Kalah

Kalah

Nirbita.

Genggaman tangan, pelukan hangat, detakan jantung berirama.

Kopi hangat, buku cerita, kesayangan semesta.

Bunga mawar, hampa, tak tergugus dalam aksara.


Mataku terbuka bersamaan dengan musim baru. Bersama nafas yang tak terhitung dan lahir yang tak terbendung. Namun kamu tidak hadir diantara mereka. Aku mencari asmamu diantara tawa, tangis dan fana.

Kamu tidak ada.

Aromamu sudah berjalan bersama empat kali musim berganti. Dan aku mutlak kalah dari waktu.

Report Page