BAB 1 (Mortala Empire)

BAB 1 (Mortala Empire)

Bjorn Adam Husain @Morrtala

✦ π—šπ—₯π—˜π—‘π—”π——π—”

Grenada adalah negara kepulauan di Karibia selatan yang dikenal sebagai The Spice Island karena warisan agraris dan produksi rempah-rempahnya. Perjalanan sejarahnya mencakup perpindahan dari masyarakat asli Carib ke masa kolonial Prancis dan Inggris, yang kemudian membawa Grenada menuju kemerdekaan pada 1974. Dinamika politik mencapai titik kritis pada 1983 ketika konflik internal pemerintahan revolusioner berujung pada jatuhnya Maurice Bishop dan intervensi Amerika Serikat, peristiwa yang menegaskan kembali komitmen negara ini terhadap stabilitas dan demokrasi. Budaya Grenada mencerminkan perpaduan Afrika dan Eropa melalui musik, festival, serta tradisi kuliner, sementara ekonominya bertumpu pada pariwisata, rempah-rempah, dan pendidikan internasional. Identitas nasionalnya tercermin dalam motto β€œEver Conscious, Ever Vigilant, Ever Building”, yang menegaskan nilai kewaspadaan, ketangguhan, dan pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakatnya. Serta bendera dengan simbol persatuan, keberanian, dan identitas rempah. Secara sosial, masyarakat Grenada dikenal tangguh, mencintai harmoni, dan menjunjung demokrasi setelah pengalaman politik masa lalu.


✦ π—žπ—”π—§π—” 𝗠𝗒π—₯π—§π—”π—Ÿπ—”

MORTALA adalah kesadaran akan kefanaan yang melahirkan keabadian makna.

Ia berasal dari pemahaman bahwa segala yang hidup akan berakhir, namun justru dari keterbatasan itulah lahir keberanian, kebijaksanaan, dan kehendak untuk meninggalkan jejak yang abadi. Dalam filosofi Mortala, kematian bukan akhir, melainkan pengingat nilai hidup. Setiap waktu dianggap sakral, setiap keputusan bermakna, dan setiap pengorbanan memiliki tujuan. Mereka yang memegang filosofi ini hidup bukan untuk menghindari akhir, tetapi untuk mengalahkan kefanaan melalui karya, kehormatan, dan warisan. Mortala mengajarkan bahwa:

Yang fana bisa runtuh, tetapi makna tidak pernah mati.


✦ 𝗠𝗒π—₯π—§π—”π—Ÿπ—” π—˜π— π—£π—œπ—₯π—˜

Kekaisaran yang berdiri di atas prinsip siklus:

Lahir – Runtuh – Bangkit kembali.

Ia bukan Kekaisaran yang takut pada kehancuran, melainkan Kekaisaran yang telah berdamai dengan kehancuran dan menjadikannya sumber kekuatan. Rakyat Mortala dididik untuk menghargai waktu dan hidup dengan disiplin tinggi. Raja atau Ratu Mortala dipercaya bukan karena kekekalan darah, tetapi karena kesiapan untuk mengorbankan diri demi masa depan kerajaan.

Report Page