MEMILIH TEMAN
AN MU'ASASAH
Allah ﷻ berfirman
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ ۞ قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌ ۞ يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ ۞ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ۞ قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ۞ فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ ۞ وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman, yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)? Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”. Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?” Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala. dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).” (Ash Shaffat 50-57)
Dan Firman Nya
يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)" (Al Furqan 28)
Hidup di tengah tengah ahlul maksiat dapat mematikan hati seseorang, lalu bagaimana halnya jika hidup di tengah tengah orang orang kafir! Kekufuran mereka pada awalnya hanya membuat goresan dan jejak pada hati yang dari waktu ke waktu akan menjadi ukiran dan pahatan yang hampir tidak mungkin untuk dihilangkan. Mereka dapat menghancurkan fitrah seseorang menuju sebuah titik yang mana tidak bisa kembali lagi, jadi keraguan dan hasrat dari hatinya akan sepenuhnya membelenggu dirinya.
Dalam hadits tentang seorang pria yang telah membunuh Sembilan puluh Sembilan orang dan kemudian memutuskan untuk bertaubat, seorang ulama berkata kepadanya, ”Pergilah menuju sebuah negeri ini dan ini, karena didalamnya terdapat Orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maka Beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan jangan pernah kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk (jahat)." [Sahih Muslim].
Jarir Ibn 'Abdillah راضي الله عنه berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ”Aku berlepas diri dari setiap Muslim yang hidup di tengah-tengah orang-orang Musyrik. Tidak akan terkumpul dua api mereka berdua." [Hasan Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidhi]
Bahkan jika seseorang selalu menghabiskan waktunya di masjid untuk sholat, dzikir dan belajar ilmu agama, sementara dia hidup bersama (komunitas) kaum Muslimin yang hidup berdampingan dengan orang-orang kafir dan meninggalkan jihad, maka orang seperti ini hanya akan membangun hujjah (bukti) yang paling kuat (untuk menjatuhkan dirinya sendiri di hari Kiamat) atas dirinya dan dosa-dosanya.
Juga dikatakan oleh Abu Masa (radiyallahu 'anh) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ”Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) membakar pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. [Al Bukhari dan Muslim].
Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) membakar pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. [Al Bukhari dan Muslim].
Jadi, teman yang buruk (ahlu maksiat) mau tidak mau akan tetap mempengaruhi kalian. Dan dosa yang paling berat pada zaman ini adalah qu'ud (meninggalkan jihad), dikarenakan hukum jihad sekarang adalah Fardhu 'ayn (Wajib atas setiap individu). Lalu bagaimana bisa seseorang merasa senang bersama teman teman yang meninggalkan Jihad?
Shaykhul-lslam Ibn Taymiyyah رحمه الله berkata, “Inti dari hijrah adalah untuk meninggalkan dosa dan para pelakunya (ahlul maksiat), termasuk hajr (menjauhi/memboikot) para penyeru bid'ah, maksiat, dan mereka yang berbaur bersama mereka atau membantu mereka. Demikian pula, bagi seseorang yang meninggalkan Jihad (amalan yang tanpanya dia tidak bisa mencapai maslahah apapun) harus dihukum dengan hajr (boikot), karena dia tidak mengarahkan kaum Muslimin menuju ketaqwaan dan jalan yang benar. Dan seperti, para zunah (pezina), para lutiyyah (pelaku sodomi), para qu'ud (orang yang meninggalkan jihad), para ahlul bid'ah (oran-orang yang membuat perkara baru dalam hal agama) dan para peminum Khamr, semuanya berbahaya bagi Dienul Islam, dan membaur bersama mereka juga suatu hal yang berbahaya. Mereka tidak mengarahkan menuju jalan yang benar atau tidakjuga mengarahkan kepada ketaqwaan. Barangsiapa yang tidak meninggalkan mereka maka dia telah meninggalkan sebuah kewajiban dan jatuh kedalam suatu hal yang dilarang." [Majmu' al Fatawa]
Apakah kalian merasa senang berbaur dengan mereka yang disebutkan oleh Shaykhul-lslam yaitu para Zunah dan lutiyyah, dan sebelumnya para ahlul bid'ah dan para peminum khamr? Wallahi, mereka akan menghancurkan Dien seseorang sampai orang itu mendapati dirinya di Neraka!