Granat yang Belum Kosong dan Putusnya Saraf Sensorik

Granat yang Belum Kosong dan Putusnya Saraf Sensorik

Sutan Marouf

Yang berada di tangan saya ini namanya granat. Sesuai dengan bentuknya. Granat ini terhubung dengan selang yang tertanam di leher dekat dengan kulit yang dibedah kemarin. Tujuan pemasangannya adalah untuk menampung cairan pasca operasi.

Menurut dokter, cairan itu terdiri dari campuran darah dan ludah. Tiap pagi, dokter akan mengeluarkan cairan yang tertampung dan menakarnya. Bila takarannya sudah di bawah 10 ml, selang bisa dilepas. Sejak tiga hari ini takaran tiap pagi masih di atas 20 ml. Belum bisa dilepas.

***

Sehari selepas operasi, tim dokter datang ke kamar menunjukkan foto-foto proses pembedahan. Mereka menunjukkan lima cabang saraf yang mengontrol wajah itu. Kelima saraf mengontrol gerak alis, kelopak mata, bibir, pipi, dan leher. Alhamdulillah, kelima saraf itu berhasil diselamatkan. Menurut dokter, seiring waktu gerakan wajah bisa kembali pulih. Syukurlah.

Namun ada kabar buruk. Satu saraf sensorik yang mengarah ke daun telinga masuk ke massa tumor parotis yang hendak diangkat. Selama 4.5 jam operasi, tim dokter berusaha menyelamatkan saraf itu, tapi gagal. Akhirnya dalam kondisi saya yang terbius total, mereka terpaksa memutus saraf itu, tanpa perlu meminta tanda tangan persetujuan.

Apa akibatnya?

Karena saraf yang dipotong adalah saraf sensorik maka yang terpotong adalah rasa yang pernah ada. Sejak saraf itu terpotong, daun telinga, terutama pada bagian bawah tidak dapat lagi merasakan sakit maupun senang. Ketika dipegang rasanya kebas saja seperti kita memegang kuku atau rambut. Dipotong pun tidak sakit. Mulai saat ini, cita rasa belaian di telinga bagi saya hanya tinggal kenangan saja. Haha.

Sambil mengakak pilu, saya bercanda dengan dokter, "Berarti saya aman ditindik ya, Dok? Kan ga akan sakit."

Dokter ketawa, "Ngapain nyari kerjaan, Pak.."

Ingatan saya melayang pada anting di telinga Tippu Sultan, pahlawan Mysore ketika melawan East India Company (EIC) yang diperankan dengan apik oleh Sanjay Khan.

Tippu Sultan

Kan antik juga kalau nanti di telinga saya ada anting menjuntai-juntai, kan?

Ya, ndak?

Hehe.

Report Page