Artikel: Jebakan Kelas Menengah
MMJ 20221212
UTAMA | Manusia | Komunikasi | Ilmu | Cabaran | Keluar || HOME | People | Communication | Knowledge | Challenges | Exit
MIDDLE INCOME TRAP / JEBAKAN PENDAPATAN KELAS MENENGAH
Oleh Muhammad Zahid Abdul Aziz
Reformis Monetari
10 Disember 2022
https://telegra.ph/MMJ-Home-01-04
Assalam,
Mera’ikan PM 10 kita, kita kenalah rujuknya sebagai Jebakan Pendapatan Kelas Menengah walaupun kita selesa dengan “Middle Income Trap”. Sayugia keselesaan ini lah rupanya satu simptom juga kepada masalah yg lebih besar
Izinkan saya ulas Isu Jebakan Pendapatan Kelas Menengah ini dari dua perspektif berbeza, dan pohon keizinan lagi mengguna istilah yang agak kasar namun diharapkan mengejutkan dari tidur. Istilah dan pandangan pertama ialah dari perspektif “the Brown Sahib” yang pernah saya merujukkan kepada orang 2022 yang masih terjajah mentalnya dek kesan pendoktrinan sistem pendidikan barat yang sangat mencengkam. Diabad ke15 di zaman kegemilangan Islam di mana kita mendahului dunia dalam bidang Sains dan Teknologi Sistem Pendidikan kita Syumul. Yakni sistem pendidikan Syumul yang memasti orang Islam kuasai kedua-dua sekali gus, Quran Sunnah dan Ilmu Dunia. Kita kuasai Bahasa AlQuran yang menjadi kunci kita kepada semua rahsia Saintifik dalam Quran. Barat datang ke negara Islam dan laksanakan sistem mereka kepada kita. Yakni sistem Dwi-Sekular yang menghasilkan pakar Syariah tanpa ilmu dunia dan pakar dunia yang tersisih ilmu Shariah. Hingga ka hari ini kenyahsyumulan sistem pendidikan kita telah mendatangkan masalah kepada kita. Masalah yang paling kuat ialah masalah penghenyokan ‘’self confidence” atau jati diri dari sanubari kita. Kita berasa kita tidak mahu membuat “research” yang mungkin menggempar dunia ; biarlah orang putih buatnya kita selidik getah dan kelapa sawit cukuplah. Tidak mampunya kita mengupas rahsia Saintifik Al Quran ialah kerana tidak kuasai Bahasa AlQuran yang membantutkan kita hanya kepada ilmu barat sehingga terjadilah fenomena “the Brown Sahib" dalam minda kita. Saya akan kupas Jebakan Pendapatan Kelas Menengah dari perspektif “the Brown Sahib.”
Perspektif kedua ialah perspektif Taliban Terorris atau dengan izin perspektif Taliban Kasyaf. Perspektif ini selalu lahir dari didikkan fahaman "Islam dan Sekularisma" Prof Syed Mohd Naguib AlAttas. Izinkan saya turunkan Preface kepada buku “Islam and Secularism” Prof Mohd Naguib AlAttas untuk menggambarkan apa yang dimaksud disini.
“We are now again at the crossroads of history, and awareness of Islamic identity is beginning to dawn in the consciousness of emergent Muslims. Only when this awareness comes to full awakening with the sun of knowledge will there emerge from among us men and women of spiritual and intellectual maturity and integrity who will be able to play their role with wisdom and justice in upholding the truth. Such men and women will know that they must return to the early masters of the religious and intellectual tradition of Islam, which was established upon the sacred foundation of the Holy Quran and the Tradition of the Holy Prophet, in order to learn from the past and be able to acquip spiritually and intellectually for the future; they will realize that they must not simply appropriate and imitate what modern secular Western civilization has created, but must regain by exerting their own creative, knowledge, will and imagination what is lost of the Muslims’ purpose in life, their history, their values and virtues embodied in their sciences, for what is lost can never be regained by blind imitation and the raving of slogans which deafen with the din of ‘development’; they will discern that development must not involve a correspondence of Islam with the facts of contemporary events that have strayed far from the path of truth; and they will conceive and formulate their own definitions and conceptions of government and of the nature of development that will correspond with the purpose of Islam. Their emergence is conditional not merely upon physical struggle, but more upon the achievement of true knowledge, confidence and boldness of vision that is able to create great changes in history.”
UTAMA | Manusia | Komunikasi | Ilmu | Cabaran | Keluar || HOME | People | Communication | Knowledge | Challenges | Exit
Dikemaskini [Updated]: Sam Ahmad 20230626