CONSISTENCY

CONSISTENCY

Muhlis Amiruddin

CON-SIST-EN-CY

**

Konsisten adalah kunci

Malam itu, saya sedang berdiskusi dengan seorang teman tentang konsistensi.

Sebut saja namanya Rachel (bukan nama sebenarnya), seorang teman asli Perancis, saya mengenalnya waktu kuliah di Perancis. 

Dia sekarang bekerja sebagai financial consultant, tinggal di Miami.

“Pam, tu es libre? Appelle-moi, si tu as le temps ..” 

(“Pam, are you free ? Call me if you have time).

**

 Saya pun menelponnya dengan WA call. Kami ngobrol sebentar basa-basi, kemudian Rachel langsung bertanya, ”Bagaimana sih caramu bisa menulis begitu productive, dan sampai menerbitkan belasan buku. Padahal saya tahu kamu sibuk sekali…”

“Jawabnya sederhana, CONSISTENCY!”

**

“Maksudnya…?”

“Setiap pagi, setelah bangun tidur saya menulis satu halaman … That’s it.”

“Mengapa kamu bisa melakukan itu? Susah kan?”

Karena aku percaya, bahwa konsistensi melahirkan kebiasaan, dan begitu sebuah kebiasaan terbentuk, akan lebih mudah untuk mentaatinya (seperti kebiasaan sikat gigi). Jika kita konsisten dengan rutinitas kita, kemungkinan besar akan mencapai tujuan kita. Motivasi datang dan pergi – tetapi konsistensi selalu ada untuk kita.

Jadi kali ini , kita akan membahas konsistensi, bukan hanya dalam menulis, tetapi dalam membentuk kebiasaan-kebiasaan positive yang perlu kita kembangkan dalam kehidupan kita: membaca, mempelajari kompetensi, mengembangkan diri, menyelesaikan pekerjaan kita on-time, atau kebiasaan positive apapun yang ingin kita lakukan. Kita menggunakan “menulis” sebagai contoh, tapi tentu saja bisa diterapkan pada hal-hal di atas itu.

Karena memang kita memerlukan konsistensi untuk mencapai goal kita, dalam kehidupan pribadi dan dalam bisnis kita.

***

Rachel terus bertanya, “Sejak kapan Pam belajar consistency?”

“Sejak kecil. Bapakku menyuruh bekerja keras. Aku harus terima di ITB, karena bapakku tak akan mampu membiayaiku kuliah di swasta. Maka aku belajar keras berjam-jam per hari (di luar jam sekolah), dan diterima di ITB."

“Kalau waktu kamu belajar di Perancis, bagaimana caranya belajar Bahasa Perancis yang sulit?”

“Sama, aku harus belajar berjam-jam per hari, agar cepat bisa. Kalau enggak bisa, ya aku gak akan bisa kuliah, karena kuliahnya Bahasa Perancis,. Seorang temanku stay di Perancis selama 6 tahun, tapi gak membawa ijazah apapun, karena bahasanya tidak lancar”

**

“Intinya , memaksakan diri untuk konsisten?” tanya Rachel di ujung telephone yang lain.

“Iya, memaksakan diri untuk konsisten. Dan aku ulangi terus, waktu aku menjadi computer engineer dan belajar HR, aku harus belajar sendiri berjam-jam per hari dengan konsisten bertahun-tahun. Kalau enggak, ya aku nggak bisa jadi HR. Look at my HR career now, sayang banget kan kalau seandainya gak kesampaian”

**

“Dan sekarang, Pam bisa konsisten, menulis satu halaman setiap hari?”

“Oui …”

“Kalau lagi gak ada ide, bagaimana?”

“Makanya banyak membaca. Aku membaca 1 bab setiap malam, sebelum tidur.”

“Suka amat membaca?”

“Racheeeeellll, kan ayat yang pertama kali turun di agama kita, bukan berdoalah, buka bersedekahlah, tapi bacalah (Iqra). Artinya kita disuruh membaca dan belajar setiap hari.”

“O iya ya….” Kata Rachel sambil tertawa kecil, malu. (Rachel sudah menjadi mualaf, puluhan tahun yang lalu).

