Kerinduan yang Mendesir

Kerinduan yang Mendesir

Bintang Pengelana

ㅤㅤHai, sahabatku. Bagaimana kabarmu disana? Aku masih setia menapakkan panggul di beranda depan sembari menyesap secangkir kopi. Namun, rasanya tidak sama tanpamu. Seharusnya hari ini aku bersorak gembira bersama semesta, tetapi duka yang tertinggal telah menjelma suwung tak berkesudahan.

ㅤㅤSudah 6 tahun berlalu sejak hari itu, tetapi setiap kali aku berdialog dengan diri sendiri, aku selalu teringat bagaimana kita menghabiskan sisa malam bersama. Tidak, bukan maksud diriku meratapi duka, aku hanya ... Rindu.

ㅤㅤPertemuan kita memang begitu singkat, tetapi kau mampu menyelami diriku, dan kau pula yang merajut sayapku dengan penuh derana. Pertemuan kita telah memberikan dorongan untuk mampu mengikuti angin tanpa gentar.

ㅤㅤSahabat, meski riuh masih membuntuti, tetapi aku sedang belajar menyerahkan pada waktu, dan aku pun telah mematahkan keraguan akan nawala terakhirmu. Kini kau dapat menilik diriku dari balik singgasana langitmu tanpa sisa resah, sebab aku telah selaras dengan aksata. Pertemuan kita akan selalu aku terima dengan sukacita. Terima kasih banyak untuk segalanya.

Report Page