"ILLAAH" ADALAH DAKWAH PARA RASUL

"ILLAAH" ADALAH DAKWAH PARA RASUL

AN MU'ASASAH

Allah ﷻ berfirman

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (Al-Anbiya 25)

"Laa 'Ilaaha illa Laah". Artinya Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah ﷻ. Apakah benar? Mari kita menafsirkan melalui keterangan-keterangan dalam Al Qur'an. Allah ﷻ berfirman dalam surat An Naas

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ

Tempat Segala ketaatan manusia, (An-Nas 3)

Sedangkan ayat pertama surat An-nas Allah ﷻ mengatakan Rabb adalah Tuhan, Allah ﷻ berfirman

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (An-Nas 1)

Rabb disini artinya adalah Tuhan. Maksudnya Rabb Dzat yang didalamnya terdapat makna Tuhan tetapi Tuhan maknanya lebih sempit daripada Rabb. Sebagaimana Mukmin sebagian makna dari Muslim, tetapi Muslim belum dan tidak bisa dikatakan sebagai Mukmin. Allah ﷻ berfirman

قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Hujurat 14)

Illaah disini adalah Sesembahan. Maka arti lebih jelasnya kalimat, tauhid adalah "Tidak ada tempat ketaaaan peribadatan selain Allah". Jadi salah jikalau Lā'ilāha'ilal Láh itu adalah tidak ada yang menciptakan langit dan bumi selain Allah. ini pemikiran orang jahiliyah lagi Musyrik dan memang karakteristik pemikiran orang orang jahiliyah lagi kafir memaknai 'Illaah itu adalah Rabb yakni sang pencipta. Berikut keterangan dalam Alquran

"Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?” Mereka (orang-orang musyrikin) akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah (Muhammad), “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?”. Mereka (orang-orang musyrikin) akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah (Muhammad), “Maka mengapa kamu tidak bertakwa?” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui?”. Mereka (orang-orang musyrikin) akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah (Muhammad), “(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?” (Al Mu'minun 84-89)

Di ayat tersebut Allah ﷻ menerangkan sifat sifat Rabb. Sedangkan mereka orang-orang jahiliyah lagi kafir mempercayai Allah adalah pencipta semua itu. Tetapi mereka justru menyekutukan Allah dengan menyembah juga berhala. kenapa mereka ingkar? Karena mereka tidak meng-'ubūdiyah-kan (Men-ilaah-kan) Allah. Menurut ibnu Taimiÿah رحيمه الله "Rabb itu adalah Yang Maha Menciptakan, Maha Pengatur, dan mengurusi urusan hamba-hamba-Nya"

Dari sanalah kita semua bisa tahu bahwa tidak ada satu orang pun dikalangan orang orang musyrikin itu tidak mengakui bahwa dirinya itu adalah Musyrik bahkan sebaliknya mereka tetap mengakui bahwa dirinya itu bertauhid.

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَۗ

Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya..." (Az-Zumar 3)

Apakah sesembahan itu harus sujud saja?

Allah berfirman

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَٰهًا وَٰحِدًاۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan." (At Taubah 31)

Ini satu-satunya dalil dalam Nash Al Qur'an yang menunjukkan mereka tidak melakukan sujud kepada Sesembahan mereka. Dari mana maknanya? Kenapa bisa menyimpulkan seperti itu?.

Ayat di atas kita perlu di tafsirkan oleh orang yang paling tinggi dalam ilmu tafsir ayat, yakni Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ menafsirkan ayat tersebut. Perhatikan :

Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibn Jarir At-Tabari mencatat hadis melalui beberapa rantai narasi, dari Adi bin Hatim, رضي الله عنه, yang menjadi Nasrani pada masa Jahiliyyah. Ketika panggilan Rasulullah ﷺ mencapai daerahnya, Adi melarikan diri ke Ash-Sham, dan saudara perempuannya serta beberapa orang dari orang-orang menjadi tawanan muslim. Rasulullah ﷺ membebaskan adiknya dan memberinya hadiah. Adi رضي الله عنه pergi ke saudaranya dan mendorongnya untuk menjadi seorang Muslim dan menghadap Rasulullah ﷺ. Adi, yang merupakan salah satu pemimpin bangsanya (suku Tai ') dan yang ayahnya Hatim At-Ta'i dikenal karena kemurahan hatinya, yang hijrah ke Madinah. Ketika orang-orang mengumumkan kedatangannya, Adi menghadap Rasulullah ﷺ mengenakan salib perak di lehernya. Rasulullah ﷺ membacakan Ayah ini;

اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ

Mereka mengambil rabi dan biksu mereka untuk menjadi sesembahan mereka selain Allah. Adi menjawab, "Kaum Nasrani tidak menyembah Rahib Rahib." Rasulullah ﷺ bersabda,

بَلَى إِنَّهُمْ حَرَّمُوا عَلَيْهِمُ الْحَلَلَ وَأَحَلُّوا لَهُمُ الْحَرَامَ فَاتَّبَعُوهُمْ َذَ ُ ِ

Ya mereka melakukannya. Mereka (para Rahib dan biarawan) melarang yang Halalkan Nya untuk mereka (Kristen dan Yahudi) dan Halalkan yang diharamkan, dan mereka mematuhinya. Begitulah cara mereka menyembahnya.

Jadi salah dan ilmu yang sangat menyesatkan manusia bila mereka para da'i da'i masih saja berbicara tanpa ilmu bahwa yang di maksud dengan Menyembah adalah sujud dalam artian seperti sujud nya orang-orang yang sedang shalat. Jadi jikalau mereka menyembah Thagut itu bukanlah sujud kepada Thagut tetapi mereka mengiyakan apa kebijakan Thagut tersebut.

Kesalahan Makna 'ilāh dan Rabb itulah yang banyak orang tertipu hingga akhirnya masuk ke neraka kekal di dalamnya. Dan memang jaman kekinian banyak yang menyamarkan makna dari sebuah makna, atau hanya menjelaskan makna global saja. Sebagai contoh adalah Jihad mereka samakan dengan Amar ma'ruf nahi mun'kar, Amal mereka samakan dengan Shodaqoh atau Infaq, Ibadah mereka samakan dengan Shalat, Muslim mereka samakan dengan Mu'min. Sholeh mereka samakan dengan pendiam, Ulama Su'u mereka samakan dengan Ulama Rabbani, Rabb mereka samakan dengan Tuhan, Munafik mereka samakan dengan Mu'min, Jahiliyah mereka samakan dengan kafir, Khalifah mereka samakan dengan presiden, Mudahanah mereka samakan dengan siasat, Al Qur'an mereka samakan dengan Legenda atau dongeng, syhuhada mereka samakan dengan Pahlawan, Istijraj mereka samakan dengan Rahmat, Hijrah mereka samakan dengan Taubat, Tasyabuh mereka samakan dengan Budaya, Iltizam mereka samakan dengan Radikal, Zhalim mereka samakan dengan kafir harbi, Fundamental mereka samakan dengan sombong, Haram mereka samakan dengan najis, Pajak mereka samakan dengan kewajiban Zakat, Meminta pertolongan mereka samakan dengan hablu minannaas, Masjid Dhiror mereka samakan dengan masjid Jami, Taqlid mereka samakan dengan 'Itiba'. Al Walá wa Al Barò mereka samakan dengan kehidupan rumah tangga, Jumhur mereka samakan dengan Ijma', Ahlu Bid'ah mereka samakan dengan amar makruf, Syirik mereka samakan dengan muslim, Sabar mereka samakan dengan cu-x, Setan mereka samakan dengan makhluk halus, Amirul Musyrikin mereka samakan dengan Amirul Mu'minin, Taat mereka samakan dengan berbakti. Dan masih banyak lagi. Dari pendapat yang seperti inilah tergolong sebagai orang orang munafik.

ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْءَاخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ

وَيَبْغُونَهَا عِوَجًاۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍۭ بَعِيدٍ

"(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh." (Ibrahim 3).

Kebanyakan mereka pasti mendengar atau mendapatkan ilmu yang mereka pelajari itu dari ustadz ustadz mereka, dan ustadz ustadz mereka pun tahu dari ustadz ustadz mereka, dan begitulah selanjutnya, tetapi ilmu yang mereka pelajari tidak berujung kepada Al Qur'an dan Sunnah. Ironisnya ketika ada yang menjelaskan kepada mereka, mereka tolak mentah-mentah, mungkin karena dakwah orang diberikan oleh orang shaleh itu terlalu kencang atau keras atau tegas.

