Kai, Bisa Diem Enggak?!
cookiesPernah enggak, sih, kepikiran untuk memusnahkan satu makhluk hidup di bumi ini? Ya kayak Kaivandra ini. Serius, deh aku mending aku disuruh buat jagain balita daripada harus satu tempat sama dia itu. Tapi, dunia, tuh, kadang nggak adil banget, sih aku tau. cuman ... KALO INI ENGGAK ADILNYA KO KEBANGETAN??
Harus tetanggaan sama Kaivandra itu kayaknya hal terakhir yang bakalan aku lakuin kalau di bumi ini tempatnya udah penuh. Liat aja kelakuannya sekarang, mandangin aku dari jendela kamarnya dengan muka anehnya itu. Serius deh, kayak enggak ada kerjaan aja itu anak.
Orang-orang disekitar rumahku manggil dia Andra. Tapi, aku manggil dia Kai. Lagipula, dia juga enggak masalah toh, nama dia ada Kai Kai nya.
"Syuut ... Ezee!" Aku enggak tahu, ya, dia ini bodoh atau gimana? Tapi, jarak antara jendela rumah kita tuh, ada kali 8 meter. Terus dia bisik-bisik gitu, dia kira aku dengar? Ya ... dengar, sih, pokoknya Kai yang salah.
Aku sama sekali enggak menolehkan kepalaku meskipun aku mendengar dia memanggil namaku. Memang dasarnya dia ini usil, dia melemparkan pulpennya kepadaku—yang sialnya mengenai kepalaku.
Aku mengernyitkan dahi marah. "Shoot, Kai, bisa diem enggak?! Apa, sih? Enggak lihat kamu, aku lagi belajar?" Ujarku kesal. Jendela kamarku memang sengaja aku buka, karena angin malam ini sedang sepoi-sepoi.
Kai terkekeh kecil melihat reaksiku. Dia ini kayaknya sehari saja enggak mengusikku sepertinya akan masuk IGD.
"Tumben belajar, biasanya juga joget joget KPop."
Aku jengah sekali dengan dia. "Pertama, itu namanya nge dance. Kedua, kamu tahu darimana aku kalo malem nge dance? ngintip yaa? dasar mesum! Liat aja kamu! Aku aduin ke Bunda kalau kamu suka ngintipin aku!"
Aku langsung menutup jendela kamarku tanpa membiarkan Kai memberikan penjelasan.
Aku benar-benar mengadu kepada Bunda soal itu. Yang aku dengar, Kai dihukum oleh orang tuanya jadi, dia harus membersihkan halaman depan dan belakang rumahnya sendirian.
Ya, sebenarnya aku tahu, sih, dia tidak mengintip kegiatanku di kamar. Dia pasti tahu karena suara musik yang terdengar hingga kamarnya itu. Aku sengaja, lagipula dengan dia dihukum seperti itu, setidaknya intensitas dia menggangguku jadi berkurang.