbon.


Inovasi geoengineering dapat memberikan solusi kestabilan iklim yang baik sekaligus cuan bagi Negara dan rakyatnya.

PELUANG BISNIS SEKALIGUS MELESTARIKAN IKLIM SEHAT BAGI INDONESIA DARI KEKELIRUAN PROYEK MEREDUPKAN CAHAYA MATAHARI ALA BILL GATES!

Tujuan bagus dengan cara yang salah justru akan mendatangkan masalah dan malapetaka!

Untuk itulaha perlunya saling nasehat menasehati dengan cara terbaik!

Seperti kasus berikut ini yang justru sangat berisiko untuk kelangsungan iklim global yang akan berpengaruh pada industri pertanian hingga nuklir!

Berseberangan dengan Elon Musk dengan sayembara nya dalam menghapus emisi karbon, Bill Gates justru akan menambah emisi karbon secara langsung dengan proyek "meredupkan cahaya matahari" oleh sebuah aerosol sulfat/karbonat!

Bagaimana tidak menambah emisi karbon?! Justru dengan metode "geo-engineering" tersebut maka daya serap tanaman terhadap karbon dioksida akan berkurang karena sistem grana dalam daun akan kekurangan pasokan energi cahaya matahari untuk mengikat dan memasak karbon dioksida dalam rangkaian proses fotosintesa!


Oleh karena itu, banyak juga ilmuwan yang memperingatkan bahayanya proyek tersebut!

Sebenarnya solusi aplikatif yang terbaik terbagi menjadi dua skema inovasi tingkat tinggi! 

Skema pertama:

Minimalisasi emisi karbon dengan optimalisasi kualitas pembakaran bahan bakar fosil industri dengan teknologi tinggi!

Peluang cuan dari sayembara!


Skema kedua:

Optimalisasi pengikatan emisi karbon dengan program "TOBA SOCIETY" via teknologi!

https://telegra.ph/DENGAN-DANA-25-MILYAR-KITA-BENTUK-BISNIS-TOBA-SOCIETY-04-20

Dengan kedua skema di atas maka industri pertanian hingga industri nuklir Indonesia akan kecipratan pendapatan bersih Negara dengan skema kredit karbon hingga 9.000 trilyun rupiah per tahun!

Skema ketiga:

Segera rakit teknologinya dan jauhi debat!

Di Eropa, Korea dan India mereka sudah membuat teknologi untuk membuat emisi karbon diubah menjadi bahan bakar etanol dan atau baking soda sementara di kita masih asyik sibuk debat tentang kredit karbon!

Sebuah reaksi yang bertujuan untuk menghasilkan cuan berkelanjutan.

Solusi konkrit sekarang adalah perlu adanya kolaborasi triple helix agar pengelolaan sampah berdampak signifikan adalah misal pengolahan limbah dan atau sampah yang menghasilkan gas yang masih dapat diolah menjadi sumber energi alternatif!

Tentunya butuh dana yang besar dan perlu adanya partisipasi pemerintah serta swasta untuk merealisasikannya!

https://www.theguardian.com/sustainable-business/2017/sep/14/entrepreneurs-turn-carbon-dioxide-into-fuels-artificial-photosynthesis


Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN):

082110788002

Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™

"Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD"

Report Page