Dunia Pendidikan dan Industri Siapkan Generasi Z

Dunia Pendidikan dan Industri Siapkan Generasi Z


Dunia pendidikan dan industri terus bersinergi menyiapkan kaum muda dari generasi Z yang siap memasuki dunia kerja. Generasi Z yang lahir tahun 1995-2010 sudah mulai memasuki dunia kerja pertama mereka. Diperkirakan pada 2019 generasi ini akan mengisi lebih dari 20 persen dunia kerja.

Sumber: Pexels

Karakteristik generasi Z yang pemikirannya sangat dipengaruhi informasi dan media sosial, karena lahir sebagai digital native, perlu dipahami dunia pendidikan dan industri. Kehadiran mereka akan membawa dinamika baru dalam dunia kerja untuk siap membawa kekuatan dan keterampilan baru dalam pengembangan dunia usaha.

Persoalan ini mengemuka dalam acara International Recruitment Forum 2017 yang digelar Swiss Education Group (SEG) di Mountreux, Swiss, mulai dari Senin hingga Selasa (14/3). Seperti dilaporkan wartawan Kompas, Ester Lince Napitupulu, dari Mountreux, acara ini digelar dua kali setahun untuk mempertemukan industri perhotelan dan pariwisata (hospitality) dari sejumlah negara yang hendak merekrut ribuan mahasiswa dari lima sekolah hospitality di bawah SEG.

——————————

Baca Juga:

——————————

Ahli perilaku konsumen Alexandra Broennimann mengatakan, ada persamaan umum antara generasi Z dan generasi milenial atau generasi Y (lahir tahun 1981-1994), yakni mereka cerdas dalam memanfaatkan teknologi dan nyaman dengan dunia global. Namun, generasi baru ini berbeda karena tumbuh dalam periode resesi ekonomi, meningkatnya terorisme, dan gaya pengasuhan orangtua yang berbeda.

Menurut Alexandra, otak generasi Z terus berubah. Konsentrasi mereka dalam keterlibatan secara pasif hanya 8-12 menit. Untuk membaca buku digital saja berat karena mereka mulai tidak suka membaca. Mereka lebih suka membaca dengan perangkat lunak dan menonton video.

Sumber: Pexels

Generasi ini akan menjadi produktif jika tetap terhubung dengan internet dan media sosial. Sebab, sebagai digital native, teknologi telah menjadi bahasa ibu bagi mereka. Namun, di sisi lain, terjadi ketergantungan akut pada peralatan digital yang dapat menyebabkan beragam permasalahan. Bahkan, dunia digital bisa jadi pelarian dari dunia nyata.

CEO SEG Florent Rondez mengatakan, gelombang pertama lulusan dari generasi Z mulai memasuki dunia kerja. SEG membawahkan lima sekolah bidang hospitality dari tingkat diploma hingga pascasarjana dengan lebih dari 6.5000 mahasiswa dari 111 negara.


Sumber: Kompas


——————————

Websis for Edu adalah konsultan untuk adopsi dan integrasi teknologi dalam pendidikan.

Dapatkan berita terkini, tips-tips praktis, serta fakta-fakta menarik seputar pendidikan dan teknologi dengan mengikuti channel Telegram @PendidikanAbad21