Kenangan Manis Yang Bermakna
Langkahkan kakimu dengan semangat dan tekad yang tulus menuju impianmu. Bagaikan menaiki anak tangga, kita harus terus melangkah untuk mencapai tujuan, meski tidak tau didepan apa yang akan dihadapi.
Hari ini aku melihat langit begitu cerah mengingatkanku dengan sebuah kisah yang tidak akan pernah kulupakan. Sebuah kisah yang mengarahkanku pada jalan hidup yang kuinginkan. Ketika akulah pemeran utamanya. Namaku Dienda dan ini ceritaku.
Perlahan langit senja sudah mulai menampakkan wajahnya. Cahayanya mulai masuk ke dalam kelasku. Suara canda tawa dan riuh ruangan, solah-olah mengingatkan bahwa perpisahan semakin dekat. Kebersamaan yang dibangun akan mulai sirna. Kami akan segera berganti kesibukan. Aku dan teman-temanku bercerita tentang rencana masa depan dan mulai berangan-angan dengan mimpi kami setelah tamat kuliah.
“Aku nanti mau daftar BPJS Kesehatan.” kata salah seorang temanku.
“Kita bisa daftar disana?” kataku
“Ada kakak tingkat kita yang sudah kerja disana, nanti kita tanya-tanya aja.”
Aku yang sebelumnya belum mengetahui akan hal tersebut mulai mencari informasi tentang BPJS Kesehatan dari media sosial dan kakak tingkatku yang sudah bekerja di BPJS Kesehatan. Aku jadi ingat pernah ke Kantor BPJS Kesehatan ketika aku ingin melakukan perubahan dataku. Aku diberikan pelayanan yang baik.
Oktober 2019 Aku dan teman-temanku wisuda. Hari yang membahagiakan tapi juga terjadi sebuah perpisahan dengan kisah suka duka dibangku kuliah menuju perjalanan hidup yang baru dengan cerita baru. Mengajarkanku bahwa waktu akan terus bergerak dan tidak terasa pertemuan akan menjadi perpisahan. Semua yang terlewati akan menjadi sebuah kenangan yang menemani lika-liku kehidupanku. Dan selamat datang kisah baru hidupku
Seperti orang-orang pada umumnya. Seusai tamat kuliah aku mencari lowongan kerja dari berbagai sumber. Hal itu menjadi momen yang menegangkan buatku. Segala hal berkecamuk dalam pikiranku. Aku tidak mau mengecewakan keluargaku dan mimpiku tidak mau sirna begitu saja. Ketika aku sedang berselancar di media sosial aku melihat sebuah rekrutmen PTT BPJS Kesehatan. Aku segera memberitahu keluargaku dan menyiapkan berkas lamaran. Saat itu dengan restu keluargaku penempatan yang kupilih adalah Tembilahan. Tembilahan merupakan ibukota kabupaten Indragiri Hilir. Kurang lebih 2 jam ke kampung halamanku jika menggunakan speedboat. Selama proses ini aku selalu berdoa untuk diberikan kemudahan dan dipermudah dalam mencari rezeki.
Aku telah selesai mengirimkan berkas administrasiku secara online. Selama menunggu pengumuman aku gugup menunggu hasilnya. Apalagi saat itu tertera rekrutmennya untuk selindo. Setelah menunggu beberapa waktu hasilnya telah keluar. Secara perlahan aku membaca pemberitahuannya dan Alhamdulillah aku lulus untuk tahapan selanjutnya. Aku mengikuti psikotes di Biro Psikologi Pekanbaru.
Pagi itu aku diantar kakakku menuju biro psikologi. Aku senang diberikan kesempatan untuk mengikuti tes tersebut dan bertemu dengan teman-teman baru. Di parkiran aku bertemu dengan seseorang yang tampilannya rapi dan membawa beberapa buku. Setelah masuk ke ruangan aku bertemu lagi dengan orang tersebut. Ia berbicara dengan teman-temannya dan terlihat ia mahir tentang psikotes. Saat itu beberapa menit nyaliku cukup takut karna aku merasa belum seperti dia. Tapi aku selalu ingat dengan sebuah kalimat penyemangatku sampai saat ini yaitu You can when you believe. Segera kubangkitkan lagi semangatku seperti langkah pertamaku yang begitu semangat ketika hendak mengikuti tes. Selama menunggu tes aku berkenalan dengan beberapa peserta lainnya dan saling bertukar nomor handphone untuk memberi kabar jika mendapatkan panggilan tes selanjutnya. Ketika waktu tesku akan dimulai dengan Bismillah aku percaya jika itu memang ditakdirkan untukku maka akan diberikan kemudahan.
Tit Tit Tit Tit Tit
Salah seorang teman yang mengikuti psikotes menghubungiku mengatakan bahwa iya mendapatkan panggilan untuk mengikuti tahap wawancara yang diselenggarakan di Tembilahan beberapa hari lagi. Aku senang mendengar kabarnya dan berharap aku juga akan mendapatkan kabar yang sama. Beberapa kali aku memandangi layar handphone tapi belum ada panggilan masuk yang kuterima.
Sore harinya, Aku mengendarai sepeda motorku dan handphone-ku berbunyi nada panggilan masuk nomor tidak dikenal. Aku mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes selanjutnya. Setelah menutup panggilan hatiku masih bertanya-tanya apakah ini benar. Aku mencari kontak panggilan yang menghubungiku dan menanyakan kepada temanku yang juga dihubungi. Setelah mencari informasi itu meyakinkanku bahwa itu benar.