Musyrik dan Ahli Kitab itu jauh berbeda tapi pada prinsipnya mereka itu sama, Orang-orang musyrik adalah orang yang menyembah Allah juga menyembah yang lainnya itulah yang dinamakan dengan berhala, sedangkan mereka mengaku sebagai muslim, dengan janggut panjangnya, sorban, jubah, hijab, cadar dan pakaian syar'i lainnya. Perlu diketahui bahwa dari golongan itulah sebaik-baiknya umat dari bahkan dari sana pula seburuk-buruknya manusia yaitu orang-orang musyrikin juga Munafik.

Terdapat riwayat dalam kitab al Adab al Mufrod yang kualitas sanadnya adalah hasan mengingat banyaknya riwayat pendukung, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh kemusyrikan di tengah-tengah kalian itu lebih samar dari pada langkah semut.” Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kemusyrikan adalah mengangkat tandingan untuk Allah padahal Dia adalah sang pencipta?”. Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya sungguh kemusyrikan di tengah-tengah kalian itu lebih samar dibandingkan dengan langkah semut.” 

Dalam hadist di atas jelas bahwa kaum muslimin selalu di "Hantu-hantui oleh Syirik, sehingga orang yang teledor atas kesyirikan itu mati dan bertemu dengan Rabb nya atau bahkan ketika di Alam Barzakh orang itu tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat "Man Rabbu ka?", Karenanya pada saat itu pula orang itu melihat alamnya yang akan dia huni di neraka. Dari sanalah mereka sadar bahwa dirinya telah melakukan kesyirikan.

Sedangkan orang ahli kitab mereka mempunyai Tuhan nya sendiri. Sekte kekafiran didalamnya terdapat Ahli kitab, Musyrikin, Murtad, Munafik, Fasiq Kabir (Besar), dari sekian banyak sekte kekafiran justru Allah sangat menyayangi sekte kekafiran dari golongan Ahlu Kitab, sebagaimana firman Allah :

لَيْسُوا۟ سَوَآءًۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat). (Aali-Imran 113)

Dan firman Nya

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَمَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًاۗ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Aali-Imran 199)

Firman Allah

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَٰهُمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka, dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. (Al-Ma'idah 65)

Dan makanan ahli kitab pun halal. Allah berfirman

ٱلْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَٰتُۖ وَطَعَامُ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْۖ

Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. (Al-Ma'idah 5)

Karena sesungguhnya mereka ahli Kitab adalah orang-orang yang tertipu oleh para pendahulunya yang menggantikan isi-isi dalam kitab mereka. Allah berfirman

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.” (Aali-Imran 64).

Tetapi kenapa mereka para ahli kitab ada yang diperangi oleh para kaum mukminin seperti Amerika, Inggris, NATO dll?, Karena orang-orang tersebut Allah telah bedakan golongan, Allah berfirman :

وَلَا تُجَٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zhalim di antara mereka, dan katakanlah, ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.” (Al-'Ankabut 46)

Untuk itu Allah ﷻ berfirman

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُوا۟ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُا۟ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةُ وَٱلْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥٓ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۖ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” (Al-Mumtahanah 4)

Dan firman Nya

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zhalim. (Al-Baqarah 193)

Dan salah satu makna firman Allah yang mengatakan "mereka itu tidak berfikir (bodoh)" firman Allah itu tertuju kepada Ahli kitab. Berbeda dengan orang-orang musyrikin, mereka mengenal Allah dan sifat Rabb nya, juga nama-nama Nya tetapi mereka tidak mau menyembah Allah saja kecuali menduakan Nya.

Maka dari itu, mereka orang-orangnya musyrikin jauh lebih jahat daripada orang-orang ahli kitab (Nasrani), Allah Azza wa Jall berfirman :

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ۖ

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Al-Ma'idah 82)

Mereka orang-orang musyrikin pun berdoa kepada Allah

وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ

Dan mereka berkata, “Wahai pesihir! Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.” (Az-Zukhruf 49)

Mereka pula berjihad membela agamanya

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَٰنِۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. (An-Nisa' 76)

Merekalah kaum Nuh, kaum Aad, kaum Tsamud, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Ba'l, kaum madyan, kaum Fir'aun, kaum Tubba, dan kaum-kaum yang ada pada Al Qur'an yang di dakwahi oleh Rasul-Rasul Allah mereka semuanya mengaku sebagai Islam, tetapi mereka menyembah berhala.

Report Page