Keberuntungan, Inisiatif, dan Time Value BPJS Kesehatan

Keberuntungan, Inisiatif, dan Time Value BPJS Kesehatan

Anang Riyadi

Saat itu sekitar Tahun 2008 saya masih menjadi pekerja tidak tetap di suatu instansi kesehatan milik Pemerintah Propinsi dengan gaji yang di bawah UMR Kota tersebut, namun di Tahun 2008 juga Alhamdulillah ada kesempatan untuk berkarir tambahan walaupun event itu tidaklah permanen. Suatu research project berskala besar yang bersifat medis akhirnya menjadi pekerjaan tambahan (masih di instansi yang sama namun berbeda divisi) sehingga penghasilan pun memenuhi UMR. Kondisi yang mulai membaik setelah sebelumnya di periode 2004 sampai 2007 mendapatkan gaji yang di bawah UMR.

Hingga suatu ketika kemungkinan di Tahun 2006 atau 2007 agak lupa persisnya kapan, bertemu dengan sesama pekerja tidak tetap, hanya saja beliau sudah senior dan kebetulan seorang wanita (ibu). Beliau menasehati boleh saya bekerja di instansi tersebut, namun harus punya pikiran yang berorientasi jangka panjang bahwa status pekerja di instansi tersebut tidak bisa dijadikan sebagai andalan atau tumpuan ekonomi karena nantinya harus menikah dan punya keluarga yang tentunya harus memiliki penghasilan yang lebih. Sejak saat itu saya selalu mengikuti lowongan pekerjaan yang mengarah pada pekerja tetap baik itu pegawai suatu perusahaan besar maupun pekerjaan yang diperkirakan memiliki nilai penghasilan lebih dari penghasilan saat itu

Semua belum menunjukkan hasil, selalu gagal di tengah-tengah tahapan seleksi. Kadang gagal di tahapan wawancara, kadang gagan di tahapan psikotest. Lelah, capek, dan pasrah dalam upaya mengubah hidup. Suatu saat bermain ke kos-kosan depan rumah kos-kosan saya, tuan rumah kos depan rumah kebetulan memiliki warung makan, jadinya saya sering makan di sana. Tak payah jalan jauh, cukup berjalan ke depan rumah kos saya, sudah bisa membeli makanan. Salah satu anak kos depan kos-kosan saya secara tidak sengaja menyampaikan informasi apakah tidak berniat melamar di PT Askes (Persero) karena membutuhkan banyak posisi, sepertinya Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) pun dibutuhkan.

Bagai angin segar yang langsung membangkitkan motivasi untuk melamar di PT Askes (Persero) yang merupakan nama organisasi sebelum BPJS Kesehatan. Informasi dari Mas Fatur (anak kos depan rumah) sungguh saya rasakan merupakan keberuntungan yang akan mengubah hidup saya. Di saat berpasrah dan tetap berdo'a kepada Allah SWT, mungkin inilah jawaban dari Sang Khalik untuk perubahan hidup saya. Semua persyaratan administrasi langsung kupenuhi demi memenuhi deadline pengumpulan berkas yang dimaksud. Ijin keluar kantor (instansi kesehatan tempat saya bekerja waktu itu) sering saya lakukan demi untuk masa depan yang lebih baik. Alhamdulillah semua terasa mudah untuk memenuhi persyaratan yang ada, semoga ini memang jalan yang terbaik.

Tempat tes yang diselenggarakan PT Askes (Persero) yang berbeda-beda setiap tahapannya semakin membangkitkan motivasi untuk terus semangat mengikutinya. Padahal, mulai 2004 sampai 2007 di Kota tersebut saya jarang keluar, paling-paling yang sering keluar kalau tidak ke mall, main ke rumah teman, apalagi waktu itu saya tidak memiliki kendaraan bermotor. Tempat yang tidak saya ketahui dengan benar, terus saya cari informasinya dimana persisnya tempat tes tersebut, bahkan tidak jarang saya pinjam sepeda motor kepada teman-teman kos jika tempat tersebut tidak diketahui pasti harus naik angkot jenis mana untuk mencapai tujuan tersebut. Segala inisiatif untuk menemukan tempat tersebut saya lakukan dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.

Cerita unik lainnya saat dilakukan tahapan tes komputer, saya baru mengetahui kalau Mas Fatur juga ikut dalam seleksi pegawai PT Askes (Persero). Hanya saja dia datang telat karena di saat yang sama dia mengikuti seleksi penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi keuangan milik negara. Calon peserta tes komputer PT Askes (Persero) ternyata banyak yang seperti Mas Fatur yang telat datangnya. Sontak itu membuat salah satu bapak agak tua waktu itu marah-marah yang menyatakan sebenarnya anda semua ini berniat atau tidak menjadi karyawan PT Askes (Persero), kalau anda berniat tentunya anda datang tepat waktu. Ternyata setelah diterima PT Askes (Persero) saya baru tahu kalau bapak tersebut yang marah-marah kepada Peserta Tes Komputer yang telat ternyata salah satu Asisten Deputi di Kedeputian Wilayah yang menangani SDM.

Akhirnya, saya merasa bersyukur kepada Allah SWT akhirnya diterima di PT Askes (Persero) / BPJS Kesehatan dan Mas Fatur pun keterima menjadi PNS di salah satu instansi keuangan milik negara. Sejak awal mengikuti tes di PT Askes (Persero) kesan yang mendalam adalah time value yang mana di organisasi ini semua harus tepat waktu, inilah yang menjadi kebiasaan pegawainya sampai saat ini penjadi orang yang menghargai waktu. Semoga time value ini bisa menjadi ciri khas BPJS Kesehatan dalam berinteraksi dengan semua mitra serta stakeholder, sehingga melekat di BPJS Kesehatan bahwa semua pegawainya adalah orang-orang yang disiplin waktu. Aamiin

Be Grateful


Report Page