Hurt ; Abrisa
ft. Jeremy
Seru deru ombak laut bersaut sautan. Ada yang menabrak karang, ada juga yang menabrak ombak lainnya. Seorang lelaki manis terlihat tengah menatap ke arah barat denga tatapan kosong. Rambut yang berantakan, kantung mata yang menghitam, bibir mungil yang pucat, terlihat sangat menyedihkan.
Ia sakit, ia lelah. Lagi lagi, cintanya tertolak. Lagi lagi, cintanya dianggap tidak pantas oleh sang pujaan hati. Kenapa? tanya itu terus menggema di otak kecilnya. Apa hanya karena dia lemah? Atau karena dia hanyalah seorang omega yang bahkan bukan berasal dari keluarga terpandang? Isakannya kembali lolos dengan keras. Mengapa dunia begitu kejam dengannya?
Flashback
Lýkos School. Sebuah sekolah mewah khusus para manusia dengan kemapuan ekonomi diatas rata rata. Mulai dari omega, beta, dan alpha, rata rata mereka berasal dari keluarga kaya raya atau bahkan triliuner. Namun, ada beberapa kasus yang membuat orang orang dengan ekonomi bawah dapat bersekolah di sekolah ini. Salah satunya adalah karena beasiswa dan memiliki kemampuan unik.
Abrisa, adalah salah satu dari beberapa anak tersebut. Ia memiliki kemampuan langka, yaitu kemampuan sebagai seorang healer. Tak banyak manusia serigala yang memiliki kemampuan ini, bahkan hanya 0.5% di dunia ini. Namun, apakah ia senang dapat masuk dan bersekolah di sana? jawabannya adalah TIDAK. Ia sama sekali tidak senang.
Karena ia masuk dengan kemampuan dan bukan dengan uang, banyak dari murid sekolah itu yang meremehkan dan merendahkannya. Bahkan beberapa dari mereka membullynya. Beberapa kali ia melaporkan para pembully itu ke guru piket yang berjaga. Namun, mereka tidak melakukan apapun untuk mencegah masalah ini berkelanjutan. Puncaknya adalah saat ia menyukai seorang alpha bernama Jeremy. Seorang alpha angkuh dan menakutkan. Banyak dari murid murid merasa kagum dan menaruh perasaan pada alpha itu. Namun mereka semua diabaikannya. Menurutnya, cinta adalah hal yang sia sia.
Lewat berbagai cara, Abrisa mencoba menarik perhatian sang alpha. Namun, ia malah ketahuan oleh para penggemar alpha itu. Akibatnya, pembullyan yang ia rasakan semakin menjadi-jadi. Setiap hari, setidaknya ada 2 luka baru pada anggota tubuhnya. Namun, ia tetap bersyukur karena walaupun ia dibully masih ada seorang omega lain yang peduli dsn membantunya membersihkan seragam yang telah kotor karena terinjak. Tak lama, Ia pulang, lalu masuk ke kamar dan menangis disana. Hal itu berulang-ulang sampai sekitar 3 bulan.
Dan pada hari itu, tepatnya hari Sabtu langit mendung seharian. Abrisa bersyukur bahwa hari ini sekolah libur. Ia membawa dirinya berjalan jalan ke pinggir laut berniat untuk menjernihkan pikiran. Namun, matanya menangkap hal yang menusuk hatinya bagai pisau tak kasat mata. Disana, di dekat mercusuar, ia melihat Jeremy sedang melakukan ciuman panas dengan seseorang yang ia ketahui sebagai satu satunya orang yang membantunya tatkala ia dibully.