**

“Terus, kamu menulis tentang apa yang baru dibaca malam sebelumnya?”

“Belum tentu. Bisa iya, bisa enggak. Aku membiarkan semua ide dan pengetahuan masuk ke dalam diriku dulu. Setelah itu, ya terserah besoknya pengin nulis apa”

“ Kalau lagi benar-benar gak ada ide, bagaimana?”

“Aku biasanya menulis tentang leadership, career, inovasi, strategy …dll. Kalau lagi gak ada ide di situ, aku menulis joke, anecdote, cerita pendek, novel, bahkan cerita horror, bisa pengalamanku sendiri. Bisa pengalaman orang lain yang diceritakan padaku”

**

“Mengapa begitu ya?”

“Seperti orang yang bermain piano, dia harus Latihan piano setiap hari, agar jari-jarinya terampil, dan dia mahir bermain music. Aku harus menulis setiap hari, agar aku semakin mahir. Setiap hari Senin pagi aku share di social media dan ke group-group WhatsApps, kemudian setial 6 bulan sekali, penerbit akan mengumpulkan, merangkum, mengedit dan menerbitkan menjadi buku. Sekarang sudah belasan buku diterbitkan, baik oleh penerbit maupun secara independent.”

“Jadi bukan karena bakat?”

“Bakat itu 1%, yang 99% itu Latihan dan kerja keras. Aku kan tidak lebih cerdas dari yang lain, aku tidak lebih berbakat dari yang lain, maka aku harus bekerja lebih keras”

“Merci Pam. J’ai note tout ca. A la prochaine!”

(Terima kasih Pam, aku sudah mencatat semuanya. Sampai lain kali ya…”)

**

Rachel menutup telponnya, dan menutup diskusi kami tentang “Consistency”.

Tapi saya berharap kita semua bisa mencoba menerapkan consistency ini dalam kehidupan kita.

Karena consteny ini dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dr Gloria Peturzelli menyarankan beberapa tips agar kita juga bisa consistent.

**

TIP # 1 :Putuskan dengan penuh kesadaran untuk konsisten.

Katakan kepada diri sendiri, "Saya berkomitmen untuk tetap konsisten setiap hari dalam tujuan saya. Saya melakukan ini!" Teknik ini memerintahkan pikiran bawah sadar kita untuk bertindak sekarang, bukan nanti, bukan besok, bukan minggu depan, bukan bulan depan, dan bukan tahun depan. 

**

TIP # 2: Satu-satunya waktu yang penting adalah “SEKARANG”

Satu-satunya waktu yang Kita miliki adalah SEKARANG. Nantinya, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan hanyalah sebuah konsep atau pemikiran dalam pikiran Kita. Besok tidak ada di sini, minggu depan, bulan, atau tahun depan tidak ada di sini. “Sekarang” ada di sini. Titik kekuasaan kita selalu ada di saat sekarang dan semua kecemasan atau kekhawatiran terjadi di masa lalu atau masa depan. Maka fokuslah pada “sekarang”. Dan lakukan apa yang perlu anda lakukan, sekarang.

**

TIPS #3: Buatlah rencana. Tetapkan goal kita.

Definisi “rencana” adalah: “Skema, program, atau metode yang telah disusun sebelumnya untuk mencapai suatu tujuan:” Sebuah rencana sudah ada sehingga Kita tidak perlu berpikir terlebih dahulu atau pada saat itu juga. . Persiapan adalah satu Langkah penting sebelum terjadi konsistensi!

**

TIPS #4: Lakukan semuanya , satu per satu. Fokus.

Kita perlu melakukan satu hal dengan penuh focus. Itu adalah focus 100% . Biarkan pikiran dan tubuh kita fokus. Ketika suatu saat konsentrasi kita terganggu, segera kita kembalikan dengan penus perhatian pada focus kita.

**

Coba kita terapkan hal-hal di atas, dan …. Ternyata hal itu sudah berjalan untuk saya, semoga juga berjalan dan bisa dilakukan untuk kita semua.,


Salam Hangat


Pambudi Sunarsihanto

Report Page