Iya, Ini Pagi Yang Tenang Tapi Tidak Tenang
Naura
pagi ini aku melihat awan di mana-mana. sebentar ditiup angin, sebentar menangis di atas kita.
seperti biasa, embun pukul enam pagi yang memulai semuanya.
pagi ini, tulisanku belum rampung. tulisan tentang bagaimana selama ini kita saling beruntung.
bantalku pun belum kutata lagi. masih kacau, masih berantakan karena ledakan moodku semalam.
bukan, bukan mood tidak baik yang mendominasi. tapi, mood baik yang selalu menuntun pikiranku untuk bersyukur karena saat ini ada kamu.
pagi ini tenang sekali, padahal sebelum membuka mata, aku seperti hampir hilang diri.
ponselku masih mati, aku akhirnya membuka ruang obrolan kita yang sudah ada 1231 pesan yang belum kubaca. cukup banyak, dan normal. seperti dua sejoli yang sedang memvalidasi perasaan mereka.
semua perasaan bersyukurmu sudah kubaca, pujian dan cinta kamu yang besar wujudnya.
pagi ini juga ada perasaan riuk, padahal kita mengakhiri obrolan semalam dengan pesan manis, seperti "selamat tidur, ya"
sampai akhirnya kamu di belakang kemudi menyalakan musik yang kalau aku tidak salah baca, judulnya mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu. tidak sengaja aku melihat kamu yang sedang tersenyum ke arahku saat lirik "kan ku kenalkan penampilan hujan di tempat lain" seolah mengisyaratkan bahwa kamu ingin ajak aku berlari lebih jauh dari ini
semoga, ya.
semoga pagi tenang dan tidak tenang yang sudah kita lalui tidak bertemu kata sia-sia diujung jalan tujuan kita.