Dokumenter Fiksi

Dokumenter Fiksi

Sang Bintang
Ekhem, warming up dulu kali ya? Kijang satu, ganti kijang satu, oke mantap.

Selamat datang, Welcome, Greetings to you dan Wilujeng sumping para mata-mata konstelasi yang sedang menyaksikan!

Gue sebagai lakon bakal menceritakan sedikit tentang latar belakang gue dari yang umum sampai TMI selama tulisan bergerak ini berlangsung.

Take a look at myself, Serenata Bintari.

Gadis kelahiran 21 Juli 2000. Yang kalau di artiin, namanya jadi 'Nyanyian si Bintang'

Keren kan? Oh iya jelas. Ini privilage punya mama penulis. Katanya beliau terinspirasi dari karakter sebuah dongeng anak-anak jadul yang berjudul Serenade Sang Bintang. Tapi anehnya gaada satupun yang tau tentang cerita itu. Alhasil gue berasumsi kalau yang nulis ceritanya itu mama.

Dan lagi, memungkinkan kalau papa yang penyuka astronomi itu collab sama mama untuk bikin nama yang genius, rare, majestic, authentic, astonishing dan wholesome untuk anak tunggalnya ini. (awas aja kalau masih bilang nama gue pasaran)

Walaupun begitu, orang-orang punya versi sendiri untuk manggil gue.

Yang demen gonta ganti nama keren seorang Nata bakal gue bakar.

Sorry to say kalau gue suka bakar-bakar orang karena darah Bandung Lautan Api udah menyelimuti daging di jiwa dan raga gue. Dan sebagai perempuan tulen kelahiran asal Bandung, gue punya satu rahasia yang memalukan.

Penasaran? Sini gue bisikin.

* Gue gabisa Sundanesse * 🤦‍♀ 🤦‍♀ 🤦‍♀ don't tell my ancestors about this.

Ngomong ngomong tentang bahasa, gue menggunakan Bahasa Indonesia sebagai keseharian dan Bilangual ketika diperlukan. (polisi grammar tolong menjauh karena ketikan gue tergantung isi pikiran)

As an ENFP, I'm a big Extrovert ass around quite and dreamy geeks. While extremely become low (or even no) energy with other loud people.

Dan itu terjadi di masa kuliah, ketika isinya penuh dengan orang-orang yang lebih Extrovert.

Potret waktu masih maba yang ga jauh beda sama sekarang.

Gue emang pecinta astronomi, tulisan, bahkan minat gue ada di seni peran yang orang-orang sama sekali engga tau. Tapi entah kenapa gue malah banting setir ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Bisa dilihat muka tertekan gue pas jadi maba harus danus-an dengan konsep marketing divisi gue yang... ah sudahlah.

At least I've done my best and survived for a few years now. And also have good yet loyal friends by my side. Bukan hal yang buruk-buruk amat, buktinya sekarang gue masih anak kuliahan (bentar lagi lulus) yang nyambi sebagai ghost writerㅡbisa kalian cek sendiri di google itu ngapain.

Dan disini juga, gue bisa ketemu sama "mereka" dan "dia"

Siapa? Oh itu-

Tayangan di hentikan karena sebuah masalah pada sistem penayangan.

.........

Report Page