HALAMAN PERTAMA

HALAMAN PERTAMA

Abyzar Fusena.
Awal dari segala kisah sebuah pertemanan yang akan berkembang seiring berjalannya waktu menjadi sebuah persahabatan.

ㅤㅤSinar sang bagaskara berhasil menelisik masuk ke dalam bilik kamar seorang lelaki bersurai biru dengan postur tubuh yang cukup tinggi. Suara jam weker yang t'lah disetel sebelumnya juga berdering sangat nyaring dan berhasil membangunkan insan indah tersebut. Ia mengucek matanya guna memperjelas penglihatannya, kemudian ia melirik jam. Jarum jam menunjukkan pukul 06.25 AM yang berarti 5 menit lagi kegiatan MOS akan dilaksanakan. Terbelalak kaget melihatnya, ia langsung buru-buru ke kamar mandi 'tuk laksanakan ritual paginya. Hanya membasahi tubuh serta rambut dan sedikit sabunan, kemudian ia langsung keluar kamar mandi dan mengganti bajunya menjadi seragam sekolah. Tak terasa waktu berjalan cukup cepat, kini jam sudah menunjukkan pukul 06.28 AM, tak perlu waktu lama ia langsung berlari menuju sekolah. Sayangnya, usaha ia sia-sia sebab gerbang sekolah t'lah ditutup 2 menit yang lalu. Ia berdecak kesal.


“Ah sialan, sudah buru-buru juga ujung-ujungnya telat.” ucapnya dalam hati dengan perasaan kesal dan gelisah.


ㅤㅤSempat jengkel dengan keadaan, namun kemudian ia melihat orang lain yang baru saja datang dengan terburu-buru pula. Mereka bersurai hitam dan hijau. Sama sepertinya, mereka juga berdecak kesal karena terlambat 5 menit. Seorang bersurai hitam itu menyadari keberadaan insan bersurai biru, kemudian menghampirinya dan berkenalan.


“Hei, nama lu?” tanyanya.


“Abyzar Fusena, terserah lu mau panggil apa. Tapi orang-orang manggil gue Byzar.” jawab lelaki bersurai biru.


“Nama gue, Ramael Ganendra, panggil aja Rama.” ucapnya sembari mengulurkan tangan mengajak Byzar bersalaman. Byzar dengan senang hati menjabat tangan Rama.


ㅤㅤSeorang bersurai hijau yang tadinya ingin segera masuk ke dalam sekolah dengan mengelabui satpam mengurungkan niatnya dan beralih menghampiri Rama dan Abyzar.


“Nama gue Fajar Pradipta, panggil Fajar aja.” ucap lelaki bersurai hijau. Ia nampak tenang dan pendiam. Serta terlihat memiliki sifat dewasa.


ㅤㅤMereka pun akhirnya bersenda gurau di depan gerbang sekolah. Mereka seakan-akan lupa kalau mereka telat dalam kegiatan MOS dan bersikap bodoamat. Besok, mereka masih bisa ikut kegiatan MOS, karena kegiatan ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Bosan dengan keadaan, Rama mengusulkan untuk berpindah tempat ke warung bakso milik Pak Tejo yang tak jauh dari lingkungan sekolah. Mereka yang lain menyutujui usulan tersebut, kemudian mulai melangkah menuju warung bakso milik Pak Tejo. Mereka memesan masing-masing satu mangkuk bakso. Memakan dengan lahap, tak lupa saling bertukar cerita dan terdengar juga gelak tawa diantaranya. Ini akan menjadi awal kisah sebuah pertemanan yang akan terus berkembang menjadi sebuah persahabatan.

Report Page