Segera kukabari keluargaku bahwa lusa aku mendapatkan panggilan tes wawancara di Tembilahan. Sehari sebelum keberangkatan ada tiga hal yang harus kupilih. Pertama menyiapkan surat keterangan bebas narkoba untuk melengkapi persyaratan Rekrutmen PTT BPJS Kesehatan. Kedua mengantarkan secara langsung berkas administrasi di salah satu Dinas Pemerintahan. Ketiga mengikuti tes wawancara disalah satu Klinik Kecantikan. Ketika aku dihadapkan oleh tiga pilihan yang aku juga belum tau hasilnya, aku bercerita kepada Allah SWT melalui shalat istikharah. Keesokannya aku seperti mendapatkan jawaban. Hatiku lebih berat untuk mempersiapkan segala hal ke Tembilahan. Dengan memantapkan hati aku memilih mengurus surat keterangan bebas narkoba di Klinik Polresta Pekanbaru.
Selama kurang lebih empat tahun aku tidak pernah berkunjung ke Tembilahan lagi dan hari itu aku diberikan kesempatan untuk kembali. Aku disambut oleh keluargaku yang ada disana. Keesokan harinya aku pergi untuk tes wawancara bersama teman yang kujumpai saat psikotes. Dia bernama Uci orangnya ramah dan kami cepat akrab. Ialah teman seperjuanganku yang sangat membantuku.
Aku pertama kali berada di Kantor BPJS Kesehatan KC Tembilahan kuamati secara perlahan gedung itu. Dengan langkah yang pasti kutarik ganggang pintu itu bersama temanku. Kami menjadi yang paling pertama datang. Beberapa peserta yang masih kuingat wajahnya ketika kutemui saat psikotes dulu mulai datang dan kami saling menyapa. Fokusku tiba-tiba berubah ke beberapa orang yang mengenakan seragam datang sambil tersenyum lalu masuk kedalam ruangan. Seketika dalam benakku berkata aku harus menjadi bagian dari Duta BPJS Kesehatan. Itu membuatku semakin ingin menjadi Duta BPJS Kesehatan.
“Dienda Febriani, masuk ke ruangan wawancara”
Aku melangkahkan kaki menuju ruangan wawancara dengan semangat dan optimis bahwa aku akan diberikan hasil terbaik. Aku berharap hasilnya sesuai dengan keinginanku. Aku senang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang ada dihadapanku. Secara bergantian aku diberikan beberapa pertanyaan. Setelah selesai wawancara aku kembali keruangan dan dipersilahkan untuk pulang. Diperjalanan keluar ruangan ada sedikit kejadian yang membuatku malu jika mengingatnya kembali. Ketika itu kutarik ganggang pintu yang berada dihadapanku tapi tempat itu asing bagiku. Tidak sama dengan tempat yang sebelumnya. Terdengar seseorang berkata padaku.
“Dek pintu keluarnya sebelah sana, bukan yang itu”
“Makasih bang” sambil tersenyum
Aku yang baru pertama kali berada digedung itu merasa malu dengan beberapa orang yang saat itu sedang duduk dibangku kerjanya. Kutarik kembali ganggang pintu yang lain sambil menghela napas lega karna aku keluar tidak salah pintu lagi.
Tit (bunyi nada pesanku)
Setelah beberapa hari aku mendapatkan informasi untuk offering. Keluargaku sangat senang mendengar kabar itu. Tidak henti aku mengucapkan Syukur bahwa apa yang kuharapkan di ijabah oleh Allah SWT. Akhirnya apa yang aku impikan segera terwujud.
Aku sangat senang dan semangat menyambut pagi itu. Langit terlihat begitu cerah sesuai dengan suasana hatiku. Kutatap gedung itu dan dalam hati aku berkata "Aku kembali kesini semoga ini jalan terbaik yang dikirim Allah SWT buatku. Bismillah."
Kami diberikan penjelasan tentang PTT BPJS Kesehatan dan offering kerja.
“Jika setuju lanjut maka besok sudah mulai OJT ya”
Aku senang dan juga terkejut karna kala itu aku hanya membawa barang seadanya untuk beberapa hari selama mengikuti tes wawancara. Aku tidak menyangka prosesnya secepat itu. Ketika sesuatu ditakdirkan untuk kita maka akan terasa mudah. Segala hambatan akan sirna dan kita mampu melewatinya. Teruslah berdoa dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, jika telah dapat jangan lupa bersyukur dan berikan yang terbaik.

Ini adalah tahun ke empatku menjadi bagian dari Duta BPJS Kesehatan KC Tembilahan yang sekarang telah menjadi KC Rengat. Aku senang dipertemukan dengan orang-orang hebat yang sangat baik dan diberikan kesempatan sebagai Duta BPJS Kesehatan yang dapat memberikan manfaat terutama pada orang disekitarku seperti memberikan informasi tentang BPJS Kesehatan. Ketika yang kita lakukan menjadi alasan orang tersenyum maka itu menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai bagiku. Semoga aku dapat terus memberikan manfaat sebagai Duta BPJS Kesehatan. Aku bangga menjadi Duta BPJS Kesehatan.


Sekian cerita pengalamanku ketika mendaftar sebagai PTT BPJS Kesehatan. Teruslah tersenyum dan tetap semangat. 😊
“Apapun yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya menemukanmu.” - Ali Bin Abi Thalib