Last Chapter : “Epilog Bahagia Kita”
Olivia“Setiap cerita pasti diawali prolog dan diakhiri epilog, kini saatnya kita untuk memulai epilog itu lalu mengakhiri cerita ini.” — Olv
Hai. Kita bertemu lagi. Bukan diawal cerita seperti dahulu, kita sekarang bertemu diakhir cerita. Tak pernah terbayang olehku kita bisa menciptakan kisah ini lalu mengakhirinya secepat ini. Waktu tak terasa begitu cepat berlalu dan mungkin kamu sudah tak mengingat ku lagi. Mungkin itu adalah jalan terbaik untuk kita saat ini. Atau mungkin selamanya.
Sesuai janji ku padamu, last chapter ini ku tulis untukmu sebagai bentuk rasa sayang ku kepadamu yang sekarang sudah ada di titik tertinggi yaitu mengikhlaskan. Aku sadar jika kamu pergi selama ini karena aku kan? Agar aku cepat melupakanmu dan berhenti mengusik kehidupan mu. Inilah yang kamu inginkan.
Ku harap dengan adanya last chapter ini, aku dan kamu sama-sama bisa merelakan satu sama lain. Atau mungkin sekarang kamu malah sudah punya yang baru? Haha, aku tak heran sama sekali sih. Kamu memang selalu begitu. Menyukai orang lain sebagai bentuk pelampiasan. Tapi tak apa, aku sudah tak peduli lagi. Kini sudah ada orang lain yang mengisi hatiku, dan sepertinya aku harus berkerja keras lagi untuk mendapatkan nya. Do'a kan aku ya!
Kamu juga kejarlah orang yang kamu sukai saat ini. Jangan permainkan perasaan orang lain. Fokus saja pada kehidupan mu itu, kamu paham? Aku tak mau berjanji apapun padamu. Namun suatu saat, akan ku pastikan aku bisa menjadi orang yang bisa membanggakan semua orang dan di saat itu mungkin aku akan benar-benar melupakanmu. Ingatlah nama ‘Olivia Avantika Zaren’ jika suatu saat nanti kamu mendengarnya.
Dengan ini juga aku berharap kita tak akan pernah bertemu lagi walau di kebetulan manapun. Sengaja ataupun tidak sengaja. Ku harap kita tak pernah saling menemukan lagi. Mungkin nanti aku akan buat reunian untuk teman-teman rp ku yang ku kenal dulu. Dan disaat aku bisa mewujudkannya, berarti sejak saat itu Olivia yang kamu kenal sudah mati dan digantikan Olivia yang tak pernah kamu kenal sebelumnya. Dan jika saat itu tiba, semoga hidupmu sudah diisi oleh seseorang ya! Undang aku jika memungkinkan. Bye, Dream Weaver.
“Melepaskan memang berat, namun lebih berat lagi mempertahankan seseorang yang hatinya tak pernah untuk kita.” — Olv
