Bramantya Abyasa

Bramantya Abyasa

EndPath

Age: 21+

Availibility: Basic req(such as req name, typing, ava, DN), pap daily activity without face, OTP muted, playing instrument(acoustic guitar), study date, move platform(Discord), food date(bills on cust), ciggs date, game date(Roblox, game on Telegram), AU/Manga/Manhwa/Manhua/book date, IC(2D only), Listening date(On Discord), Deeptalk.

Introduction:

Perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya Bramantya Abyasa, suatu nama yang dapat dilenturkan oleh keakraban. Saya dapat disapa Bram, Yasa, Rama, Mas, Aa, ataupun sebutan lain yang dihaturkan dengan niat baik dan rasa hormat. Adapun diri saya merupakan pertautan sifat yang berlawanan. Kelakar dan sedikit ketengilan kerap menjadi wajah terluar, namun di baliknya bersemayam kesungguhan budi yang mampu mengayomi. Perangai saya bergerak dalam keseimbangan, menempatkan senda dan keseriusan pada takarnya masing-masing. Sebagian orang memandang saya sebagai pribadi yang romantis dan bersahaja, namun saya senantiasa menyelipkan kenakalan kecil agar perjalanan hidup tidak terjerumus pada kejenuhan.

Ketika hiruk pergaulan mereda, saya kerap menyingkir sejenak ke alam hiburan dan menautkan pikiran pada dunia permainan. Akhir-akhir ini, ketertarikan saya tertambat pada Heartopia, sebuah jagat rekaan yang memberi ruang bagi imajinasi dan kelegaan batin. Apabila saya tidak berhadapan dengan layar, maka rasa saya berlabuh pada lantunan nada dan gita. Alunan Westlife, lirih perenungan Hindia, keagungan kisah Epic The Musical, romantika MLTR, hingga gelora Alien Stage menjadi teman setia yang menemani waktu. Di antara seluruh bunyi yang mengalun tersebut, terdapat satu ketetapan yang sukar tergoyahkan, yakni kekaguman saya kepada Hyuna dari Alien Stage, suatu rasa kagum yang menetap tanpa tuntutan pengakuan.

Dalam perkara hubungan dan ikatan batin, saya menjunjung keseimbangan sebagai asas utama. Saya menikmati memberi perhatian, merawat, dan memanjakan pasangan dengan sepenuh niat, namun saya juga memahami kebajikan menerima kasih dengan lapang dada. Bagi saya, hubungan yang luhur adalah ruang timbal balik, tempat dua insan saling memuliakan, saling mengasihi, dan saling meneguhkan. Segala itu tumbuh bukan dari paksaan, melainkan dari kesadaran bersama untuk menjaga rasa dan kehadiran satu sama lain.

Report Page